Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Akhir-akhir ini cara bertanam hidroponik dengan paralon masih sangat digandrungi. Hal ini dikarenakan, bertanam hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bagi orang yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas pun dapat melakukannya. Langkah-langkah bertanam hidroponik untuk pemula sangat mudah, tidak berbeda jauh dengan sistem hidroponik pada media lainnya. Salah satu kelebihan mengembangbiakkan tanaman hidroponik dengan media pipa paralon adalah dalam satu paralon yang berukuran panjang dapat dipakai untuk menanam benih dengan jumlah lebih dari satu. Bercocok tanam secara hidroponik dapat memberikan banyak keuntungan. Bertanam hidroponik dengan paralon terjamin kebebasannya dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih efisien, tanaman memberikan hasil yang kontinu, lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar, dan produksi tanaman lebih tinggi. Apabila anda berniat untuk mencobanya, Anda dapat menyimak ulasan berikut yang akan membahas mengenai bahan apa saja yang harus disiapkan serta cara pembuatan paralon sebagai media untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Tanaman hidroponik dapat di tanam dalam pot atau wadah lainnya dengan menggunakan air dan atau bahan-bahan porus lainnya, seperti kerikil, pecahan genting, pasir, pecahan batu ambang, dan lain sebagainya sebagai media tanamnya. Untuk memperoleh zat makanan atau unsur-unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman hidroponik, ke dalam air yang digunakan dilarutkan campuran pupuk organik. Campuran pupuk ini dapat diperoleh dari hasil ramuan sendiri garam-garam mineral dengan formulasi yang telah ditentukan atau menggunakan pupuk buatan yang sudah siap pakai. Menanam hidroponik sederhana menjadikan tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok, tidak ada resiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas. Melihat keuntungan yang didapat tersebut, banyak orang yang melakukan budidaya tanaman hidroponik, baik buah, sayur, maupun tanaman lainnya. Untuk info lebih jelasnya, langsung saja anda simak bertanam hidroponik dengan paralon berikut ini.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Sederhana

  • Alat dan Bahan

Sebelum membahas cara membuat hidroponik, ada beberapa bahan yang perlu anda siapkan. Bahan-bahan ini sangat mudah ditemukan, bahkan bisa pula menggunakan paralon bekas. Alat dan bahan yang disediakan sebaga cara membuat tanaman hidroponik ialah baki persemaian, jerigen, wadah atau pot plastik, hand sprayer, kompor dan penangas air, timbangan OHAUS, pipa paralon berdiamter ½ inc. 20 cm, ember, jenis tanaman yang akan ditanam, dan bahan porus (pasir, kerikil, pecahan batu bata atau bahan porus lainnya).

  • Pembibitan

Cara bertanam hidroponik dengan paralon yaitu melalui proses pembibitan dengan cara sterilkan pasir yang telah disaring (ayak) dengan cara mecuci dengan air bersih secara berulang-ulang dan rendamlah dalam air mendidih selama lebih kurang satu jam. Cucilah baki persemaian dan isislah dengan pasir yang telah disterilkan tadi kira-kra setinggi 3-4 cm. (Baki persemaian terlebih dahulu diberi lubang pada alasnya). Siram baki persemaian dengan air bersih dan biarkan beberpa menit hingga kelebihan airnya terbuang. Taburkan biji tanaman yang akan ditanam di atas pasir pada baki persemaian. Usahakan letak biji satu dengan lainnya tidak terlalu rapat dalam melakukan budidaya tanaman hidroponik tersebut.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Tips bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya yaitu dengan menjaga jangan sampai pasir tempat persemaian kekeringan. Gunakan hand sprayer yang diisi air biasa untuk menjaga kelembaban pasir atau bila perlu tutuplah baki persemaian dengan kaca. Pindahkan bibit tanaman yang diperoleh ke dalam tempat permanen atau persemaian kedua, setelah bibit tanaman memiliki 2-4 buah daun. Jika akan langsung ke tempat penenaman hidroponik, bersihkan pasir-pasir yang masih menempel pada akar tanaman. Setelah bahan-bahan dan pembibitan di atas anda persiapkan seluruhnya, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membuat hidroponik dengan paralon sederhana dan mudah yang tentu saja sangat praktis karena tidak membutuhkan pompa air.

