Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Mudahnya Menanam Kangkung Hidroponik

Bagi yang menekuni bisnis pertanian, bertanam lada adalah salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih lagi, jika anda giat merawat tanaman lada tersebut hingga musim panen tiba. Pastinya anda akan mendapatkan omset besar dalam waktu yang relatif cepat hanya dengan menjalankan bisnis lada. Lada itu sendiri merupakan salah satu sumber bahan penyedap rasa masakan yang rasanya pedas mirip dengan cabai dan harganya juga semakin tinggi. Budidaya lada tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi dalam masayarakat jika dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat tentunya. Tanaman lada ini juga sudah dibudidayakan sejak jaman dulu. Terlebih lagi, tanaman lada tersebut juga memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan tubuh kita. Lada atau merica ini memiliki nama latin atau nama ilmiah Piper nigrum L. Tanaman lada adalah tumbuhan merambat dan memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur berwarna hijau pucat dan buram dengan ujung runcing yang tersebar dengan batang yang berbuku-buku. Prospek agribisnis tanaman lada juga sangatlah menjanjikan.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Lada itu sendiri terbagi menjadi berbagai macam jenis mulai dari lada hitam, lada putih, dan lada hijau. Pohon lada bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Saat ini, komoditas tanaman lada terbilang cukup bagus. Banyak orang yang mulai tertarik melakukan budidaya tanaman yang satu ini karena hasil yang didapat terbilang memuaskan. Lada dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh selain sering dijadikan sebagai bumbu penyedap masakan. Lada juga memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti sakit kepala, asma atau sesak nafas, menurunkan resiko kanker dan tumor payudara. Selain itu, lada bermanfaat sebagai penghangat tubuh disaat suhu. Terlebih lagi, lada mampu meningkatkan gairah seksual untuk pasangan suami istri. Untuk memulai budidaya tanaman lada, ada harus mengenali karakteristik tanaman lada dengan baik terlebih dahulu, agar dapat melakukan penanaman dan perawatan yang sesuai, sehingga hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Untuk info lebih jelasnya, simak saja cara bertanam lada berikut ini.

Syarat Tumbuh Tanaman Lada

Bertanam lada dapat tumbuh dengan baik jika terpenuhilah berbagai faktor yang mempengaruhi tanaman lada. Tanaman lada dapat tumbuh subur di wilayah yang memiliki curah hujan 2.000 sampai dengan 3.000 mm per tahunnya. Lada akan tumbuh dengan baik di suhu udara 20 sampai dengan 34 derajat celcius. Tanaman lada ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup setidaknya 10 jam per hari. Tanaman lada tersebut dapat hidup di wilayah yang memiliki ketinggian 300 sampai dengan 1.100 meter di atas permukaan air laut. Tanah yang baik untuk pertumbuhan lada ialah tanah yang memiliki derajat keasaman 5,5 sampai 7, tanah subur tersebut ditandai warna yang biasanya berwarna merah sampai dengan kekuning-kuningan.

Cara Budidaya Tanaman Lada

  • Media Tanam

Media tanam yang baik saat hendak bertanam lada sebaiknya adalah tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak unsur hara. Media tanam  yang digunakan untuk budidaya tanaman lada tersebut sebaiknya tidak terlalu kering, dan juga tidak tergenang air. Kandungan humus dalam tanah untuk budidaya tanaman lada sebaiknya sebanyak 1 meter sampai 2,5 meter dengan sudut kemiringan tak lebih dari 300 meter. Sebelum tanah digunakan untuk budidaya tanaman lada sebaiknya dilakukan pengolahan dengan cara penyiangan dan penggemburan tanah. Media tanam untuk pembibitan lada itu sendiri adalah campuran tanah, pasir dan bahan organik dalam rasio 2: 1: 1 atau 1: 1: 1, dan telah disterilisasi dengan benar.

