Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

450 views

Akhir-akhir ini cara bertanam hidroponik dengan paralon masih sangat digandrungi. Hal ini dikarenakan, bertanam hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bagi orang yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas pun dapat melakukannya. Langkah-langkah bertanam hidroponik untuk pemula sangat mudah, tidak berbeda jauh dengan sistem hidroponik pada media lainnya. Salah satu kelebihan mengembangbiakkan tanaman hidroponik dengan media pipa paralon adalah dalam satu paralon yang berukuran panjang dapat dipakai untuk menanam benih dengan jumlah lebih dari satu. Bercocok tanam secara hidroponik dapat memberikan banyak keuntungan. Bertanam hidroponik dengan paralon terjamin kebebasannya dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih efisien, tanaman memberikan hasil yang kontinu, lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar, dan produksi tanaman lebih tinggi. Apabila anda berniat untuk mencobanya, Anda dapat menyimak ulasan berikut yang akan membahas mengenai bahan apa saja yang harus disiapkan serta cara pembuatan paralon sebagai media untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Tanaman hidroponik dapat di tanam dalam pot atau wadah lainnya dengan menggunakan air dan atau bahan-bahan porus lainnya, seperti kerikil, pecahan genting, pasir, pecahan batu ambang, dan lain sebagainya sebagai media tanamnya. Untuk memperoleh zat makanan atau unsur-unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman hidroponik, ke dalam air yang digunakan dilarutkan campuran pupuk organik. Campuran pupuk ini dapat diperoleh dari hasil ramuan sendiri garam-garam mineral dengan formulasi yang telah ditentukan atau menggunakan pupuk buatan yang sudah siap pakai. Menanam hidroponik sederhana menjadikan tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok, tidak ada resiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas. Melihat keuntungan yang didapat tersebut, banyak orang yang melakukan budidaya tanaman hidroponik, baik buah, sayur, maupun tanaman lainnya. Untuk info lebih jelasnya, langsung saja anda simak bertanam hidroponik dengan paralon berikut ini.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Sederhana

  • Alat dan Bahan

Sebelum membahas cara membuat hidroponik, ada beberapa bahan yang perlu anda siapkan. Bahan-bahan ini sangat mudah ditemukan, bahkan bisa pula menggunakan paralon bekas. Alat dan bahan yang disediakan sebaga cara membuat tanaman hidroponik ialah baki persemaian, jerigen, wadah atau pot plastik, hand sprayer, kompor dan penangas air, timbangan OHAUS, pipa paralon berdiamter ½ inc. 20 cm, ember, jenis tanaman yang akan ditanam, dan bahan porus (pasir, kerikil, pecahan batu bata atau bahan porus lainnya).

  • Pembibitan

Cara bertanam hidroponik dengan paralon yaitu melalui proses pembibitan dengan cara sterilkan pasir yang telah disaring (ayak) dengan cara mecuci dengan air bersih secara berulang-ulang dan rendamlah dalam air mendidih selama lebih kurang satu jam. Cucilah baki persemaian dan isislah dengan pasir yang telah disterilkan tadi kira-kra setinggi 3-4 cm. (Baki persemaian terlebih dahulu diberi lubang pada alasnya). Siram baki persemaian dengan air bersih dan biarkan beberpa menit hingga kelebihan airnya terbuang. Taburkan biji tanaman yang akan ditanam di atas pasir pada baki persemaian. Usahakan letak biji satu dengan lainnya tidak terlalu rapat dalam melakukan budidaya tanaman hidroponik tersebut.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Tips bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya yaitu dengan menjaga jangan sampai pasir tempat persemaian kekeringan. Gunakan hand sprayer yang diisi air biasa untuk menjaga kelembaban pasir atau bila perlu tutuplah baki persemaian dengan kaca. Pindahkan bibit tanaman yang diperoleh ke dalam tempat permanen atau persemaian kedua, setelah bibit tanaman memiliki 2-4 buah daun. Jika akan langsung ke tempat penenaman hidroponik, bersihkan pasir-pasir yang masih menempel pada akar tanaman. Setelah bahan-bahan dan pembibitan di atas anda persiapkan seluruhnya, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membuat hidroponik dengan paralon sederhana dan mudah yang tentu saja sangat praktis karena tidak membutuhkan pompa air.

