Cara Bercocok Tanam Pepaya California

Tanaman pepaya yang merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Kemudian tanaman pepaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis termasuklah Indonesia. Tanaman ini memang gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, tanaman pepaya dapat tumbuh subur. Tapi tidak semua jenis pepaya banyak digemari oleh para petani pepaya.

Cara Bercocok Tanam Pepaya California

Tanaman pepaya varietas California merupakan salah satu jenis pepaya yang sedang digemari dan mulai banyak dikebunkan para petani pada saat ini karena sangat menjanjikan keuntungan. Pepaya California ini memiliki sifat dan keunggulan tersendiri yaitu buahnya tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 sampai 1,5 kg tiap buah, berkulit hijau tebal dan mulus, berbentuk lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Keunggulan Tanaman Pepaya California

Tanaman pepaya California dewasa ini merupakan salah satu komoditas pertanian daerah tropis yang mempunyai peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai usaha agribisnis dengan prospek yang cukup menjanjikan. Keunggulan dari tanaman buah pepaya California ini adalah panen yang banyak dan lebih tahan terhadap hama penyakit. Oleh karena itu banyak petani yang memilih budidaya tanaman pepaya California ini.

Jika anda akan menanam buah pepaya California ini tanamlah di tempat yang kondisi hembusan anginya tidak terlalu kencang karena untuk memaksimalkan proses penyerbukan. Yang perlu diperhatikan saat akan menanam tanaman pepaya California ini adalah lahan yang sesuai. Untuk lahan yang baik sebaiknya ditanam pada lahan yang memiliki curah hujan yang sedang yaitu berkisar 1.000 sampai 2.000 mm/th. Untuk suhu yang baik yaitu 22 hingga 27 derajat.

Budidaya Tanaman Pepaya California

Dalam budidaya tanaman pepaya dibutuhkan sistem drainase tanah yang baik agar bisa tumbuh secara optimal. Usahakan agar di sekitar tanaman pepaya tidak ada genangan air karena itu akan menyebabkan pembusukan pada tanaman pepaya. Tanaman pepaya sangat cocok ditanam di tanah yang gembur dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7.

Sebelum menanam pepaya terlebih dahulu pilihlah biji yang berkualitas. Biasanya biji akan dikeringkan dengan cara dijemur setelah itu baru direndam di dalam air. Bila ada yang mengapung maka harus dibuang karena biji tersebut tidak layak tanam. Lalu biji diperam di dalam koran yang telah dibuat lembab lalu simpan di tempat yang teduh sampai tumbuh tunas. Ketika sudah mulai tumbuh tunas, pindahkan ke dalam polybag yang telah diberi media tanam dari tanah dan pupuk kandang.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam pepaya diantaranya adalah lahan tanam harus dilakukan pengairan sehari sebelum ditanami. Pindahkan bibit pepaya berserta dengan polybagnya ke lubang tanam. Usahakan pada proses pemindahan agar tanah pada polybag tetap utuh dan tidak boleh hancur, sehingga bibit tidak layu bahkan mati. Selanjutnya tutup lubang tanam dengan menggunakan pupuk kompos/kandang. Bibit yang dipindahkan ke lahan tanam setidaknya berumur 5 bulan dan proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Seperti dalam budidaya buah naga, pemeliharaan sangat penting dalam proses budidaya tanaman ini. Untuk masa awal tanam biasanya dilakukan penyulaman, penyiraman, dan pemupukan. Pupuk yang bisa dipakai dalam budidaya pepaya California adalah pupuk kompos atau pupuk kandang. Buah pepaya California yang siap untuk dipanen bisa dikenali dari tanda-tandanya yaitu ada semburat berwarna kuning di bagian buah pepaya yang sering terlihat di bagian ujung buah. Cara memanen buah pepaya yang baik bisa menggunakan gunting untuk memotong bagian tangkai buah. Buah ini bisa dipanen dengan periode waktu 10 hari sekali. Agar buah terlihat segar ketika selesai dipanen sebaiknya buah ditempatkan di ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung dan diberi alas plastik atau koran bekas.

Cara Bercocok Tanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah

Buah naga adalah tanaman sejenis kaktus, tetapi pada pohon buah naga ini tidak terlalu banyak mengandung duri seperti pada pohon kaktus. Buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Buah naga adalah buah yang kaya akan vitamin dan mengandung banyak sekali manfaat. Buah naga ada beberapa jenis yaitu, Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih. Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah. Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih. Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah.

Cara Bercocok Tanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah

Dengan banyaknya manfaat buah naga membuat banyak petani berinisiatif untuk melakukam penanaman dan pengembangan buah naga. Selain itu harga buah naga yang relatif masih mahal menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menanamnya. Biasanya buah naga banyak ditanam pada halaman depan rumah sekaligus sebagai hiasan pada taman mini atau bisa juga ditanam pada halaman belakang. Namun jika petani lebih serius untuk menekuni tanaman ini, biasanya akan menanam buah naga pada lahan yang lebih luas bisa di sawah atau pekarangan yang khusus dibuat untuk menanam buah naga agar hasil panen lebih melimpah.

Tips Menanam Buah Naga

Untuk penanaman buah naga ini sebenarnya tidak sulit dan mudah dicoba untuk anda yang sangat ingin menanam buah naga di pekarangan rumah anda sendiri. Jenis buah naga yang paling sering ditanam pada umumnya adalah jenis Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih. Untuk jenis pohonya sama saja. Cara budidaya buah naga dapat dilakukan dengan biji (generatif) dan dengan batang (vegetatif), cara menanam dengan stek batang lebih mudah dilakukan dan lebih cepat menghasilkan.

Sebelum menanam, anda harus menyiapkan bibit buah naga untuk ditanam. Anda dapat memilih bibit dari batang yang besar dan sudah tua dan pastikan bibit tersebut bebas dari penyakit. Pilih batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil produksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu. Bibit buah naga biasanya memiliki panjang ideal 30 cm dan kemudian ditanam pada pot dengan kedalaman 10 cm. Setelah Anda menanam buah naga tekan-tekan sedikit tanah sekitar bibit agar tidak mudah roboh. Selanjutnya siram dengan air dan letakkan pot ditempat terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung.

Cara Penanaman Buah Naga

Potong dengan potongan miring pada bagian yang akan ditancapkan. Lalu hilangkan getah buah naga sebelum ditanam dengan meletakkannya di area yang teduh. Setelah itu siapkan polybag besar, isi dengan campuran Tanah dan pupuk kandang perbandingan 1:1. Setelah getah di batang buah naga kering, bibit dapat ditanam terlebih dahulu di polybag sebagai media persemaian. Letakkan polybag yang telah ditanami di tempat yang teduh. Lakukan penyiraman 1 hari sekali, sampai batang buah naga berakar dan tumbuh. Lakukan penyulaman bibit jika ada bibit yang tidak berhasil tumbuh.

Buah Naga biasanya akan berbuah sekitar 10 -12 bulan setelah tanam tergantung dari kualitas bibit dan panjang bibit yang ditanam tadi. Buah yang sudah siap panen memiliki ciri merah mengkilap, dan warna hijaunya sudah tidak ada. Jika anda bisa berhasil menanam buah naga ini dengan baik, anda bisa memperbanyak tanaman ini dan bisa dijadikan sebagai peluang bisnis anda.