Tips Budidaya Belimbing Madu Paling Lengkap

415 views

Budidaya belimbing madu tengah digalakkan oleh para petani yang ingin mendapatkan keuntungan panen yang maksimal dan memuaskan. Dengan menggalakkan budidaya belimbing madu tersebut juga memberikan keuntungan yang besar sehingga banyak orang yang tidak ragu melakukan pembudidayaan belimbing manis ini. Meski begitu, tanaman belimbing madu ini masih sangat jarang dibudidayakan oleh para petani Indonesia. Untuk itu budidaya tanaman belimbing ini merupakan peluang bisnis baru dan sasaran pasar yang tepat karen pasokan buahnya yang masih kurang di pasaran. Belimbing sebenarnya merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis lainnya di dunia termasuk Indonesia. Untuk melakukan budidaya belimbing madu sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan supaya mendapatkan hasil dan keuntungan yang maksimal. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan saat melakukan pembudidayaan belimbing madu itu ialah pengolahan tanah, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemangkasan cabang, pembungaan dan kerontokan, penjarangan buah, dan masih banyak lainnya.

tips-budidaya-belimbing-madu-paling-lengkap

Di kawasan Amerika, buah belimbing dikenal dengan nama star fruits. Sementara untuk jenis buah belimbing yang populer dan digemari masyarakat adalah belimbing Florida. Belimbing manis adalah tanaman buah berbentuk khas mempunyai sisi seperti bintang yang berasal dari Indonesia. Salah satu daerah yang terkenal dengan produksi dan budidaya belimbing madu adalah Demak, Jawa Tengah. Demak terkenal dengan belimbingnya yang besar, warnaya kuning cerah dan rasanya manis. Buah belimbing ini memiliki banyak sari, sehingga memungkinkan untuk dibuat wine buah. Pada umumnya budidaya belimbing madu ditanam dalam bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sebagai usaha sambilan sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Cara melakukan budidaya tanaman belimbing terbilang cukup mudah. Bahkan, cara budidaya tanaman belimbing dapat dilakukan oleh pemula sekalipun. Anda pastinya akan tertarik melakukan budidaya tanaman belimbing tersebut. Buah belimbing madu ini pun sangat manis saat dirasakan. Untuk info lebih jelasnya, anda dapat simak tips budidaya belimbing madu berikut ini.

Syarat Tumbuh Tanaman Belimbing Madu

Iklim

Saat hendak melakukan budidaya belimbing madu, anda harus cermat dalam memperhatikan syarat tumbuh tanaman belimbing tersebut. Dibutuhkan untuk pertumbuhan situasi angin yang tidak terlalu kencang, karena dapat menyebabkan gugur bunga atau buah. Curah hujan sedang, di daerah curah hujan tinggi sering menyebabkan gugurnya bunga dan buah, sehingga produksi akan rendah. Tanam tempat terbuka dan mendapat sinar matahari yang cukup dengan iradiasi intensitas 45-50%, tetapi juga toleran terhadap naungan (tempat teduh). Suhu dan kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dengan 6–12 bulan basah dan 0–6 bulan keing, namun paling baik di daerah yang mempunyai 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.

Media Tanam

Hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok pula untuk tanaman belimbing. Tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik. Derajat keasaman tanah untuk tanaman belimbing yaitu memiliki pH 5,5–7,5. Kandungan air dalam tanah atau kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah permukaan tanah. Ketinggian tempat yang cocok untuk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Cara Budidaya Buah Belimbing

Pembibitan

Budidaya belimbing madu harus selalu menggunakan pohon induk unggul atau perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi, enten, dan susuan). Perbanyakan cara menanam belimbing generatif dengan biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dengan induknya (segregasi genetis). Oleh karena itu, pembibitan generatif (biji) hanya dimaksudkan untuk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yang kemudian digunakan pada perbanyakan vegetatif. Penyiapan bibit unggul belimbing madu dilakukan dengan cara pembiakan vegetatif (cangkok, okulasi, susuan dan enten). Khusus pada perbanyakan vegetatif budidaya belimbing madu dengan cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yang berasal dari biji (pembiakan generatif).

