Jenis Dan Cara Budidaya Anggrek Di Pekarangan Rumah

Banyak dari orang mendambakan untuk memiliki tanaman bunga anggrek pada halaman rumahnya. Pada saat ini cukup banyak juga yang telah menanam bunga anggrek dan dijadikan untuk hiasan di halaman rumahnya. Akan tetapi, sebagian orang tidak dapat melakukan demikian karena kesibukan. Atau mungkin tidak punya halaman rumah yang luas untuk menanam tanaman hiasan seperti tanaman bunga anggrek. Selain itu, mungkin juga ada beberapa orang merasa kesulitan saat merawat tanaman bunga anggrek yang indah ini. Hal ini dikarenakan perawatan tanaman bunga anggrek memanglah agak sulit. Faktor lingkungan dan bagaimana kita melakukan perawatan yang mempengaruhi tanaman bunga anggrek kita agar berhasil tumbuh dengan baik.

jenis-dan-cara-budidaya-anggrek-di-pekarangan-rumah

Tanaman bunga anggrek adalah tanaman yang hidupnya menumpang ataupun menempel di pohon lainnya. Akan tetapi tanaman bunga anggrek ini tidaklah termasuk tanaman parasit. Walaupun tanaman bunga aggrek hidupnya menempel pada pohon lainnya. Akan tetapi bunga anggrek ini bisa hidup mandiri. Tanaman bunga anggrek hidup dengan embun serta udara yang lembab. Nah organ yang tebal menjadikan tanaman bunga anggrek mampu bertahan pada tekanan dari ketersediaan air. Tapi, tanaman ini tentu tetap memerlukan ketersediaan air. Umumnya, air yang diperoleh dari air hujan, tetesan embun, serta uap air pada udara.

Karakteristik Tanaman Anggrek

Mungkin, salah satu hal yang menjadikan tanaman bunga anggrek digemari oleh banyak orang yaitu bentuknya yang unik. Tidak hanya manusia yang suka dengan bentuk dari tanaman bunga anggrek ini. Tapi juga menjadi perhatian oleh serangga penyerbuk. Hal ini sebab tanaman bunga anggrek mempunyai bentuk yang hampir sama dengan binatang penyerbuk. Manfaatnya adalah untuk menarik serangga supaya mau hinggap dan membantu tanaman anggrek saat proses penyerbukan. Salah satu dari tanaman bunga anggrek yang mempunyai bentuk yang mirip dengan serangga yaitu tanaman bunga anggrek yang jenis ngengat atau Phalaenopsis.

Tanaman bunga anggrek jenis ngengat ini mempunyai kelopak bunga yang lebar. Serta bagian atasnya mempunyai bentuk yang hampir sama dengan serangga. Jenis anggrek ini juga mempunyai kantong yang dapat menarik lebah ataupun burung untuk mengambil serbuk sari dari bunga. Akar dari tanaman bunga anggrek ini mempunyai begitu banyak manfaat. Untuk menunjang tanaman bunga anggrek jenis itu sendiri. Salah satu manfaat dari akar tanaman bunga anggrek yaitu untuk bisa menempel di pohon. Jadi, akar dari tanaman bunga anggrek ini ibaratnya dengan jangkar. Yang bikin tanaman bunga anggrek dapat untuk terus menempel pada pohon ataupun media tanam anggrek lainnya. Selain itu, akar pada tanaman bunga aggrek juga bermanfaat untuk meyalurkan air pada seluruh bagian tumbuhan.

Cara Budidaya Anggrek

Budidaya tanaman bunga anggrek ini cukuplah mudah, asalkan dirawat dengan baik. Anggrek dapat tumbuh pada berbagai iklim. Pengembang biakannya pun begitu mudah. Budidayanya dapat dilakukan dengan langkah alami ataupun dengan cara tertentu. Indonesia sendiri sudah dikenal jadi pemilik bunga anggrek dengan varietas terbanyak di dunia. Pada tanah air kita ada sekitar 3500 macam spesies anggrek hasil dari perkawinan silang. Varietas anggrek yang paling banyak dikumpulkan di Indonesia yaitu jenis Dendrobium. Sebab jenis anggrek ini masih sangat terjangkau, serta mempunyai banyak warna, Perawatannya tanaman anggrek juga mudah.

Dalam budidaya tanaman anggrek kamu perlu mengetahui media ataupun tempat menanam tanaman anggrek yang cocok. Sesuai dengan varietas anggrek itu sendiri. Budidaya anggrek sesungguhnya tidaklah begitu sulit. Bahkan untuk menanam tanaman bunga anggrek Anda tidak selalu harus memakai pot. Sebab tanaman anggrek dapat menempel pada tanaman yanglain. Untuk hasil lebih baiknya tentu akan lebih maksimal jika menggunakan pot tersendiri. Bunga anggrek kesayangan anda akan tampak mempesona.