  • Penanaman

Cara bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah dengan memasang lembaran surat kabar bekas di atas meja atau tempat bekerja yang anda gunakan. Ambillah pot yang telah berisi tanaman dan tempatkan sebelah tanag anda di atas permukaan tanah dalam pot. Letakan tanaman dengan kukuh di antara jari-jari (diantara telunjuk dan jari tengah). Peganglah dasar pot dengan tangan yang masih bebas kemudian balikkan pot tersebut dan dengan hati-hati tarik keluar tanaman beserta akar-akarnya. Bila tanaman tidak mau lepas, benturkan pot tersebut dengan hati-hati secara berulang-ulang pada suatu permukaan yang keras, bila tetap tidak mau terlepas gunakan pisau tumpul untuk mengorek permukaan dalam bagian atas dari pot tersebut.

Keunggulan dan Kelemahan Bertanam Hidroponik

  • Keunggulan Bertanam Hidroponik

Bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Beberapa keunggulan dan kelemahan sistem hidroponik dibandingkan dengan pertanian konvensional yaitu tidak menggunakan tanah, cocok untuk kamu yang tidak punya lahan atau pekarangan rumah. Sirkulasi air bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti akuarium. Pemberikan nutrisi lebih mudah dan efisien. Relatif tidak ada polusi nutrisi di lingkungan. Hasilnya lebih banyak dan maksimal. Panen holtikultura sayur dan buah-buahan sangat mudah, tinggal petik. Bisa dipastikan steril dan bersih. Tanaman bebas dari tanaman pengganggu. Media tanam dapat digunakan bertahun-tahun. Tumbuhan bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat.

Hidroponik cocok dilakukan pada daerah dengan tanah yang gersang, karena hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Hidroponik juga dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional (dengan tanah) pada luas yang sama. Kandungan gizi pada tanaman hidroponik lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami karena kita menyediakan semua kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan. Menghemat lahan yang ada dan dapat dipaktekkan dimana saja, tidak harus mempunyai lahan luas. Lebih hemat dalam menggunakan pupuk. Pertumbuhan tanaman lebih cepat daripada tanaman biasa. Tanaman hidroponik tidak lagi menggantungkan pada cuaca dan kondisi alam seperti halnya tanaman biasa. Tidak membutuhkan banyak pekerja.

Tanaman yang ditanam secara hidroponik lebih hemat air daripada tanaman yang ditanam secara konvensional pada umumnya. Pada metode konvensional, air yang disiramkan ke tanah akan terserap dan hilang. Sementara pada metode hidroponik, air yang hilang hanyalah air yang terserap oleh tanaman dan teruapkan ke udara dan jumlahnya lebih sedikit. Tanaman hidroponik mengurangi pencemaran zat kimia ke tanah. Metode hidroponik tidak menggunakan tanah sehingga tidak mencemari tanah & apabila terpaksa harus membuang nutrisi bekas pun, residue dari nutrisi hidroponik hampir tidak ada. Berbeda dengan pupuk metode konvensional yang mana residue akan terus terakumulasi di dalam tanah dan pada akhirnya merusak kesuburan tanah.

  • Kelemahan Bertanam Hidroponik

Suatu sistem selain mempunyai kelebihan juga pasti mempunyai suatu kelemahan. Berikut adalah beberapa kelemahan dari cara tanaman hidroponik di rumah. Perangkat dalam system hidroponik sulit diperoleh dan harganya tergolong cukup mahal. Pada kultur substrat, kapasitas tanaman hidroponik sangat memegang air media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius. Tanaman hidroponik sangat memerlukan ketelitian, dan kemampuan khusus. Biaya investasi awal terbilang cukup mahal. Tanaman hidroponik akan gagal panen atau mati jika terjadi kesalahan dalam sistem hidronik yang dilakukannya.

Kelemahan bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah diperlukan modal awal yang relatif lebih tinggi untuk hidroponik. Sebenarnya bila kita kreatif, bertanam secara hidroponik dapat menjadi murah. Hal ini dapat tercapai jika kita dapat memanfaatkan barang-barang bekas sebagai tempat bercocok tanam secara hidroponik seperti botol minuman mineral, jerigen bekas, tempat sterofoam buah-buahan, dan masih banyak lagi lainnya. Tapi begitu kita ingin membuat kebun hidroponik yang lebih besar, apalagi dengan sistem air mengalir, tentu saja kita membutuhkan banyak peralatan yang lebih lengkap dan tentunya lebih canggih lagi seperti paralon atau talang air atau gully, pompa air, pompa udara, dan lain sebagainya.