  • Pembibitan

Pemilihan bibit saat melakukan bertanam lada sebaiknya diambil dari indukan tanaman lada yang sehat. Hal tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil yang didapat saat panen lada tiba nantinya. Bibit tanaman lada sebaiknya diambil dari indukan yang sudah berumur setidaknya 10 bulan sampai dengan 3 tahun. Media tanam yang digunakan untuk pembibitan harus diinfentasi, setelah dilakukan sterilisasi. Media tanam yang dipadukan dengan mikroba menguntungkan seperti Trichoderma spp, Pseudomonas flurescens dan mikoriza (AM atau VAM). Media yang diperlukan bisa menggunakan polybag. Satu buku stek berdaun tunggal ditanam di polybag tersebut lalu diberi tutup ruang yang dapat dilalui oleh sinar matahari 60-70%, namun bisa menghindari serangan hama. Bibit tanaman lada tersebut siap ditanam di lapangan jika sudah tumbuh 5 hingga 7 buku.

  • Penanaman

Penanaman dalam bertanam lada bisa dilakukan setelah tanah yang subur tersebut diolah. Pengolahan tanah untuk menanam lada tersebut meliputi penggemburan dengan cara mencangkulnya sedalam 20 sampai dengan 35 cm, hal tersebut juga berlaku untuk budidaya lada perdu. Setelah dicangkul taburkan kapur untuk mendapatkan tingkat keasaman yang sesuai. Setelah tingkat keasaman sesuai dengan syarat tumbuh tanaman lada tersebut, kemudian diamkan selama 3 sampai dengan 4 minggu. Dosis kapur yang diberikan disesuaikan dengan kondisi tingkat keasaman tanah. Agar lada tumbuh dengan baik, anda juga harus memperhatikan jarak tanaman lada tersebut.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Jarak direkomendasikan untuk bertanam lada adalah 2,5 x 2,5 m (1600 tanaman / ha), atau 3,0 x3,0 m (1.100 tanaman / ha). Lain halnya untuk ukuran lubang tanam lada adalah 45 cm x 45 cm sampai 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x dalam). Tanah galian untuk menanam lada dibiarkan terbuka agar kontak dengan matahari selama setidaknya 40 hari sebelum tanam. Penanaman tanaman lada sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan atau saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, hal ini juga dilakukan dalam cara bertanam lada putih. Selain itu juga diperlukan pemupukan dengan cara menaburkan pupuk setelah tanaman ditanam.

Setelah mengetahui jarak saat hendak bertanam lada, kini saatnya anda melakukan penanaman lada. Bibit lada yang telah menjadi 5 hingga 7 buku yang tumbuh dengan cara yang mengarah ke tajar menempatkan sekitar 3 hingga 4 buku dasar (tidak ada daun) ditanamkan lead untuk tajar, sedangkan sisanya 2- 3 buku (berdaun) beristirahat dan diikat pada tajar. Cara inilah yang disebut dengan budidaya lada dengan tiang panjat. Kemudian tanah dipadatkan di sekitar lahan menanam lada tersebut. Hal yang sama dilakukan ketika menggunakan stek panjang bahan tanaman (buku 3 hingga 5) dilakukan pertama adalah untuk menambahkan 2 hingga 3 buku dasar tanaman lada tanpa daun.

  • Perawatan

Perawatan dalam bertanam lada dimulai dengan mengikat sulur. Pengikatan sulur dan pembentukan kerangka tanaman lada dilakukan dengan proses pemangkasan. Pemangkasan tanaman lada digunakan untuk membangun pabrik kerangka lada dengan baik, cara ini dilakukan tiga kali sebelum tanaman lada diproduksi. Proses pemangkasan tanaman lada yang pertama dilakukan yakni pada saat tanaman lada telah tumbuh menjadi 6 hingga 9 buku atau sekitar umur 5 hingga 6 bulan setelah tanam, ukuran pemangkasan atau trim tanaman lada dilakukan pada ketinggian 25-30 cm dari permukaan tanah atau sekitar di atas 2 buku yang telah sangat melekat pada tajar.

