Karakteristik Dan Cara Menanam Bunga Anthurium

Anthurium adalah tanaman yang mudah beradaptasi serta tidak rewel asal dirawat dengan baik. Supaya anthurium bisa tumbuh dengan baik, perlu terlebih dahulu tau karakteristik tanaman ini. Sebagai gambarannya, walau hidup di tempat teduh, bukan berarti tanaman anthurium tidak membutuhkan cahaya. Anthurium tetap membutuhkan cahaya, tetapi tidak berlebihan. Untuk itu seorang yang tertarik merawat tanaman anthurium harus memahami karakter tanaman anthurium dengan baik.

karakteristik-dan-cara-menanam-bunga-anthurium

Habitat anthurium cukuplah beragam. Tanaman ini tumbuh dengan baik di lokasi yang agak teduh. Di alam, umumnya anthurium hidup pada daerah hutan tropis. Sebagian ditemukan menempel di pepohoan serta bebatuan. Tapi, ada juga yang tumbuh di tanah. Amerika Selatan adalah daerah yang mempunyai banyak species bunga anthurium. Columbia, Equador, Panama da Mexico adalah negara-negara yang terkenal jadi tempat asal sebagian besar species anthurium. Di Indonesia, anthurium bisa beradaptasi serta tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Sekitar 500-1400 m diatas permukaan laut.

Karakteristik Bunga Anthurium

Daya tarik utama dari bunga anthurium yaitu bentuk daunnya yang indah, unik, serta bervariasi. Daun umumnya berwarna hijau tua dengan urat serta tulang daun besar dan menonjol. Sehingga menjadikan sosok tanaman ini nampak kekar tapi tetap memancarkan keanggunan saat dewasa. Tak heran jika tanaman ini mempunyai kesan mewah serta eksklusif. Di waktu lalu, anthurium banyak jadi hiasan taman serta istana kerajaan-kerajaan di Jawa. Yang Konon, dipuja menjadi tanaman para raja.

Keindahaan daun anthurium yang eksotik bisa dinikmati di dalam ruangan. Tanaman ini memang menyukai lokasi teduh dan tak terkena langsung cahaya matahari. Bunga Anthurium akan tampak prima ditempat-tempat teduh ataupun dibawah naungan. Bila terkena cahaya matahari yang berlebihan, daun-daunnya bisa hangus terbakar. Dan ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning agak coklat. Kebutuhan sinar matahari yang pas untuk tanaman anthurium sekitar 30 sampai 60%. Suhu lingkungan yang digemari oleh tanaman anthurium adalah sekitar 14 sampai 28°C. Sementara kelembaban idealnya yang dibutuhkan adalah sekitar 80 sampai 90%. Kondisi demikian dapat membuat anthurium tumbuh dengan maksimal, seperti daun mulus serta batang bisa tumbuh tegak.

Media Tanam Bunga Anthurium

Untuk Media pertumbuhan anthurium  dibedakan menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian serta untuk tanaman dewasa. Media tumbuh bunga anthurium terdiri dari campuran humus, pupuk kandang serta pasir kali. Humus ataupun tanah hutan serta pupuk kandang yang sudah jadi diayak dengan ukuran ayakan 1 cm. Kemudian untuk pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm. Humus, pupuk kandang serta pasir kali yang sudah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Sedangkan untuk persemaian, medium tumbuh butuh disterilkan dengan langkah mengukus selama satu jam. Selain tanah, Tanaman Anthurium suka media lain. Misalnya tanaman Anthurium yaitu media yang porous berupa campuran arang sekam serta pakis cacah. Tujuannya supaya akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh serta menyebar.

Budidaya Tanaman Anthurium biasanya baik dilakukan di daerah dataran rendah yang memerlukan bangunan dengan atap naungan paranet 60 hingga 70%. Untuk dataran sedang memakai naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi bisa digunakan atap paranet 25%. Bila cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan juga kering, sebaliknya bila cahaya kurang daun nampak lemas serta pucat, serta daun dan juga tangkainya cenderung memanjang.

