Membuat Pestisida Organik Alami dari Bawang Putih untuk Membasmi Hama

pestisida BAWANG-PUTIH-untuk-PESTISIDA-NABATI

Kebun.net – Kali ini kita akan membahas bagaimana membuat pestisida alami dengan menggunakan bawang putih. Pestisida atau biasa disebut membasmi hama yaitu bahan yang dipakai untuk mengendalikan atau membasmi organisme pengganggu atau berbagai macam hama. Pestisida berasal dari bahas inggris, Pest adalah hama, sedangkan cida adalah pembunuh atau pembasmi.

Ketika kita ingin memulai berkebun, salah satu masalah utama yang kita hadapi adalah hama. Hama tidak terlepas dari dunia pertanian. Hama adalah sekelompok oranisme yang datang atau menempel pada tanaman yang dapat mengganggu pertumbunan tanama atau dapat memakan daun-daun tumbuhan. Sedangakan penyakit tanaman yaitu sekelompok mikroorganisme atau patoten yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman para petani. Untuk membasmi hama tanaman ini, berbagai cara atau metode yang dilakukan untuk mengendalikan masalah hama ini, dari penggunaan pestisida kimia maupun pestisida alami yang berbagai ragam bahan dasar dan fungsinya.

Pada kesempatan ini kita akan menjabarkan dengan lengkap bagaimana cara membuat pestisida alami yang berbahan dasar bawang putih yang fungsinya untuk mengendalikan hama tanaman. Mari kita simak step demi step cara membuat pestisida berbahan dasar bawang putih:

Bahan dan Alat:
– 85 gram bawang putih
– 50 ml minyak sayur
– 10 ml deterjen/sabun
– 950 ml air
– Alat penyaring
– Botol


Cara Pembuatan:

– Kupaslah kulit bawang putih, lalu parut atau blender (lebih disarankan di parut).
– Setelah selesai di parut, campurkan dengan minyak sayur.
– Aduk hingga merata dan diamkan selama 24 jam.
– Lalu Tambahkan air dan sabun, aduk lagi hingga merata, lalu diamkan selama 3 hari.
– Setelah semua ampas mengendap, saring ampas tadi dan masukan cairan kedalam botol. dan siap digunakan.

Cara Penggunaan:
– Campurkan larutan dengan air, perbandingannya 1:19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air.
– Cara penggunaannya, kocok terlebih dahulu lalu semprotkan kebagian tanaman yang terserang hama. Cara ini dilakukan pada pagi dan sore hari.
– Untuk perawatan secara maksimal, bisa anda semprotkan per 2 hari sekali atau seminggu sekali.

Keterangan:
– Sabun cair: meningkatkan efek kualitas larutan, jangan sekali-kali mengganti dengan bubuk detergen karena mempunyai kandungan zat kimia yang cukup keras.
– Mengganti bawang putih yang masih mentah dengan produk-produk yang sudah dikeringkan dan berbentuk bubuk mungkin tidak akan memiliki efek yang sama karena cairan yang terdapat didalam bawang putih yang mentah yang diperlukan untuk anti hama.

Baca juga:
Bawang Merah dan Bawang Putih Hidroponik
Pupuk Perangsang Buah Alami Buatan Sendiri
Tanaman Obat Diabetes Alami Paling Ampuh
Tumbuhan Obat Sakit Gigi Tabulampot

Dengan ramuan ini, hama yang bisa ditanggulangi yaitu:
– Hampir 90% hama tanaman bisa ditanggulangi, baik pada daun ataupun media tanam.
– Tidak mempunyai efek mematikan untuk ulat daun.
– Dapat mematikan untuk siput bercangkang berukuran besar sebesar kelereng dan dengan dosis yang lebih besar, dapat mematikan siput telanjang.

Dari beberapa penelitian yang telah diuji kebenarannya, dapat disimpulkan bawang putih memiliki potensi sebagai insektisida alami dan tak dapat diragukan lagi bawang putih bisa dikembangkan sebagai salah satu insektisida alamiah yang bagus dan tepat guna untuk saat ini.

Demikin artikel tentang Membuat Pestisida Organik Alami dari Bawang Putih untuk Membasmi Hama. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para petani untuk membasmi hama-hama tanaman yang mengganggu.

Jenis Hama Yang Sering Menyerang Tumbuhan Pertanian

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.

penyakit pada cabe

Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Berikut Bebrapa contoh hama dan cara pengendalianya.

1. Tikus

Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Menyerang di pesemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa panen, tempat penyimpanan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji-bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Tikus membuat lubang-lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak-semak.

Pengendaliannya:

Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya. Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati-hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.

2. Wereng

Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang-lubang. Daun dan batang kemudian kering, dan pada akhirnya mati.

Pengendaliannya:

Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 s/d 2 bulan. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba-laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata. Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

3. Walang Sangit

Menghisap butir-butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam-hitaman. Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago), tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras, yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.

Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut:
– Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
– Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
– Penanaman tidak serentak

Pengendaliannya:

1. Menanam tanaman secara serentak.
2. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.
3. Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap.
4. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga.
5. Melakukan pengendalian h