Proses pemangkasan tanaman lada yang kedua yakni dilakukan pada saat tanaman lada tersebut telah tumbuh menjadi 7 hingga 9 buku atau berumur sekitar 1 tahun, saat buku tidak diterbitkan buah cabang. Sementara untuk proses pemangkasan ketiga dilakukan pada saat tanaman lada berumur 2 tahun atau tinggi tanaman lada mencapai 2,5 m, sehingga akan membentuk kerangka tanaman lada yang memiliki banyak potongan-potongan cabang / cabang produktif. Lain halnya dengan proses pemangkasan sulur. Proses pemangkasan sulur meliputi sulur gantung dan sulur tanah/cacing. Kedua sulur tanaman lada tersebut merupakan sulur panjat. Akan tetapi karena kedua sulur tersebut tidak melekat pada tajar maka berubah menjadi sulur gantung/sulur cacing yang tidak dapat menghasilkan buah. Jadi kedua sulur tersebut hanya dibuang/dipangkas secara rutin.

Proses pemangkasan yang terakhir yaitu proses pemangkasan tajar. Proses pemangkasan tajar tersebut dilakukan setidaknya 3 hingga 5 kali per tahun untuk menanam lada mendapat sinar matahari yang cukup, karena tanaman lada dapat tumbuh dengan subur jika mendapatkan sinar matahari yang cukup. Proses pemangkasan tajar tersebut harus dilakukan sebelum pemupukan tanaman lada dengan tujuan untuk mengoptimalkan sinar matahari dan menekan pengambilan persaingan unsur hara dan air antara pohon-pohon lada dan tanaman panjatannya atau tajar. Setiap proses dalam bertanam lada tersebut harus dilakukan dengan benar agar hasil panen yang didapat dapat memuaskan dan lebih maksimal sesuai keinginan anda.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Cara bertanam lada selanjutnya ialah melakukan penyiangan. Proses penyiangan tersebut dilakukan pada gulma atau rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman lada. Penyiangan gulma/rumput tersebut dilakukan secara terbatas. Penyiangan gulma atau rumput bersih hanya dilakukan di sekeliling tanaman lada atau berada dalam radius sekitar 60 cm saja. Penyiangan gulma atau rumput dapat menggunakan bahan organic. Sementara pemberian mulsa daun atau bahan organic yang dibutuhkan oleh setiap tanaman, tak terkecuali dengan tanaman lada ini dapat dilakukan pada musin kemarau. Langkah penyiangan gulma atu rumput ini memiliki tujuan utama yaitu menekan pertumbuhan gulma/rumput yang berada di sekeliling tanaman lada.

Setelah proses penyiangan, langkah bertanam lada selanjutnya ialah dengan melakukan pemupukan tanaman lada. Analisis tanah tanaman lada sebaiknya dilakukan untuk menentukan kandungan hara tanah yang terkandung di dalamnya, sehingga kita akan tahu apakah tanah tersebut baik untuk pertumbuhan tanaman lada yang hendak kita tanam. Dosis dan aplikasi pupuk tanaman lada akan diberikan dengan ketentuan tertentu yang ditentukan berdasarkan hasil analisis tanah, dan mempertimbangkan keragaman tanaman, umur dan potensi produksinya. Untuk porsinya, pemberian pupuk organik untuk tanaman muda lada sebanyak 5-10 kg / tanaman. Pemberian pupuk tanaman lada tersebut dapat dipilih atau dibagi dalam dua kali atau lebih secara rutin. Selain itu, abu yang berasal dari pembakaran kayu juga dapat diberikan sebagai elemen tambahan kalium dan fosfat sebagai sumber fosfor yang menunjang pertumbuhan tanaman lada yang baik.

Dalam memberikan pupuk saat bertanam lada juga dapat ditambahkan formulasi pupuk yang terdiri dari campuran mikroba yang menguntungkan. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesehatan tanaman lada tersebut. Secara umum, tahun pertama pertumbuhan tanaman lada menggunakan 5 kg bahan organik/pabrik pupuk anorganik dan sebanyak 100 gram/tahun (NPK 00:12:17). Distribusi pupuk anorganik itu sendiri telah dibagi menjadi empat kali, yaitu 30 gram, 60 gram, 90 gram dan 120 gram dengan interval 3 bulan. Pemupukan tanaman lada ini sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan sehingga pertumbuhan tanaman lada tersebut akan lebih maksimal dan memuaskan anda dalam memetik hasil panennya.