Nutrisi khusus hidroponik dan media tanam juga masih sulit ditemukan. Jika kita jalan-jalan ke toko perkebunan, jarang sekali mereka memiliki perlengkapan hidroponik dan pada akhirnya kita harus searching dan belanja online. Beberapa media tanam pada tanaman hidroponik seperti hidroton, rockwool, dan vermiculite juga masih impor sehingga agak sulit ditemukan dan harganya relatif lebih mahal. Hidroponik membutuhkan ketelitian dan ketelatenan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara konvensional. Perubahan kadar nutrisi dan pH pada tanaman yang ditanam secara hidroponik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bila kita tidak teliti dan telaten, akan langsung terlihat pertumbuhan tanaman yang ditanam secara hidroponik yang tidak optimal.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Faktor Keberhasilan Budidaya Tanaman Hidroponik

  • Unsur Hara

Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991). Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Larutan hidroponik yang umum dipakai adalah AB mix.

  • Media Tanam

Media tanam yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain rockwool, perlit, clay granule, sabut kelapa, vermikulit, pellet, pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Rockwool atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter. Rockwool memiliki kemampuan menahan air 10x dan udara 20% dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool merupakan media yang sangat populer pada sistem hidroponik. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi biasanya untuk membangun ruangan kedap suara. Meskipun demikian kita harus berhati-hati menggunakan bahan ini karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi.

Rockwool tidak dapat digunakan tanpa batas waktu biasanya digunakan hanya sekali saja. Rookwool sudah banyak digunakan untuk sistem pembenihan dengan teknik hidroponik. Media tanam hidroponik spoon. Pasti anda sudah tahu tentang spoon dimana sering digunakan untuk mencuci piring dan membersihkan kaca jendela kamar dan sebagainya. Tapi pernahkah diperhatikan apabila spoon dibiarkan di alam terbuka kena hujan dan panas maka akan tumbuh lumut hijau dan terkadang hitam dan terkadang ada rumput yang tumbuh juga tapi belum banyak yang menggunakan cara media ini.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik. Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

  • Oksigen

Rendahnya tingkat oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel tanaman hidroponik menurun, sehingga dinding sel tanaman hidroponik makin sukar untuk ditembus. Akibatnya tanaman hidroponik akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman hidroponik akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media tanaman hidroponik mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen tanaman hidroponik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara tanaman hidroponik yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar tanaman hidroponik yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.

  • Air

Prinsip dasar hidroponik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu hidroponik substrat dan NFT. Hidroponik substrat adalah teknik hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen sertamendukung akar tanaman seperti halnya tanah. Hidroponik NFT (Nutrient film tecnique) adalah teknik hidroponik yang menggunakan model budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran dapat tumbuh dan berkembang didalam media air tersebut. Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman. Keberhasilan dalam penerapan sistem hidroponik harus memperhatikan beberapa faktor penting.

Demikianlah ulasan mengenai bertanam hidroponik dengan paralon selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar perkebunan.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Tomat Paling Mudah

Langkah awal sebelum kita memulai menanam tanaman hidroponik tomat, sebaiknya kita mengetahui sifat dasar tomat itu sendiri. Penting kita semua ketahui bahwa tumbuhan yang berasal dari family Solanaceae tersebut memiliki sifat dasar yang suka dengan air guna mensuplai pertumbuhan tanaman. Bentuk tomat juga beragam sesuai dengan varietasnya. Ada yang berbentuk sedikit bulat, bulat persegi, sedikit lonjong dan bulat utuh. Sementara untuk warnanya, tomat memiliki jenis warna kekuningan, kemerahan, dan ada juga hijau muda.

Bagi para penghobi tanaman atau pekebun yang ingin membudidayakan tomat bisa menerapkannya dengan cara menanam secara hidroponik. Salah satu tanaman yang dapat ditanam dengan cara hidroponik ialah tomat. Cara menanam tanaman hidroponik tomat tersebut sangat sesuai untuk anda yang menyukai media tanam praktis dan mudah diaplikasikan karena tidak menggunakan tanah. Menanam dengan cara hidroponik tersebut juga sangat cocok bagi anda yang memiliki lahan sempit atau terbatas. Cara menanam tanaman hidroponik tomat terbilang relatif mudah dan murah. Untuk info lebih lengkapnya, simak saja cara membuat tanaman hidroponik tomat berikut ini.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Tomat Paling Mudah

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Tomat

Sama seperti halnya tanaman hidroponik cabe, langkah pertama menanam hidroponik tomat adalah pemilihan benih. Pilihlah benih tomat yang baik dan unggul karena telah teruji kualitasnya yang baik dan lebih tahan hama terhadap serangan penyakit tanaman. Lanjutkan proses menanam hidroponik tomat dengan penyemaian. Gunakanlah media tanam hidroponik rockwool untuk menyemai karena mudah dipindahkan. Potong rockwool hingga berbentuk dadu. Kemudian rendam dalam air yang mengandung nutrisi. Sisipkan biji tomat ke rockwool. Rawat biji tomat tersebut hingga berkecambah dan siap dipindah ke tempat yang lebih luas.