  • Penanaman

Cara bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah dengan memasang lembaran surat kabar bekas di atas meja atau tempat bekerja yang anda gunakan. Ambillah pot yang telah berisi tanaman dan tempatkan sebelah tanag anda di atas permukaan tanah dalam pot. Letakan tanaman dengan kukuh di antara jari-jari (diantara telunjuk dan jari tengah). Peganglah dasar pot dengan tangan yang masih bebas kemudian balikkan pot tersebut dan dengan hati-hati tarik keluar tanaman beserta akar-akarnya. Bila tanaman tidak mau lepas, benturkan pot tersebut dengan hati-hati secara berulang-ulang pada suatu permukaan yang keras, bila tetap tidak mau terlepas gunakan pisau tumpul untuk mengorek permukaan dalam bagian atas dari pot tersebut.

Keunggulan dan Kelemahan Bertanam Hidroponik

  • Keunggulan Bertanam Hidroponik

Bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Beberapa keunggulan dan kelemahan sistem hidroponik dibandingkan dengan pertanian konvensional yaitu tidak menggunakan tanah, cocok untuk kamu yang tidak punya lahan atau pekarangan rumah. Sirkulasi air bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti akuarium. Pemberikan nutrisi lebih mudah dan efisien. Relatif tidak ada polusi nutrisi di lingkungan. Hasilnya lebih banyak dan maksimal. Panen holtikultura sayur dan buah-buahan sangat mudah, tinggal petik. Bisa dipastikan steril dan bersih. Tanaman bebas dari tanaman pengganggu. Media tanam dapat digunakan bertahun-tahun. Tumbuhan bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat.

Hidroponik cocok dilakukan pada daerah dengan tanah yang gersang, karena hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Hidroponik juga dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional (dengan tanah) pada luas yang sama. Kandungan gizi pada tanaman hidroponik lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami karena kita menyediakan semua kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan. Menghemat lahan yang ada dan dapat dipaktekkan dimana saja, tidak harus mempunyai lahan luas. Lebih hemat dalam menggunakan pupuk. Pertumbuhan tanaman lebih cepat daripada tanaman biasa. Tanaman hidroponik tidak lagi menggantungkan pada cuaca dan kondisi alam seperti halnya tanaman biasa. Tidak membutuhkan banyak pekerja.

Tanaman yang ditanam secara hidroponik lebih hemat air daripada tanaman yang ditanam secara konvensional pada umumnya. Pada metode konvensional, air yang disiramkan ke tanah akan terserap dan hilang. Sementara pada metode hidroponik, air yang hilang hanyalah air yang terserap oleh tanaman dan teruapkan ke udara dan jumlahnya lebih sedikit. Tanaman hidroponik mengurangi pencemaran zat kimia ke tanah. Metode hidroponik tidak menggunakan tanah sehingga tidak mencemari tanah & apabila terpaksa harus membuang nutrisi bekas pun, residue dari nutrisi hidroponik hampir tidak ada. Berbeda dengan pupuk metode konvensional yang mana residue akan terus terakumulasi di dalam tanah dan pada akhirnya merusak kesuburan tanah.

  • Kelemahan Bertanam Hidroponik

Suatu sistem selain mempunyai kelebihan juga pasti mempunyai suatu kelemahan. Berikut adalah beberapa kelemahan dari cara tanaman hidroponik di rumah. Perangkat dalam system hidroponik sulit diperoleh dan harganya tergolong cukup mahal. Pada kultur substrat, kapasitas tanaman hidroponik sangat memegang air media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius. Tanaman hidroponik sangat memerlukan ketelitian, dan kemampuan khusus. Biaya investasi awal terbilang cukup mahal. Tanaman hidroponik akan gagal panen atau mati jika terjadi kesalahan dalam sistem hidronik yang dilakukannya.