Pemberian pupuk anorganik dalam bertanam lada dapat dilakukan dengan cara mengikis (mengangkut) lapisan tanah disekeliling tanaman lada tersebut. Cara mengikis tanaman lada ini dilakukan secara hati-hati. Langkah selanjutnya yakni pupuk disebarkan di seluruh permukaan tanah. Setelah cara tersebut, kemudian ditutup bahan organic dan tanah yang tadi diangkat ditambah tanah yang berasal dari antara tanaman lada. Dengan cara seperti ini, tanaman lada yang hendak anda tanam tersebut akan menghasilkan lada yang sangat banyak. Pasalnya, tanah yang ia tempati sangat subur dan baik kandungan unsur haranya. Anda harus melakukan pemupukan secara berkala dan rutin agar kesuburan tanah yang digunakan untuk menanam lada tersebut tetap terjaga.

Setelah memberikan pupuk yang baik dalam bertanam lada, langkah selanjutnya ialah melakukan pengawasan terhadap tanaman lada. Pengawasan tanaman lada yang telah anda tanam dikebun tersebut harus dilakukan secara berkala. Anda harus cermat memperhatikan tanaman lada anda, apakah tanaman lada anda terserang hama penyakit atau hama lainnya. Jika memang telah terserang, segeralah lakukan pengendalian hama secara tepat agar kerusakan yang terjadi tidak mengganggu kesehatan tanaman lada anda secara lebih dalam. Langkah yang bisa anda ambil untuk mengendalikan hama tersebut sangat beragam.

Dalam mengendalikan hama yang membawa bibit penyakit pada tanaman lada tersebut dapat dilakukan dengan membuang atau bahkan memusnahkan bagian tanaman lada yang terserang hama penyakit. Bukan hanya itu saja, alat pertanian yang hendak digunakan untuk membasmi hama tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu. Cara ini dilakukan ketika anda hendak menggunakan alat pertanian tersebut untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman lada yang lainnya. Dengan begitu, hama yang menyerang tanaman lada yang satu tidak akan menularkan lebih banyak hama penyakit pada tanaman lada yang lainnya. Pastinya dengan cara pengendalian hama penyakit ini, tanaman lada anda akan terjaga kesehatannya.

Cara budidaya tanaman lada dilanjutkan dengan proses panen lada. Proses panen lada biasanya dilakukan pada usia lada sekitar 4.5 hingga 5 tahun atau lebih. Panen tanaman lada tersebut dilakukan dengan mengambilnya melalui pemanjat (anak tangga) yang terbuat dari bambu yang diletakkan di pohon panjatnya. Lada-lada yang sudah matang biasanya berwarna merah jingga dan dipetik pada bagian tandan/tangkai buahnya. Hasil petikan tanaman lada kemudian dimasukan ke dalam bakul-bakul yang terbuat dari ayaman bambu atau karung. Ada sebagian besar petani yang mengolah tanaman lada tersebut. Biasanya sebelum di pasarkan, hasil panen lada mentah diolah terlebih dahulu lalu dikeringkan. Lada keringlah yang biasanya dijual di pasaran.

Menciptakan lapangan kerja dengan menanam lada, baik itu lada hitam dan lada putih di kebun sangat penting untuk menambah penghasilan sehari-hari. Pasalnya budidaya lada sangat berprospek menghasilkan banyak keuntungan. Terlebih lagi, harga lada akhir-akhir ini terbilang cukup tinggi. Harga lada hitam asta dapat mencapai harga Rp 180 ribuan hingga Rp 210 ribuan per kilogramnya, serta lada putih Lampung dapat mencapai tarif harga Rp 200 ribuan per kilogram. Sangat mengejutkan sekali harga tanaman lada tersebut. Untuk itu segeralah melakukan budidaya tanaman lada tersebut agar anda menciptakan lapangan kerja sendiri. Tips dan kiat cara budidaya tanaman masih populer dicari masyarakat yang ingin memulai bisnis budidaya di bidang pertanian.

Demikianlah ulasan terupdate mengenai tips budidaya dan bertanam merica (lada) yang benar selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar budidaya-budidaya terpopuler.