Sama halnya membuat tanaman hidroponik kangkung, langkah selanjutnya yaitu dengan menyiapkan media tanam. Media tanam tanaman hidroponik ialah air. Gunakan wadah plastik yang tidak dapat ditembus cahaya masuk untuk mencegah pertumbuhan ganggang. Semakin besar wadah maka akan semakin stabil tanaman hidroponik tomat anda. Tanaman tomat kecil membutuhkan 1/2 galon atau sekitar 1,9 liter air, sementara tanaman tomat agak lebih besar membutuhkan 1 galon atau sekitar 3.8 liter air. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar anda menggunakan wadah atau tempat yang dapat menampung ganda jumlah minimum air.

Anda dapat menggunakan ember plastik atau tempat sampah untuk tanaman hidroponik tomat tersebut. Sementara untuk pembesaran tomat hidroponik bisa dilakukan dengan berbagai macam. Salah satu cara yang cukup sederhana dan tidak merepotkan adalah dengan menggunakan metode hidroponik sistem wick. Caranya yaitu dengan membuat wadah yang menyesuaikan dengan sistem wick. Selanjutnya gunakan tambahan hidroton atau krikil pada media tanaman yang berfungsi untuk membantu menopang tanaman hidroponik tomat tersebut. Jika tanaman hidroponik tomat tersebut sudah bertambah besar dan tinggi, anda bisa gunakan sulur yang membantu tanaman tomat tetap tegak berdiri.

Jangan lupa untuk memberinya nutrisi tanaman hidroponik yang cukup. Jika tingkat air dalam wadah menurun, sebaiknya anda tambahkan lebih banyak air, dan jangan menambah nutrisi. Jika tanaman hidroponik tomat anda tidak terlihat sehat atau terlihat layu, kosongkan waduk sepenuhnya dan bilas bahan serta akar tanaman tomat tersebut dengan air murni yakni memiliki pH 6 yang berguna untuk mencuci dari penumpukan mineral yang dapat menyebabkan bahaya.

Itulah ulasan mengenai tanaman hidroponik tomat selengkapnya untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Nutrisi Tanaman Hidroponik Sederhana Buatan Sendiri

Nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak terkecuali dengan tanaman yang tumbuh dalam media air atau hidroponik. Tanaman hidroponik akan tumbuh dengan baik jika telah menyerap berbagai unsur dalam media larutan nutrisi dalam konsentrasi yang tepat serta tidak meracuni tanaman hidroponik tersebut. Jika tanaman kekurangan nutrisi, tanaman tersebut akan mengalami gangguan saat pertumbuhan baik secara vegetatif dan generatif. Jenis pupuk hidroponik yang paling populer digunakan adalah nutrisi hidroponik AB mix yang pada umumnya dijual relatif lebih mahal dibandingkan jenis pupuk hidroponik lainnya.

Tanaman hidroponik akan tumbuh dengan baik jika telah memenuhi unsur-unsur makro dan juga mikro. Unsur makro banyak dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar. Unsur makro tersebut yaitu Nitrogen (N), Kalium (K), Fosfor (P), Kalsium (Ca), Sulfur (S), dan juga Magnesium (Mg). Sementara unsur mikro yang diperlukan oleh tanaman hidroponik yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Klor (Cl), Seng (Zn), Molibdenum (Mo), dan juga Boron (B). Cara membuat pupuk tersebut juga relatif mudah asal anda memang bersungguh-sungguh membuatnya. Untuk info lebih jelasnya, anda bisa simak langsung cara membuat nutrisi hidroponik buatan sendiri berikut ini.

Nutrisi Tanaman Hidroponik Sederhana Buatan Sendiri

Tips Membuat Pupuk Hidroponik

Cara membuat pupuk hidroponik dimulai dengan menyiapkan alat bahan hidroponik terlebih dahulu, diantaranya yaitu pupuk urea 1000 gr, pupuk KCL  1000 gr, pupuk NPK  1000 gr, pupuk daun gandasil 50 gr, ember bervolume 20 liter, drum plastik bervolume 100 liter, timbangan digital, alat pengaduk, air sumur, dan air sungai. Anda juga bisa menggunakan air PAM yang sudah diendapkan selama 1 minggu hingga 10 hari. Air yang digunakan harus jernih dan terbebas dari kotoran yang menganggu kejernihan air. Kualitas air sangat penting untuk diperhatikan.