Cara Budidaya Dan Perawatan Tanaman Anggrek Vanda

Walaupun sudah dijumpai sejak berpuluh tahun yang lalu, nama anggrek vanda tidak akan pernah pudar. Sebab banyak tanaman hias lainnya yang masuk di dunia tanaman hias. Umumnya tanaman vanda dibagi atas beberapa macam. Hibri tanaman Anggrek vanda ada yang terbuat dari persilangan antara spesies. Ada juga yang berasal dari persilangan antar varietas anggrek. Banyak orang memuji untuk keindahan dan kecantikan anggrek vanda. Dan tak kan henti-hentinya diucapkan bagi orang-orang yang menikmati keindahan bunga anggrek vanda. Selain kecantikan serta keindahan yang dipunyai, anggrek vanda juga punya banyak bentuk dan variasiatau kombinasi warna. Mulai dari warna bunga yang bercorak totol-totol sampai dengan discolour.

cara-budidaya-dan-perawatan-tanaman-anggrek-vanda

Setiap tanaman pasti mempunyai karakteristik. Baik itu secara umum ataupun secara terperinci. Begitu juga dengan tanaman vanda. Tanaman anggrek Vanda juga mempunyai karakteristik secara umum maupun dengan cara terperinci. Seperti halnya tanaman hias lainnya tanaman anggrek vanda juga mempunyai akar. Akar dari anggrek vanda ini tergolong kedalam akar dengan velamen. Apa pengertian dari akar bervelamen?. Akar bervalemen adalah akar yang bagian luarnya kelihatan transparan dan terbagi atas beberapa lapis serta beberapa sel serta mempunyai rongga.

Karakteristik Anggrek Vanda

Bunga anggrek vanda terbentuk membentuk satu rangkaian tandan yang terdiri dari 1 sampai dengan 15 kuntum bunga. Besar kuntum bunganya berbeda-beda, mulai dari ukuran sedang sampai dengan ukuran besar. Warna dari bunganya beraneka ragam. Bunganya ada yang berwarna kuning, merah, putih, ungu, biru, kombinasi bitik-bintik ataupun motif bergaris. Tangkai bunga yang sebagai tempat melekatnya karangan bunga akan dijumpai diantara dua ketiak daun.

Budidaya anggrek yang tujuannya diperjual belikan telah banyak dilakukan oleh banyak orang. Umumnya para petani dan para pecinta bunga. Permintaan pasar yang semakin meningkat membuat budidaya anggrek begitu prospektif. Banyak dari jenis anggrek yang harganya cukup tinggi di pasaran saat ini. Hal ini tentu menjadi komoditi yang begitu cocok untuk dimanfaatkan.

Cara Menanam Anggrek Vanda

Hal yang pertama yaitu dengan menyiapkan media tanam anggrek. Angrek Vanda lebih tepat ditanam di dalam pot khusus tanaman hias. Oleh karena itu siapkan pot hias dengan ukuran sesuai selera anda. Lalu beri pot yang telah disiapkan dengan tanah untuk dijadikan sebagai media tanam. Selain tanah, anda juga dapat menggunakan bahan lain seperti halnya potongan pakis. Atau bisa menggunakan arang sabut kelapa, atau dengan pecahan batu bata sebagai media tanam.

Sesudah pot dan media tanam siap, langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan tiang penahan batang dari bagian bunga anggrek itu. Batang dari bunga anggrek Vanda memanglah cenderung berbentuk memanjang. Apabila tidak diikat serta dibiarkan begitu saja, batang anggrek menjalar keluar tidak teratur. Supaya terlihat lebih indah gunakanlah tiang penahan dari kawat untuk membuat batang anggrek menjadi lebih rapi serta indah.

Sesudah anggrek telah ditanamkan, langkah terakhir yaitu menempatkan pot anggrek tersebut pada tempat yang anda inginkan. Ingat, bunga anggrek memerlukan cahaya matahari yang cukup supaya pertumbuhan baik. Oleh sebab itu tempatkan pot anggrek tersebut pada tempat yang mendapatkan cahaya yang bisa dikatakan cukup. Selain dari cahaya matahari yang cukup anggrek juga membutuhkan sirkulasi udara yang teratur. Untuk itu tempatkan pot anggrek pada tempat yang sirkulasi udaranya teratur. Semoga dengan artikel ini bisa menambah wawasan anda tentang anggrek vanda.