Demikianlah ulasan tentang karakteristik bunga anthurium. Untuk menambah wawasan anda tentang tanaman hias baca juga ciri ciri bunga melati. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

 

Karakteristik Dan Manfaat Jambu Mawar Si Wangi Kraton

Pernahkah kamu mendengar nama jambu keraton? Kalau tidak dengan jambu mawar? Kedua dari nama tersebut, baik itu jambu amwar ataupun jambu keraton, tertuju  pada satu objek yang sama yaitu jenis jambu-jambuan atau Myrtaceae. Dengar dengar jambu ini berasal dari Asia tenggara terutama pada kawasan Malaysia. Tak ada yang tahu mengapa jenis jambu yang ini dinamai jambu keraton. Lain halnya dengan sebutan jambu mawar, pemberian kata mawar memang dikarenakan oleh beberapa alasan. Yaitu khususnya wewangiannya yang begitu khas dan pekat seperti di bunga mawar. Selain itu air yang ada di dalam juga sama seperti yang terkandung pada bunga mawar. Bila Anda familiar dengan kosmetik air mawar, sebenarnya tidak benar-benar dibuat dari bunga mawar. Akan tetapi dari jambu keraton yang aromanya wangi ini.

karakteristik-dan-manfaat-jambu-mawar-si-wangi-kraton

Berbeda dengan macam jambu air lainnya, jambu mawar ini begitu jarang dimakan. Dan jika diperhatikan, jambu ini  juga jarang dijadikan berdagang di pasaran sama seperti jambu lainnya. Walaupun demikian, pada dasarnya, jambu keraton atau jambu mawar ini umum dimakan. Walau memang rasanya jauh di bawah jambu air pada umumnya. Umumnya yang senang mengkonsumsi jambu ini yaitu anak-anak. Apabila jenis jambu lainnya ditanam dengan tujuan diambil buahnya serta jadi pohon peneduh. Maka tanaman jambu ini lebih banyak ditanam pada pekarangan sebagai tanaman hias.

Karakteristik Jambu Keraton

Pohonnya memang tidaklah besar seperti jenis pohon jambu air yang lain. Ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi maksimal 10 meter. Untuk gemang batang yang hanya mencapai angka maksimal yaitu 50 cm. Tanaman ini memiliki cabang yang cenderung rendah serta tumbuh melebar. Daun jambu mawar ini tunggal untuk letaknya berhadap-hadapan.  Untuk Daun juga langset dan lonjong dengan ujung yang runcing. Daun jambu mawar ini mempunyai warna hijau cenderung mengkilat.

Adapun bagian buahnya, memiliki ciri yang begitu  khas. Buah jambu mawar bentuknya bulat seperti telur. Serta dilengkapi dengan garis tengah dengan ukuran 2,5 hingga 5 cm. Jambu ini memiliki mahkota daun kelopak serta tangkai putik yang kuat dan tidak gampang rontok. Daging buah jambu mawar ini tidak ada persamaan dengan daging buah jambu air. Bagian dagingnya cenderung kering. Akan tetapi, aromanya begitu khas serupa mawar. Warna buah ini umumnya kuning, tapi ada pula yang berwarna merah muda.  Jika dimakan yang terasa di lidah yaitu rasa sepat yang dominan dan berpadu tipis dengan rasa manis buah. Buah jambu mawar ini mempunyai biji berwarna kecoklatan yang ada pada bagian dalam buahnya serta biasanya dijumpai jumlahnya 1 sampai 4 biji.

Manfaat Jambu Mawar

Pemanfaatan jenis jambu mawar ini tak untuk tujuan kosmetik serta juga sebagai tanaman penghias taman saja . Tapi pada bagian tanaman jambu mawar ini juga dapat dimanfaatkan. Diantaranya bagian kayunya cukup kuat serta bahkan tahan akan serangan rayap. Hal ini membuat ia sangat digemari dalam dunia konstruksi yang menggunakan bahan dari kayu. Selain itu, kayu dari jambu mawar ini juga digunakan sebagai bahan baku pewarnaan alami atau penyamak. Kegunaan lain dari jambu mawar ini yaitu sebagai obat penenang. Ilmu ini diajarkan oleh nenek moyang kita. Dengan cara mengawetkan bunga jambu mawar ini. Sementara itu, pada bagian biji jambu mawar ini juga cukup ampuh dalam mengobati penyakit diare, demam serta  juga disentri.

Buah Jambu Mawar digunakan sebagai obat untuk menghindar rutinitas anak yang ngompol. Untuk menangani sering ngompol dipakai ± 10 buah jambu mawar. Buah dicuci dan dicacah halus lalu di beri sepotong kecil gula jawa dan di rebus dengan 1 gelas air. Sampai air rebusannya tinggal 1/2, dinginkan lalu disaring. Hasil saringan diminumkan juga pada anak.