Cara membuat nutrisi hidroponik sederhana selanjutnya yaitu dengan memasukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember dengan volume 20 liter. Langkah selanjutnya yaitu dengan menuangkan air sumur sekitar 20 liter ke dalam ember tersebut secara perlahan sedikit demi sedikit. Anda juga perlu mengaduknya secara hati-hati dan lanjutkan dengan mengaduk air hingga mencapai volume 20 liter sampai tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal atau bisa dibilang sudah tidak ada endapan. Baru setelah itu, anda bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.

Langkah membuat nutrisi tanaman hidroponik sederhana selanjutnya yaitu dengan menuangkan larutan pekatan tadi ke sebuah bak penampungan dengan volume 100 liter. Lalu tuangkan air sumur ke dalam bak penampungan tersebut sambil mengaduk-aduknya secara perlahan hingga penuh atau telah mencapai volume 100 liter. Setelah itu, nutrisi hidroponik tersebut telah siap untuk digunakan. Berikan secara cukup ke tanaman hidroponik agar pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih baik. Selain itu, tanaman hidroponik akan terbebas dari berbagai bibit penyakit yang biasanya menyerangnya.

Langkah membuat nutrisi hidroponik buatan ini adalah salah satu langkah menghemat anggaran anda. Seperti yang kita semua tahu, harga pupuk hidroponik yang dijual di pasaran terbilang mahal dan banyak menguras budget. Dengan membuat pupuk hidroponik sendiri, anggaran yang anda keluarkan tidak terlalu banyak sebanyak saat anda membelinya. Dibandingkan membeli pupuk untuk tanaman hidroponik, sebaiknya anda mencoba untuk membuat nutrisi tanaman hidroponik tersebut terlebih dahulu.

Itulah ulasan mengenai nutrisi tanaman hidroponik selengkapnya untuk anda sekalian. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar produk, teknologi, teknik perkebunan, budidaya, pertanian, maupun kehutanan.

Nutrisi Hidroponik AB Mix, Pupuk Tanaman Terbaik

Alternatif metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam berupa tanah melainkan dengan media air adalah pengertian dari hidroponik. Metode hidroponik dapat berjalan dengan lancar serta membuahkan hasil yang optimal jika anda memperhatikan beberapa faktor utama seperti kualitas media tanam, teknik penanaman, serta kualitas faktor pendukung. Faktor pendukung yang membantu kesuksesan metode hidroponik adalah cahaya matahari, pH, dan juga kelembaban.

Kunci utama kesuksesan teknik penanaman dengan metode hidroponik lainnya adalah kebutuhan nutrisi baik makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu nutrisi yang berkhasiat tinggi untuk tanaman hidroponik adalah nutrisi AB mix. Nutrisi AB mix adalah bubuk yang dapat langsung digunakan setelah dicampur dengan air. Nutrisi AB mix tersedia dalam berbagai jenis tumbuhan, seperti sayuran daun, buah, tomat, cabe, dan bunga. Untuk info lebih lengkapnya, anda dapat langsung menyimak nutrisi hidroponik alami AB mix berikut ini.

Nutrisi Hidroponik AB Mix, Pupuk Tanaman Terbaik

Nutrisi Pupuk Hidroponik AB Mix

Nutrisi hidroponik AB mix telah banyak beredar di pasaran. Nutrisi AB mix telah memenuhi semua unsur yang dibutuhkan tanaman, baik makro maupun mikro. Semua unsur yang diperlukan tanaman tersebut seperti unsur Nitrogen (N), Fosfat (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Sulfur (S), dan Magnesium (Mg) untuk unsur makro tanaman hidroponik. Sementara untuk unsur mikro tanaman hidroponik yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn), Boron (B), dan Molibdenum (Mo).

Cara membuat nutrisi hidroponik AB Mix yaitu dengan mencampurkan pupuk A dan B. Pupuk AB banyak dijual dengan bentuk kemasan dan dalam bervariasi ukuran. Pupuk A dan B dapat ditemukan secara terpisah (konsumen harus mencampurkan kedua pupuk tersebut sendiri) dan ada pula yang tersedia dalam kemasan larutan pupuk AB yang siap pakai. Untuk komposisinya pun berbeda antara pupuk A dan juga pupuk B.