Penyiapan Batang Bawah Guna Penyiapan Benih Belimbing

Pilih buah belimbing yang sudah matang di pohon. Lalu pilih buah belimbing yang keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal. Ambil (keluarkan) biji dari buah belimbing segar tersebut dengan cara membelahnya. Setelah itu, kemudian tampung biji buah belimbing dalam suatu wadah. Cuci biji belimbing dengan air bersih hingga bebas dari lendirnya. Kering anginkan biji belimbing yang telah dipilih tersebut ditempat teduh dan kering hingga kadar air belimbing madu berkisar antara 12–14%. Lanjutkan dengan simpan biji belimbing dalam suatu wadah tertutup rapat dan berwarna, atau bisa juga langsung disemai di suatu persemaian.

tips-budidaya-belimbing-madu-paling-lengkap

Penyiapan Lahan Persemaian Benih Belimbing

Pengolahan tanah merupakan langkah awal sebelum melakukan tahapan-tahapan cara menanam pohon belimbing yang lainnya. Hal ini dimaksudkan supaya lahan lebih gembur, membersihkan gulma, dan memper baiki aerasi tanah supaya lebih subur. Tanah diolah dengan dicangkul atau dibajak oleh alat tradisional maupun memakai mesin traktor. Setelah pembajakan dibuat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. jarak antara lubang 5 m x 6 m, dan buat selokan dari sisa lahan. Memisahkan tanah galian lapisan atas dengan lapisan bawah setebal 25-30 cm. tiap lubang diisi pupuk kompos yang sudah matang sebanyak 40 kg. campur pupuk dengan tanah lapisan bawah yang ada di pinggir lubang. Biarkan lubang tanam selama 1-3 minggu.

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman buah belimbing ialah dengan tentukan (pilih) areal untuk lahan persemaian cara menanam buah belimbing di tempat yang strategis dan tanahnya subur. Olah tanahnya cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama ± 15 hari. c) Buat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm & panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. Tambahkan pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, kemudian rapikan bedengan dengan alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul. Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm & di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat. Pasang atap persemaian dari dedaunan (jerami) atau lembar plastik bening (transparan), sehingga bedengan persemaian lengkap dengan atapnya siap disemai biji belimbing.

Teknik Penyemaian Biji Belimbing

Rendam biji belimbing dalam air dingin atau hangat kuku (55-60 derajat C) selama 30 menit atau lebih. Kecambahkan biji belimbing dengan cara disimpan dalam gulungan kain basah di tempat yang lembab selama beberapa waktu. Semai biji belimbing yang telah berkecambah pada lahan pesemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pada jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dengan tanah tipis. Biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda. Varietas unggul buah belimbing memiliki ciri seperi, buahnya bermutu tinggi, manis rasanya, produksinya tinggi, mampu beradaptasi di lokasi baru, tahan stress dan tahan terhadap penyakit.

Pemeliharaan Penyemaian Belimbing

Pemeliharaan bibit selama di pesemaian budidaya belimbing manis dilakukan dengan beberapa tahapan. Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca. Pemupukan dengan pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yang dilarutkan dalam air dgn dosis 10 gram/10 liter untuk disiramkan pada media pesemaian setiap 3 bulan sekali. Pengendalian hama atau penyakit dgn cara memotong bagian yang terserang parah, perbaikan drainase tanah dan penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30–50 % dari yang dianjurkan. Penyapihan (pendederan bibit pada umur 6–8 bulan dari pesemaian ke dalam polibag atau keranjang atau lahan yang telah diisi media campuran tanah dengan pupuk kandang.

Tips Penanaman Tanaman Buah Belimbing

Penanaman tanaman buah belimbing di lahan terbuka atau kebun dilakukan apabila bibit belimbing sudah mencapai ketinggian 50-100 cm. Apabila bibit yang sudah dipersiapkan menggunakan media yang dibungkus oleh polibag (platik), sebelum ditanam polibag tersebut harus dibuka terlebih dahulu, kemudian bibit dimasukan kedalam lubang tanam. Minimum daerah media tanam diperlukan untuk pengoperasian pembibitan adalah 2.000 m2, yang dapat menampung sebanyak 5.000-10.000 bibit. Sementara lahan kebun untuk pohon induk dapat disediakan sendiri atau ditanam di daerah operasional. Syarat utama dalam pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sebagai indikator alami ada atau tidaknya sumber air dapat digunakan pohon kelapa, karena umumnya pohon-pohon palem tinggal di daerah yang banyak mengandung air.

Media Tanam

Posisi bibit harus tegak tepat di tengah lubang. Kemudian, timbun lubang tanam dengan lapisan tanah atas sambil ditekan ke bawah, dan miring kearah akarnya sampai kuat. Hal ini dilakukan supaya tanaman tidak goyang jika tertiup angin. Siram tanaman tersebut supaya tidak stress. Jika bibit yang ditanam hasil dari sambung pucuk atau okulasi, maka batas sambungan atau mata temple harus terletak 5-10 cm di atas tanah dan jangan sampai tertimbun tanah. Tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik, serta waktu terbaik tanam di daerah yang memiliki iklim basah antara 7,5 bulan dan 4,5 bulan kering. Karakteristik lain dari tanah yang mengandung air adalah daerah yang terletak di lembah bukit atau gunung.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman buah belimbing meliputi penyiraman, pemberantasan gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Untuk penyiraman dilakukan setiap hari, apalagi pada musim kemarau intensita penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore hari. Cara penyiraman tanaman belimbing madu tersebut dapat dilakukan dengan memberi lubang jarum pada sisi bawah botol bekas air mineral, kemudian diisi ¾ air, sedangkan atasnya biarkan kosong. Kemudian ditancapkan kedalam tanah, namun tidak terlalu dalam.