Kiat dan Cara Budidaya Jamur Tiram Para Petani Sukses

Cara budidaya jamur tiram memang tengah digiatkan oleh para petani jamur yang ingin mendapatkan omset bisnis yang tinggi. Dari berbagai jenis jamur yang dapat dikonsumsi masyarakat, jenis jamur tiram merupakan jenis jamur primadona. Kepopuleran jamur tiram terbukti dengan banyaknya olahan makanan yang bahan dasarnya terbuat dari jamur tiram yang banyak diminati. Tidak hanya dipedesaan, bahkan dikota-kota besar sudah banyak pedagang yang memakai roda dipinggir jalan yang menjual jamur krispi dengan berbagai rasa.  Jamur tiram walaupun sering dijadikan menu masakan tapi tidak sedikit juga jamur ini diolah menjadi makanan ringan. Budidaya jamur tiram ini sangat cocok digalakkan untuk daerah yang memiliki iklim tropis seperti halnya Indonesia. Kebutuhan akan jamur tiram meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat Indonesia mengkonsumsi jamur tiram.

Bisnis budidaya jamur tiram terbilang menjanjikan. Bahkan telah banyak penyaji kuliner yang dimana daftar menunya selalu menghadirkan olahan jamur tiram. Dengan keadaan dan kepopuleran jamur tiram seperti itu, maka tidak heran jika banyak orang yang melirik usaha budidaya jamur tiram ini. Hal ini semata-mata bertujuan untuk membudidayakannya atau bisa dibilang home industry. Budidaya jamur tiram ini bisa menjadi ladang usaha baru bagi siapapun yang ingin menekuni budidaya jamur tiram ini. Bagi anda yang ingin usaha bisnis budidaya jamur tiram, investasi yang dikeluarkan pun cukup murah. Bisnis jamur tiram tersebut bisa anda lakukan secara bertahap. Bagian tersulit cara budidaya jamur tiram di rumah adalah membuat baglog, media tanam yang harus diinokulaikan dengan bibit jamur. Untuk info lengkapnya, simak saja tips dan kiat sukses budidaya tanaman jamur tiram berikut ini.

Kiat dan Cara Budidaya Jamur Tiram Para Petani Sukses

Tips Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Langkah awal dalam membudidayakan jamur tiram ialah dengan terlebih dahulu mengenal jenis-jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan. Jamur tiram yang dapat dibudidayakan tersebut ialah Pleurotus floridae jamur tiram yang memiliki warna putih bersih, jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan selanjutnya ialah Pleurotus ostreatus jamur tiram yang memiliki warna putih, dan putih kekuningan, Pleurotus cystidious jamur tiram yang memiliki warna putih, kemerahan, lalu jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan yaitu Pleurotus citrinopileatus jamur tiram yang memiliki warna kuning keemasan, Pleurotus djamor jamur tiram yang memiliki warna ungu kemerahan, jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan berikutnya Pleurotus eryngii jamur tiram yang memiliki warna kebiruan, jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan yakni Pleurotus euosmus jamur tiram yang memiliki warna kecoklatan, Pleurotus flabellatus jamur tiram yang memiliki warna merah jambu, Pleurotus pulmonarius jamur tiram yang memiliki warna putih keabu-abuan, dan jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan yang terakhir ialah Pleurotus sajor-caju jamur tiram yang memiliki warna kelabu.

Langkah budidaya jamur tiram berikutnya ialah memilih bibit jamur tiram yang berkualitas. Bibit yang dapat digunakan dalam budidaya jamur tiram tersebut adalah F3. Bibit budidaya jamur tiram ini dapat dibuat atau diperoleh dari petani jamur yang sudah bisa membuat bibit-bibit jamur. Untuk membuat bibit jamur sendiri, diperlukan alat dan bahan yang steril karena proses budidaya jamur tiram ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit budidaya jamur tiram biasa menggunakan laminar flow atau transfer box. Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur perhatikan hal-hal seperti pilih bibit yang telah teruji, cara mengetahuinya dari nilai BER (biological ratio) jamur. Untuk jamur tiram BER nya sekitar 75%. Membeli dari instansi ternama yang memiliki sertifikasi atau dilegalkan pemerintah. Miselium berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata, dikhawatirkan pada bagian yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi. Periksa tanggal pembuatannya atau kadaluarsanya. Tips memilih bibit yang terakhir ialah mencari informasi dari petani jamur yang sudah berhasil.