Pupuk A mengandung unsur Kalsium (Ca), sementara pupuk B kaya akan kandungan unsur Sulfat (S) dan juga Fosfat (P). Campuran ketiga unsur tersebut (Ca, S, P) tidak boleh dicampur dalam kondisi pekat. Hal ini dikarenakan agar campuran ketiga unsur tersebut tidak timbul endapan. Endapan pupuk nutrisi hidroponik buatan sendiri tersebut tidak baik untuk tumbuhan karena berakibat menghambat penyerapan unsur-unsur hara pada tanaman.

Jika anda mendapatkan pupuk A dan pupuk B secara terpisah, anda bisa mencampurkannya dengan melarutkan masing-masing pupuk dalam wadah terpisah. Sebagai contoh, pupuk A dan pupuk B berukuran 5 liter. Larutkan pupuk A ke wadah pertama yang berisi 5 liter air. Aduk hingga tercampur rata. Campuran yang sempurna akan menghasilkan warna hijau kecoklatan dan keruh. Lakukan cara yang sama pada larutan pupuk B. Campuran yang sempurna akan menghasilkan warna putih keruh.

Larutan pupuk A dan juga larutan pupuk B tersebut dapat menghasilkan 1.000 liter larutan pupuk AB mix berkualitas tinggi. Sementara jika anda membelinya dalam campuran pupuk AB mix siap pakai (konsentrat), anda hanya perlu menambahkan air bersih secukupnya sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Selain pupuk organik cair, pupuk AB mix ini banyak digemari masyarakat untuk pertumbuhan tanamannya. Pupuk AB mix memberikan hasil yang lebih optimal pada tanaman.

Demikianlah ulasan mengenai nutrisi hidroponik AB Mix selengkapnya untuk anda sekalian. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar produk, teknologi, teknik perkebunan, budidaya, pertanian, maupun kehutanan.

Tanaman Hidroponik Kangkung, Metode Mudah Budidaya Sayuran

Kangkung adalah jenis sayuran yang mudah tumbuh dan dikembangbiakan. Tidak memerlukan perlakuan khusus untuk membudidayakan tanaman sayur kangkung. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kecanggihan teknologi pertanian, kangkung telah banyak dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Sistem hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai peralatan, beberapa diantaranya yaitu dengan menggunakan botol air bekas, pipa pralon, baskom, dan masih banyak lagi lainnya. Cara melakukan sistem hidroponik ini juga tidaklah sulit, bahkan terbilang cukup mudah.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam jenis sayur-sayuran yang ditanam untuk dijadikan bahan makanan. Kandungan gizi yang terdapat pada kangkung sangatlah dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia, maka dari itu kangkung digemari oleh masyarakat Indonesia. Tak heran jika tanaman kangkung ini banyak dibudidayakan masyarakat. Untuk tanaman uji biasanya digunakan bibit tanaman kangkung darat. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak cara menanam kangkung secara hidroponik berikut ini.

Tanaman Hidroponik Kangkung, Metode Mudah Budidaya Sayuran

Budidaya Tanaman Kangkung Hidroponik

Budidaya tanaman kangkung secara hidroponik dimulai dengan menyiapkan bahan dan juga alat-alatnya. Peralatan hidroponik diantaranya yaitu botol bekas air mineral atau aqua bahkan juga bisa dengan baskom, gunting atau cutter, gelas plastik kecil bekas, arang sekam, bibit kangkung darat, solder atau paku, dan juga cairan nutrisi hidroponik. Cara menanam kangkung dengan teknik hidroponik ini dapat dilakukan hanya dengan cara merendam benih kangkung saja. Cara hidroponik tanaman ini dilakukan sampai panen dan tidak perlu pindah tanam lagi.

Cara membuat tanaman hidroponik kangkung dapat memposisikan model botol rebah maupun model botol yang berdiri. Selanjutnya awali dengan menyiapkan biji kangkung, baskom, dan juga penyaringan. Isi air dalam baskom. Letakkan saringan diatas baskom yang sudah terisi air, usahakan saringan agak sedikit terendam. Letakkan biji kangkung diatas saringan tersebut. Kemudian letakkan dibawah terik matahari, jika air dalam baskom berkurang maka harus ditambah lagi untuk menjaga kebutuhan nutrisi pada kangkung. Dalam beberapa hari, bibit tanaman kangkung tersebut akan mulai tumbuh dan akar kangkung perlahan akan menembus lubang-lubang penyaringan.

