Tanaman Hidroponik Kangkung, Metode Mudah Budidaya Sayuran

Kangkung adalah jenis sayuran yang mudah tumbuh dan dikembangbiakan. Tidak memerlukan perlakuan khusus untuk membudidayakan tanaman sayur kangkung. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kecanggihan teknologi pertanian, kangkung telah banyak dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Sistem hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai peralatan, beberapa diantaranya yaitu dengan menggunakan botol air bekas, pipa pralon, baskom, dan masih banyak lagi lainnya. Cara melakukan sistem hidroponik ini juga tidaklah sulit, bahkan terbilang cukup mudah.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam jenis sayur-sayuran yang ditanam untuk dijadikan bahan makanan. Kandungan gizi yang terdapat pada kangkung sangatlah dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia, maka dari itu kangkung digemari oleh masyarakat Indonesia. Tak heran jika tanaman kangkung ini banyak dibudidayakan masyarakat. Untuk tanaman uji biasanya digunakan bibit tanaman kangkung darat. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak cara menanam kangkung secara hidroponik berikut ini.

Tanaman Hidroponik Kangkung, Metode Mudah Budidaya Sayuran

Budidaya Tanaman Kangkung Hidroponik

Budidaya tanaman kangkung secara hidroponik dimulai dengan menyiapkan bahan dan juga alat-alatnya. Peralatan hidroponik diantaranya yaitu botol bekas air mineral atau aqua bahkan juga bisa dengan baskom, gunting atau cutter, gelas plastik kecil bekas, arang sekam, bibit kangkung darat, solder atau paku, dan juga cairan nutrisi hidroponik. Cara menanam kangkung dengan teknik hidroponik ini dapat dilakukan hanya dengan cara merendam benih kangkung saja. Cara hidroponik tanaman ini dilakukan sampai panen dan tidak perlu pindah tanam lagi.

Cara membuat tanaman hidroponik kangkung dapat memposisikan model botol rebah maupun model botol yang berdiri. Selanjutnya awali dengan menyiapkan biji kangkung, baskom, dan juga penyaringan. Isi air dalam baskom. Letakkan saringan diatas baskom yang sudah terisi air, usahakan saringan agak sedikit terendam. Letakkan biji kangkung diatas saringan tersebut. Kemudian letakkan dibawah terik matahari, jika air dalam baskom berkurang maka harus ditambah lagi untuk menjaga kebutuhan nutrisi pada kangkung. Dalam beberapa hari, bibit tanaman kangkung tersebut akan mulai tumbuh dan akar kangkung perlahan akan menembus lubang-lubang penyaringan.

Untuk membeli bibit bisa mencarinya di tempat penjualan tanaman hias. Air tidak perlu diganti justru harus ditambah jika telah kering. Teknik hidroponik ini bisa untuk menanam jenis tanaman hidroponik selain kangkung, seperti selada air, cesim manis, sawi, hanya saja harus menambahkan tanah atau arang batok di atas penyaringannya. Teknik hidroponik ini murni tanpa tanah alias hidroponik sederhana. Sedangkan untuk nutrisi tanaman hidroponik ada 2 macam, yaitu nutrisi bubuk dan ada juga nutrisi cair. Tanaman hidroponik akan lebih mudah berkembang biak dengan dua nutrisi tersebut.

Cara tanaman hidroponik di rumah juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Adapun larutan nutrisinya dapat dibuat di ember dengan kapasitas secukupnya seperti tiap 1 liter air ditambah 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B, 2 liter berarti 10 ml A dan 10 ml B dan seterusnya. Tuangkan larutan nutrisi tersebut ke dalam baskom untuk mengganti air yang lama. Setelah benih kangkung berusia sekitar 2 minggu, sebaiknya larutan nutrisi dibuat lebih pekat. Tiap 1 liter air ditambah 7 ml nutrisi A dan 7 ml nutrisi B. Tuangkan lagi ke dalam baskom. Setelah memakan waktu kira-kira 3 minggu, kangkung tersebut sudah bisa dipanen.

Itulah ulasan mengenai tanaman hidroponik kangkung selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.