Tips budidaya jamur tiram selanjutnya ialah menyiapkan media budidaya jamur tiram yang baik. Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika ditempatkan pada media tanam yang terbuat dari serbuk gergaji dikemas dalam kantong plastik. Pertumbuhan jamur tiram tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, anda perlu tahu tentang kondisi lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan jamur tiram sebelum anda melakukan budidaya jamur tiram ini. Berbagai bahan yang mengkombinasi menjadi satu dalam media tanam jamur yang baik, terdiri dari serbuk gergaji kayu sebanyak 80%, bekatul sebanyak 10-15%, kapur CaCo₃ sebanyak 3%, dan air kurang lebih 40-60%. Dalam kehidupan alami, jamur tiram ini tumbuh di hutan. Biasanya jamur tiram tumbuh di bawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Terlebih lagi, ada beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium disimpan dalam ruang yang lebih redup, akan lebih banyak jumlah di bandingkan di tempat terang sinar matahari penuh. Miselium itu sendiri adalah jaringan yang mencakup koleksi hifa jamur.

Kiat dan Cara Budidaya Jamur Tiram Para Petani Sukses

Cara budidaya jamur tiram untuk pemula harus dimulai dengan memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram tersebut ialah temperatur suhu. Serat miselium jamur tiram dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28°C. Walaupun demikian, dengan temperatur suhu di bawah 23°C, miselium jamur tiram masih bisa tumbuh meskipun lambat. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram yang kedua ialah kelembaban. Jamur tumbuh dengan baik di kondisi lembab, tetapi tidak ingin genangan air. Oyster miselium jamur tumbuh optimal pada kurangi yang memiliki kadar air sekitar 60%. Adapun merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah, membutuhkan kelembaban sekitar 70-85%. Faktor utama lainnya yang mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram selanjutnya ialah cahaya. Miselium jamur tiram tumbuh secara optimal dalam gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh dalam gelap. Oleh karena itu, diperlukan pohon peneduh di dekat gedung tempat jamur pemeliharaan.

Faktor lain yang juga mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram berikutnya ialah udara. Jamur tiram juga memerlukan sirkulasi udara segar untuk pertumbuhannya. Pertumbuhan miselium jamur memerlukan kandungan karbon dioksida yang agak tinggi, yaitu 15%-20%. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhkan jamur tiram yang terakhir yaitu derajat keasaman (pH). Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada pH media yang sedikit asam, yaitu antara 5.0-6.5. Pertumbuhan jamur tiram yang optimal dapat dicapai bila lingkungannya sesuai serta tersedia nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan. Protoplas sel memerlukan nitrogen, fosfor, dan nutrisi lain. Karbon selain diperlukan untuk pembentukan protoplasma, juga diperlukan sebagai sumber energy. Nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin diperlukan untuk pembentukan dinding sel jamur. Cara budidaya jamur tiram yang benar selanjutnya ialah melakukan fermentasi jamur tiram dan sterilisasi media tanam jamur tiram. Tips budidaya jamur tiram yang baik selanjutnya yaitu dengan melakukan inokulasi dan inkubasi yang tepat.

Baglog Budidaya Jamur Tiram

Sama seperti halnya cara budidaya jamur merang, tips budidaya jamur tiram juga membutuhkan baglog. Baglog adalah media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama dari pembuatan baglog tersebut adalah serbeuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog biasanya dibugkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujunganya diberi lubang. Di lubang baglog tersebut jamur tiram akan tumbuh keluar. Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Lain halnya secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara menyiapkan baglog ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang. Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur tiram skala besar atau di dalam bangunan semi permanen.

Ukuran ketinggian ruang antar rak dalam cara budidaya jamur tiram tersebut sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Rak tersebut juga dapat anda buat 2 hingga 3 tingkat. Lebar rak sebaiknya 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Pada setiap ruas rak sebesar 1 meter ini dapat menampung 70-80 baglog. Anda dapat sesuaikan rak dengan jumlah baglog yang ingin anda budidayakan. Tempat pemeliharaan budidaya jamur tiram dibuat dengan ukuran 10 x 12 m² yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m². jarak antara petak 40-60 cm di dalam setiap petakan dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan budidaya jamur tiram dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu. Log budidaya jamur tiram disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan budidaya jamur tiram diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari log tidak tumpang tindih dengan tubuh buah yang lain. Miselium jamur tiram tumbuh memenuhi log media. Setelah seluruh log media ditumbuhi miselium jamur tiram, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log tersebut dibuka.