Untuk membeli bibit bisa mencarinya di tempat penjualan tanaman hias. Air tidak perlu diganti justru harus ditambah jika telah kering. Teknik hidroponik ini bisa untuk menanam jenis tanaman hidroponik selain kangkung, seperti selada air, cesim manis, sawi, hanya saja harus menambahkan tanah atau arang batok di atas penyaringannya. Teknik hidroponik ini murni tanpa tanah alias hidroponik sederhana. Sedangkan untuk nutrisi tanaman hidroponik ada 2 macam, yaitu nutrisi bubuk dan ada juga nutrisi cair. Tanaman hidroponik akan lebih mudah berkembang biak dengan dua nutrisi tersebut.

Cara tanaman hidroponik di rumah juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Adapun larutan nutrisinya dapat dibuat di ember dengan kapasitas secukupnya seperti tiap 1 liter air ditambah 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B, 2 liter berarti 10 ml A dan 10 ml B dan seterusnya. Tuangkan larutan nutrisi tersebut ke dalam baskom untuk mengganti air yang lama. Setelah benih kangkung berusia sekitar 2 minggu, sebaiknya larutan nutrisi dibuat lebih pekat. Tiap 1 liter air ditambah 7 ml nutrisi A dan 7 ml nutrisi B. Tuangkan lagi ke dalam baskom. Setelah memakan waktu kira-kira 3 minggu, kangkung tersebut sudah bisa dipanen.

Itulah ulasan mengenai tanaman hidroponik kangkung selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Tanaman Hidroponik Cabe di Rumah, Kumpulan Tips

Cara tanaman hidroponik di rumah adalah salah satu solusi mengatasi masalah kekurangan lahan yang sering dialami banyak orang. Jenis tanaman hidroponik ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga tak sedikit orang yang berupaya untuk mencobanya. Hidroponik cabe dimulai dengan menyemai benih cabe hidroponik. Anda dapat menggunakan bibit cabe dengan merobek isi perut cabe tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan benih cabe berkualitas yang banyak tersedia di pasaran.

Jika bibit cabe telah didapat, selanjutnya Anda memasukkannya ke media semai. Media semai yang baik adalah campuran seimbang antara tanah, pupuk dan arang sekam. Letakkan benih cabe dengan jarak 3×3 cm lalu tutup dengan tanah. Kemudian semprotkan air pada tanaman tersebut. Setelah itu, Anda cukup diamkan sekitar 5-7 hari hingga benih cabe tersebut mulai tumbuh.

Tanaman Hidroponik Cabe di Rumah, Kumpulan Tips

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Cabe

Mulailah dengan mempersiapkan tempat hidroponik (pot) serta tendon nutrisi (toples atau barang-barang bekas lainnya). Langkah selanjutnya yaitu menanam benih cabe yang sudah disemai tadi. Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan benih cabe yang telah berumur 25 sampai 30 hari. Pindahkan benih cabe tersebut ke pot tempat hidroponik. Langkah tersebut sangat mudah dilakukan meskipun bagi seorang pemula.

Basahi benih cabe yang disemai tadi lalu ambil bersama tanahnya. Hal ini dilakukan agar akar tidak rusak. Langkah selanjutnya yaitu dengan membasahi tanah tersebut agar tanah cepat larut sehingga hanya akan tampak benih cabe dan juga akarnya. Langkah berikutnya yaitu dengan memindahkan benih cabe beserta akarnya ke pot tempat hidroponik. Hidroponik cabe tersebut akhirnya berhasil ditanam.

Lakukan perawatan dengan menyiramnya secara rutin maksimal 2 kali sehari. Sebaiknya lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari, karena penyiraman pada siang hari justru akan menghambat pertumbuhan benih cabe saat melakukan fotosintesis. Kemudian lakukan pemberian nutrisi. Berikan nutrisi saat cabe berumur 5-7 hari setelah masa tanam. Nutrisi yang baik digunakan adalah nutrisi AB Mix. Kandungan nutrisi tersebut adalah ppm 600 – 700 atau 5ml A ditambah 5 ml B ditambah 1 liter air.

Tanaman Hidroponik Cabe di Rumah, Kumpulan Tips

Contoh Tanaman Hidroponik

Pada dasarnya hidroponik adalah metode penanaman tumbuhan dengan menggunakan media air. Metode hidroponik tersebut dapat mengendalikan hama dan pencahayaan. Metode hidroponik tersebut juga bisa dibilang ramah lingkungan, karena tidak menggunakan pestisida ataupun herbisida. Metode penanaman hidroponik dapat diterapkan pada hampir semua tanaman. Cara menanam dengan metode hidroponik banyak diterapkan pada daerah perkotaan atau daerah urban.

