Tekhnik Budidaya Tomat Cherry Agar Cepat Berbuah

Kebun.netTomat termasuk salah satu jenis sayuran yang kerap kita jumpai baik pada jenis masakan modern ataupun pada masakan tradisional. Tomat sendiri mempunyai banyak jenis diantaranya Globe tomato, beef tomato, plum tomato. Ada juga jenis pear tomato, cherry tomato, grape tomato, dan campari tomato. untuk itu banyak sekali orang yang ingin melakukan budidaya berbagai macam jenis tomat ini. Pembudidayaan tanaman ini bisa dilakukan di pekarangan rumah ataupun di kebun anda. Semuanya bisa menghasilkan buah yang banyak asalkan perawatannya dilakukan dengan benar dan tepat.

tekhnik-budidaya-tomat-cherry-agar-cepat-berbuah
Tanaman tomat Cherry, budidaya tanaman tomta cherry

Sudah menjadi hal yang biasa untuk beberapa orang yang mempunyai kebun dirumahnya untuk menanam tomat. Nah, Tanaman tomat sendiri termasuk salah satu tanaman yang terkenal untuk ditanam. Sebab tidak terlalu membutuhkan perhatian serta perawatan yang khusus. Selain itu tanaman tomat ini juga tidak membutuhkan lahan yang begitu luas. Tomat cherry merupakan salah satu jenis tomat yang kerap dibudidayakan oleh kebanyakan orang. Untuk ukuran tomat ini tidak begitu besar, hanya sebesar satu gigtan saja mungkin. Selain itu tomat cherry juga tumbuh dengan cepat, matang lebih dulu dan cenderung dijadikan sebagai camilan favorit oleh para vegetarian.

Cara Menanam Tomat Cherry

Penanaman benih tomat cherry umumnya mulai ditanam di dalam ruangan sekitar 6 sampai 8 minggu. Sebelum diletakan pada luar ruangan ataupun setidaknya sampai cuaca mendukung.  Anda bisa menyemaikan biji benih pada tray berukuran 30 x1 5cm. Lalu isi wadah dengan tanah gembur secukupnya, selanjutnya benamkan benih tomat dengan dalam 0,5 cm ke dalam tanah.

Sesudah mulai ditanam maka benih perlu memperoleh sinar matahari supaya mereka bisa tumbuh tanpa terganggu. Dan terutama guna memperkuat batang pada waktu awal-awal pertumbuhan benih. Namun jangan menempatkan tray dibawah sinar matahari dengan cara langsung. Anda bisa meletakkan pada tempat yang teduh. Sebab terlalu banyak sinar matahai juga akan menghambat pertumbuhan benih tomat cherry. Pada awal mula hari anda menanam pastikan berilah asupan air dan juga pupuk yang seimbang. Begitu juga untukyang  hari kedua. Sesudah itu, segera pindahkan tanaman ke luar ruangan guna mendapatkan sinar matahari yang lebih optimal.

Baca juga:
Cara Menanam Tanaman Tomat
Cara Menanam Tanaman Hidroponik Tomat Paling Mudah
Tomat Buah atau Sayur? Ini Jawabannya

Perawatan Tanaman Tomat Cherry

Pada waktu menyiram tanaman usahakan menyiram sedikit-sedikit akan tetapi dilakukan dengan sering. Hal ini disebabkan ketika air membasahi jauh pada dalam tanah. Akar yang lebih dalam dari tanaman bakal menghasilkan keuntungan dari penyiraman tanaman tersebut. Sebelum tanaman tomat cherry mekar, fokuskan untuk memberi pupuk nitrogen pada jumlah yang cukup banyak supaya pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat. Lalu setelah mekar fokuskan pada pemberikan pupuk yang kaya fosfor serta kalium untuk mempercepat pertumbuhan dari tomat cherry.

Pastikan untuk mempertahankan kelembaban kondisi basah serta lembab dari yang utama guna pertumbuhan bakteri dan juga penyakit. Hal ini disebabkan tanaman tomat termasuk tanaman yang sangat rentan terhadap bermacam macam penyakit. Meskipun tidak membutuhkan perawatan yang khusus, akan tetapi menjaga lingkungan ataupun media dari tomat ini sangatlah disarankan agar hasil yang diperoleh juga maksimal. Lakukan tekhnik menanam tomat ini dengan sungguh sungguh.

Selama waktu menunggu, terdapat 6 bagian penting pada tahap perawatan. Antara lain yaitu penyiraman, pemupukan, pemusnahan gulma. Dan ada juga pemasangan lanjakan ataupun sandaran, pengendalian hama, dan juga pemotongan tunas baru. Anda harus terus merawat tanaman tomat. Untuk memaksimalkan kualitas buah serta kuantitas panen.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Tomat Paling Mudah

Langkah awal sebelum kita memulai menanam tanaman hidroponik tomat, sebaiknya kita mengetahui sifat dasar tomat itu sendiri. Penting kita semua ketahui bahwa tumbuhan yang berasal dari family Solanaceae tersebut memiliki sifat dasar yang suka dengan air guna mensuplai pertumbuhan tanaman. Bentuk tomat juga beragam sesuai dengan varietasnya. Ada yang berbentuk sedikit bulat, bulat persegi, sedikit lonjong dan bulat utuh. Sementara untuk warnanya, tomat memiliki jenis warna kekuningan, kemerahan, dan ada juga hijau muda.