Cara budidaya jamur tiram yang benar harus melakukan sterilisasi baglog. Sterilisasi baglog budidaya jamur tiram dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog budidaya jamur tiram dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog budidaya jamur tiram menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya. Setelah proses sterilisasi baglog budidaya jamur tiram selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

Kiat dan Cara Budidaya Jamur Tiram Para Petani Sukses

Tidak hanya pada cara budidaya jamur kuping, tips budidaya jamur tiram juga melakukan cara yang hampir sama. Sebelum baglog budidaya jamur tiram disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan selama kurang lebih 5 hari. Setelah itu, potong ujung baglog budidaya jamur tiram agar memiliki ruang pertumbuhan lebih lebar. Diamkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman budidaya jamur tiram cukup pada lantai saja. Untuk penyiraman gunakan spray, penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan air. Semakin sempurna pengabutan maka akan semakin baik jamurnya. Lakukan penyiraman budidaya jamur tiram sebanyak 2-3 kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembaban kumbung. Kumbung (rumah jamur) adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya sebuah bangunan yang berisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Lumbung harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Kumbung terbuat dari bambu atau kayu, dinding kumbung biasanya terbuat dari gedek atau papan serta atapnya terbuat dari genteng atau sirap.

Cara budidaya jamur tiram dilanjutkan dengan melakukan pengendalian hama. Selain pemeliharaan pada baglog budidaya jamur tiram, anda juga perlu melakukan perawatan budidaya jamur tiram untuk mencegah atau mengendalikan hama dari penyakit yang bisa menyerang jamur tiram kapan saja. Ulat merupakan salah satu hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama dalam budidaya jamur tiram ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tidak bersih. Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin. Hama dan penyakit yang menyerang tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkukan maupun jamur itu sendiri. Sehingga tempat budidaya jamur tiram harus dibersihkan dengan penyemprotan formalin pada area sekitar kumbung, secara berkala.

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya ialah proses pemanenan jamur tiram. Pemanenan jamur tiram dapat dilakukan pada jamur tiram yang telah mekar dan membesar. Tepatnya di ujung-ujung jamur tiram telah terlihat meruncing. Namun tudung jamur tiram belum pecah, warna jamur tiram pun masih putih berserih. Jika masa panen jamur tiram lewat setengah hari saja, maka warna dari jamur tiram tersebut akan berubah menjadi kuning kecoklatan dan tudung jamur tiram pecah. Jika sudah begini, jamur tiram akan cepat layu dan tidak akan bertahan lama. Perlu diperhatikan bahwa dalam proses panen jamur tiram harus tepat sesuai jadwal. Jarak panen jamur tiram pertama ke panen jamur tiram berikutnya berkisar 2 hingga 3 minggu. Pengambilan jamur tiram tersebut harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat mengalami kebusukan. Potong jamur tiram tersebut dengan pisau yang bersih dan tajam, kemudian simpan jamur tiram di wadah plastik dengan tumpukan jamur tiram setinggi 15 cm.

Jika baglog budidaya jamur tiram yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 2 minggu sejak pembukaan baglog jamur tiram, keadaan jamur tiram sudah mulau tumbuh dan sudah dapat dipanen. Baglog jamur tiram dapat dipanen sebanyak 5-8 kali, jika perawatan baglog jamur tiram baik. Baglog jamur tiram yang memiliki berawal sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur tiram kurang lebih 0.7-0.8 kg. Panen jamur tiram dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali, tergantung dari jarak pembukaan log-log jamur tiram. Dari satu log jamur tiram akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur tiram. Jamur tiram Pleurotus adalah jamur tiram yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muda. Panen jamur tiram dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal saat 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah.

Itulah ulasan terupdate mengenai tips budidaya jamur tiram yang benar selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar budidaya-budidaya terpopuler.