Beberapa tanaman yang dapat menerapkan metode hidroponik tersebut diantaranya yaitu bawang merah dan bawang putih hidroponik, tanaman hidroponik kangkung, tanaman hidroponik tomat, dan juga tanaman hidroponik sawi. Beberapa tanaman tersebut sangat mudah di tanam dengan cara menanam hidroponik. Perawatan tanaman pada pada metode hidroponik tidak jauh berbeda dengan perawatan penanaman sistem konvensional pada umumnya.

Jika anda menginginkan cara penanaman yang lebih praktis, Anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick. Sistem wick tersebut adalah salah satu teknik hidroponik sederhana dengan menggunakan sumbu dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas yang berfungsi untuk mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman hidroponik. Laju pertumbuhan tanaman hidroponik dapat mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman dengan metode penanaman berupa tanah pada kondisi yang sama.

Demikianlah ulasan mengenai tanaman hidroponik cabe selengkapnya untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Bawang Merah dan Bawang Putih Hidroponik

Bawang merah dan bawang putih memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Bahkan seringkali mengalami kenaikan harga. Bawang merah dan bawang putih juga tak pernah terlupa dalam berbagai masakan. Oleh karena itu, tak sedikit orang ingin membudidayakannya. Banyak orang yang membudidayakannya di lahan luas, di pekarangan rumah, dengan polybag, bahkan juga ada yang menerapkan metode tanam hidroponik.

Bawang Merah dan Bawang Putih Hidroponik

Metode tanam hidroponik adalah budidaya tanam yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah serta memacu kebutuhan nutrisi tanaman. Dibandingkan budidaya dengan tanah, metode hidroponik menggunakan kebutuhan air lebih sedikit. Pertumbuhan bawang merah dan bawang putih lebih tergantung pada banyaknya intensitas sinar matahari yang diterima daripada banyaknya air yang diserap. Pada dasarnya, bawang merah dan bawang putih dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik di dataran sedang maupun dataran rendah.

Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih

Budidaya bawang merah dan bawang putih dengan cara hidroponik hampir sama dengan budidaya sayuran lainnya. Pertama-tama siapkan bahan seperti botol plastik, sekam bakar, tanah, benih bawang merah dan bawang putih, kain flanel, air, gunting, dan nutrisi hidroponik. Langkah selanjutnya yaitu dengan membuat media tanam. Potong botol menjadi 2 bagian dengan bagian bawah lebih panjang. Lubangi tutup botol dan botol bagian bawah dengan gunting.

Masukkan kain flanel melalui lubang tengah tutup botol. Masukkan nutrisi hidroponik. Tutup botol tersebut dipasangkan pada botol bagian atas. Kemudian masukkan botol bagian bawah dengan posisi terbalik. Masukkan media tanam yang terdiri dari tanah halus dan sekam bakar ke dalam botol lalu disiram. Langkah berikutnya yaitu dengan menanam benih bawang merah dan bawang putih yang sudah dibersihkan. Tanam bawang merah dan bawang putih separuh badan.

Itulah ulasan mengenai bawang merah dan bawang putih hidroponik selengkapnya untuk anda sekalian. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya, pertanian, kehutanan, serta berbagai tips perkebunan.

Pertanian Hidroponik Sederhana

Cara menanam hidroponik sebenarnya sangat cocok untuk diterapkan di daerah perkotaan, karena banyak manfaatnya diantaranya hemat tempat dan ramah lingkungan. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebangainya.

tanaman hidroponik

Hal yang harus diperhatikan dalam cara menanam hidroponik adalah media tanam dan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik. Pastikan media tanam cukup poros sehingga air dan nutrisi dapat di serap oleh akar tanaman tapi juga cukup kokoh untuk menopang tanaman hidroponik.

Hidroponik tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia. yang pastinya sehat buat kita semua dan anak-anak.

Teknologi hidroponik bisa menjadi alternative. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam secara hidroponik, untuk sarananya bisa menggunakan paralon. Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan oleh siapa saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa untuk pertumbuhannya tanaman memerlukan sinar matahari. Dalam satu hari tanaman minimal membutuhkan 5 jam penyinaran tetapi dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman. Tanaman yang cocok ditanam dengan teknologi ini adalah tanaman sayuran daun seperti selada, pakcoy, caisim, bayam, kangkung dan sebagainya.

Bahkan cara tanam hidroponik kebanyakan menggunakan media tanami dengan barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita juga bisa memanfaatkan barang barang bekas. Sehingga botol bekas, jerigen bekas dan gelas plastik bekas yang mestinya dibuang dan menjadi limbah ternyata masih bisa diambil manfaatnya.