Bagi para penghobi tanaman atau pekebun yang ingin membudidayakan tomat bisa menerapkannya dengan cara menanam secara hidroponik. Salah satu tanaman yang dapat ditanam dengan cara hidroponik ialah tomat. Cara menanam tanaman hidroponik tomat tersebut sangat sesuai untuk anda yang menyukai media tanam praktis dan mudah diaplikasikan karena tidak menggunakan tanah. Menanam dengan cara hidroponik tersebut juga sangat cocok bagi anda yang memiliki lahan sempit atau terbatas. Cara menanam tanaman hidroponik tomat terbilang relatif mudah dan murah. Untuk info lebih lengkapnya, simak saja cara membuat tanaman hidroponik tomat berikut ini.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Tomat Paling Mudah

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Tomat

Sama seperti halnya tanaman hidroponik cabe, langkah pertama menanam hidroponik tomat adalah pemilihan benih. Pilihlah benih tomat yang baik dan unggul karena telah teruji kualitasnya yang baik dan lebih tahan hama terhadap serangan penyakit tanaman. Lanjutkan proses menanam hidroponik tomat dengan penyemaian. Gunakanlah media tanam hidroponik rockwool untuk menyemai karena mudah dipindahkan. Potong rockwool hingga berbentuk dadu. Kemudian rendam dalam air yang mengandung nutrisi. Sisipkan biji tomat ke rockwool. Rawat biji tomat tersebut hingga berkecambah dan siap dipindah ke tempat yang lebih luas.

Sama halnya membuat tanaman hidroponik kangkung, langkah selanjutnya yaitu dengan menyiapkan media tanam. Media tanam tanaman hidroponik ialah air. Gunakan wadah plastik yang tidak dapat ditembus cahaya masuk untuk mencegah pertumbuhan ganggang. Semakin besar wadah maka akan semakin stabil tanaman hidroponik tomat anda. Tanaman tomat kecil membutuhkan 1/2 galon atau sekitar 1,9 liter air, sementara tanaman tomat agak lebih besar membutuhkan 1 galon atau sekitar 3.8 liter air. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar anda menggunakan wadah atau tempat yang dapat menampung ganda jumlah minimum air.

Anda dapat menggunakan ember plastik atau tempat sampah untuk tanaman hidroponik tomat tersebut. Sementara untuk pembesaran tomat hidroponik bisa dilakukan dengan berbagai macam. Salah satu cara yang cukup sederhana dan tidak merepotkan adalah dengan menggunakan metode hidroponik sistem wick. Caranya yaitu dengan membuat wadah yang menyesuaikan dengan sistem wick. Selanjutnya gunakan tambahan hidroton atau krikil pada media tanaman yang berfungsi untuk membantu menopang tanaman hidroponik tomat tersebut. Jika tanaman hidroponik tomat tersebut sudah bertambah besar dan tinggi, anda bisa gunakan sulur yang membantu tanaman tomat tetap tegak berdiri.

Jangan lupa untuk memberinya nutrisi tanaman hidroponik yang cukup. Jika tingkat air dalam wadah menurun, sebaiknya anda tambahkan lebih banyak air, dan jangan menambah nutrisi. Jika tanaman hidroponik tomat anda tidak terlihat sehat atau terlihat layu, kosongkan waduk sepenuhnya dan bilas bahan serta akar tanaman tomat tersebut dengan air murni yakni memiliki pH 6 yang berguna untuk mencuci dari penumpukan mineral yang dapat menyebabkan bahaya.

Itulah ulasan mengenai tanaman hidroponik tomat selengkapnya untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Tomat Buah atau Sayur? Ini Jawabannya

Tomat itu buah atau sayur? Pertanyaan inilah yang sering kali kita dengar atau bahkan kita ajukan namun tak berujung pada jawaban yang pasti. Tomat pada dasarnya sering dijumpai sebagai bahan penting beberapa masakan ataupun hanya sebagai pelengkap masakan. Namun, bentuk tomat seperti buah pada umumnya.

Tomat

Untuk bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ini, simak saja penggolongan buah dan sayur yang akan kita ulas berikut ini. Penggolongan buah dan sayur dapat ditinjau dari sudut pandang botani dan juga sudut pandang kuliner.

Sudut Pandang Botani

Botani adalah ilmu tentang tumbuhan. Dijelaskan bahwa buah merupakan bagian tanaman yang tumbuh dari bunga. Bagian buah ini juga mengandung biji. Sementara bagian lain seperti halnya batang, akar, daun, serta kuncup bunga termasuk dalam golongan sayur. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dari sudut pandang botani, tomat termasuk dalam kategori buah.

Sudut Pandang Kuliner

Dari sudut pandang kuliner, sayuran terasa kurang manis atau lebih gurih dibandingkan dengan buah yang memiliki rasa manis atau asam. Sayuran biasanya dihidangkan dalam olahan masakan gurih, sementara buah lebih sering disajikan dalam hidangan dessert, minuman, atau hanya sebagai cemilan saja.

Dari penggolongan buah dan sayur di atas, dapat disimpulkan bahwa tomat memiliki dua peran sekaligus yaitu sebagai buah dan sayur. Hal ini ditentukan oleh apa yang kita perlakukan dengan tomat tersebut. Jika kita menggunakan tomat sebagai pelengkap olahan masakan berarti tomat berfungsi sebagai sayur. Sedangkan jika kita menggunakan tomat sebagai minuman itu berarti tomat berfungsi sebagai buah.

Itulah ulasan mengenai tomat sebagai buah dan sayur selengkapnya untuk anda sekalian. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya, pertanian, kehutanan, serta berbagai tips perkebunan.