tips-budidaya-belimbing-madu-paling-lengkap

Penyiraman

Kemudian cara lain untuk system penyiraman tanaman belimbing bisa dilakukan dengan cara tetes, yaitu dengan menggunakan selang yang dilubangi sebesar jarum pada posisi samping, kemudian selang dihubungkan dengan menara air (tendon air atau bak air). Air dari menara bisa langsung dialirkan, untuk pengaturannya kita bisa memasang kran pengaturan. Penyiraman tanaman belimbing dapat dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase dan air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.

Penyiangan

Untuk pemberantasan gulma tanaman belimbing bisa kita lakukan dengan alat seperti cangkul, garuk kecil dan lain sebagainya. Dalam melakukan proses pembuangan benalu atau gulma jangan sampai merusak tanaman utama. Proses pemberantasan gulma ini juga sering disebut penyiangan. Sebagai pencegahan terhadap hama dan penyakit tanaman belimbing madu maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida pada tanaman belimbing manis tersebut dilakukan sekitar 2 minggu sekali, misalnya dengan ‘Thamaron Super’ yang takarannya disesuaikan dengan dosis yang tertera pada kemasan. Jangan sampai anda berlebihan menggunakan pestisida.

Pemupukan

Setelah melakukan tahapan tersebut, belimbing berumur 3 bulan tanaman harus diberi pupuk N, P dan K. Pemupukan dilakukan 3 bulan sekali. Dosis pemberian pupuk untuk tanaman belimbing madu yang sudah berumur satu tahun  diberikan urea 100gram, SP-36 100 gram, KCL 100 gram. Kemudian dosis untuk tanaman yang sudah berumur dua tahun  ialah urea 150 gram, SP-36 100 gram, KCl 150 gram, dosis untuk tanaman yang sudah berumur tiga ttahun, urea 150 gram, SP-36 300 gram, KCl 200 gram, untuk umur empat tahun, urea 200 gram, SP-36 400 gram, KCl 300 gram, dan umur di atas empat tahun bisa di beri dengan dosis, urea 75 gram, SP-36 150 gram. Dosis tersebut untuk masing-masing satu pohon. Tanaman belimbing madu yang sudah berbuah diberi pupuk dua kali. Pupuk diberikan dengan alur melingkari batang, dengan jarak 10-100 cm dari batang.

Panen Tanaman Belimbing Madu

Umur panen (petik) buah belimbing madu sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan dan iklim. Di dataran rendah yang tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing madu sekitar 35–60 hari setelah pembungkusan buah atau 65–90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing madu yang sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), telah matang dan warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.

Pemangkasan

Tujuan dari pemangkasan tanaman belimbing madu adalah untuk membentuk tanaman supaya bercabang banyak, sosoknya supaya tidak terlalu tinggi menjulang. Kemudian tanaman belimbing manis tersebut diremajakan. caranya pun cukup mudah. Anda hanya perlu buang tunas-tunas yang muncul terlalu rapat, ranting yang sakit dan tunas yang lemah. Untuk tanaman belimbing madu yang sudah tua bisa dipangkas dengan gergaji tajam, dan bekasnya dioles dengan lisol atau karbol, lalu tutup dengan plastic hitam. Kemudian diberi pupuk dengan pupuk kandang tau kompos 10 kg per pohon. Jarak pemangkasan cabang dari tanah kurang lebih sekitar 1,5 hingga 2 meter. Tanaman belimbing madu menghasilkan buah yang relatif lebih banyak.

Penjarangan Belimbing

Penjarangan buah bertujuan untuk meningkatkan hasil buah yang berkualitas seperti, ukuran buah yang sama rata. Cara penjarangan buah belimbing yaitu dengan seleksi buah pentil kemudian pilih yang kerdil, bengkok, dan cacat kemudian buang. Sisakan 2-3 buah, selanjutnya pentil yang tersisa bungkus dengan daun jati, plastic, atau kertas. Agar warnanya seragam dan bersih. Faktor-faktor yang menyebabkan buah belimbing madu menjadi manis yaitu jenis tanah dan pemupukan serta sinar matahari. Tanaman belimbing madu baik ditanam di tanah yang bertipe kering, curah hujan kurang dari 1000 mm per tahun, karena cahaya matahari cukup menyinari, sehingga proses fotosintesis tanaman belimbing madu dapat berlangsung baik.

Demikianlah ulasan mengenai tips ampuh budidaya belimbing madu selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar budidaya tanaman buah.