Kelemahan bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah diperlukan modal awal yang relatif lebih tinggi untuk hidroponik. Sebenarnya bila kita kreatif, bertanam secara hidroponik dapat menjadi murah. Hal ini dapat tercapai jika kita dapat memanfaatkan barang-barang bekas sebagai tempat bercocok tanam secara hidroponik seperti botol minuman mineral, jerigen bekas, tempat sterofoam buah-buahan, dan masih banyak lagi lainnya. Tapi begitu kita ingin membuat kebun hidroponik yang lebih besar, apalagi dengan sistem air mengalir, tentu saja kita membutuhkan banyak peralatan yang lebih lengkap dan tentunya lebih canggih lagi seperti paralon atau talang air atau gully, pompa air, pompa udara, dan lain sebagainya.

Nutrisi khusus hidroponik dan media tanam juga masih sulit ditemukan. Jika kita jalan-jalan ke toko perkebunan, jarang sekali mereka memiliki perlengkapan hidroponik dan pada akhirnya kita harus searching dan belanja online. Beberapa media tanam pada tanaman hidroponik seperti hidroton, rockwool, dan vermiculite juga masih impor sehingga agak sulit ditemukan dan harganya relatif lebih mahal. Hidroponik membutuhkan ketelitian dan ketelatenan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara konvensional. Perubahan kadar nutrisi dan pH pada tanaman yang ditanam secara hidroponik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bila kita tidak teliti dan telaten, akan langsung terlihat pertumbuhan tanaman yang ditanam secara hidroponik yang tidak optimal.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Faktor Keberhasilan Budidaya Tanaman Hidroponik

  • Unsur Hara

Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991). Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Larutan hidroponik yang umum dipakai adalah AB mix.

  • Media Tanam

Media tanam yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain rockwool, perlit, clay granule, sabut kelapa, vermikulit, pellet, pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Rockwool atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter. Rockwool memiliki kemampuan menahan air 10x dan udara 20% dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool merupakan media yang sangat populer pada sistem hidroponik. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi biasanya untuk membangun ruangan kedap suara. Meskipun demikian kita harus berhati-hati menggunakan bahan ini karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi.

Rockwool tidak dapat digunakan tanpa batas waktu biasanya digunakan hanya sekali saja. Rookwool sudah banyak digunakan untuk sistem pembenihan dengan teknik hidroponik. Media tanam hidroponik spoon. Pasti anda sudah tahu tentang spoon dimana sering digunakan untuk mencuci piring dan membersihkan kaca jendela kamar dan sebagainya. Tapi pernahkah diperhatikan apabila spoon dibiarkan di alam terbuka kena hujan dan panas maka akan tumbuh lumut hijau dan terkadang hitam dan terkadang ada rumput yang tumbuh juga tapi belum banyak yang menggunakan cara media ini.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik. Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

  • Oksigen

Rendahnya tingkat oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel tanaman hidroponik menurun, sehingga dinding sel tanaman hidroponik makin sukar untuk ditembus. Akibatnya tanaman hidroponik akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman hidroponik akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media tanaman hidroponik mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen tanaman hidroponik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara tanaman hidroponik yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar tanaman hidroponik yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.

  • Air

Prinsip dasar hidroponik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu hidroponik substrat dan NFT. Hidroponik substrat adalah teknik hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen sertamendukung akar tanaman seperti halnya tanah. Hidroponik NFT (Nutrient film tecnique) adalah teknik hidroponik yang menggunakan model budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran dapat tumbuh dan berkembang didalam media air tersebut. Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman. Keberhasilan dalam penerapan sistem hidroponik harus memperhatikan beberapa faktor penting.

Demikianlah ulasan mengenai bertanam hidroponik dengan paralon selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar perkebunan.