Cara Budidaya Jeruk Bali Dan Organisme Pengganggu Tanaman

Buah jeruk bali adalah buah jeruk dalam ukuran besar. Sebenarnya jeruk bali tidak ada kaitannya dengan pulau bali. Tapi entah alasan apa jeruk ini dinamakan jeruk bali.  Jeruk bali ini mempunyai rasa yang manis kadang juga mempunyai rasa yang asam. Tapi setelah dimakan akan terasa agak gertir di lidah. Walaupun begitu banyak sekali orang yang gemar dan hoby makan buah jeruk bali ini. Buah jeruk bali ini sangat cocok dijadikan rujak atau dimakan biasa. Rasanya berbeda dengan jeruk pada umumnya. Akan tetapi jeruk bali ini mempunyai rasa yang khas.  Kandungan air jeruk ini terdapat pada dalam bulir jeruk bali dan tidak ada air di luar bulir jeruk bali.  Kandungan airnya tidak sama dengan buah jeruk pada umumnya.

cara-budidaya-jeruk-bali-dan-organisme-pengganggu-tanaman

Selain bulirnya yang besar jeruk bali ini juga mempunyai kulit yang sangat tebal. Kulitnya bisa mencapai 1 hingga 2 cm.  Sering kali kulit buah jeruk bali ini dijadikan mainan oleh anak anak kecil. Sebab tekstur kulit buah jeruk bali ini kuat dan tebal.  Nah untuk anda yang ingin budidaya buah jeruk bal ini, anda harus tau akan langkah langkah penanaman yang benar. Yang pertaman anda harus memilih lahan yang cocok untuk penanaman jeruk bali.  Lahan yang paling cocok yaitu lahan yang subur dan mendapatkan sinar matahari penuh.

Penanaman Dan Perawatan Jeruk Bali

Jika anda mempunyai tanah yang cukup, tanamlah pada tempat yang cocok untuk tumbuhan jeruk bali ini. Akan tetapi jika anda tidak mempunyai lahan yang luas maka lebih baik anda menggunakan tabulampot atau tanaman buah dalam pot. Pilihlah bibit unggulan dari pohon jeruk bali yang sudah tua dan berkualitas. Karena pada umumnya pembibitan buah jeruk bali ini melalui media cangkok. jadi untuk mencangkoknya anda harus benar benar bisa mencari bibit yang unggulan. Agar buah yang dihasilkan nantinya bisa berkualitas juga.

Nah, untuk penanaman buah ini butlah lubang dengan dengan ukuran minimal 50cm x 50cm x 50 cm. Buatlah lubang ini lebih besar ukurannya dari pada ukuran polybag. Agar pupuk yang disediakan bisa mudah tercampurnya. Buatlah campuran pupuk kandang dengan tanah yang subur yang  perbandingannya 1:1. Tuangkanlah campuran tanah dan pupuk tersebut pada dasar lubang yang tingginya 30cm. Lalu tanamlah bibit tanaman jeruk bali yang sudah anda siapkan dangan membuang media polibagnya. Kemudian Timbun dan padatkantanah  pelan agar bisa berdiri tegak. Berilah kayu penopang agar tidak goyah saat kena angin atau gangguan lainya. Siramlah bibit yang sudah di tanam dengan teratur.

Organisme Pengganggu Tanaman

Organisme pengganggu tanaman pada jeruk bali ini umumnya menjadi masalah yang dihadapi para petani jeruk bali.  Penyakit blendhok umumnya dalah penyakit yang menyerang pada tanaman jeruk bali. Biasanya jika tanaman jeruk sudah terkena blendok ini , bisa mati dan gagal berbuah. Jika pohon jeruk sudah menguning maka itu sudah ancaman bahwa tanaman jeruk anda akan mati.

Untuk itu rawatlah tanaman jeruk bali anda dengan baik. Semprotlah dengan pestisida agar hama hama yang menyerang tanaman bisa cepat mati. Dan tanaman jeruk bali anda akan tumbuh subur. Tentunya buahnya juga akan lebat dengan maksimal. Siramlah dengan teratur. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda perlu juga melakukan perawatan yang maksimal. Demikian ulasan tentang budidaya dan organisme pengganggu tanaman jeruk bali. Semoga bermanfaat bagi anda.

 

Cara Budidaya Tanaman Hias Yang Baik Dan Benar

Sebelumnya telah dibahas mengenai budidaya bayam. Kali ini akan membahas tentang tanaman hias. Menanam banyak tanaman hias di pekarangan rumah tentu saja akan membuat suasana taman rumah menjadi asri, sejuk dan menyegarkan. Banyak sekali jenis tanaman hias yang terdapat di Indonesia dan bisa tumbuh baik di Indonesia. Ada jenis tanaman hias yang bisa ditanam dipekarangan rumah dan bisa juga ditanam di dalam ruangan. Anda dapat menikmati pemandangan yang hijau dan asri dimana pun tempat yang anda kehendaki. Tanaman hias ditanam untuk dijadikan hiasan dan bisa dinikmati keindahan daunnya, pohonnya, buahnya ataupun bunganya. Bagi pecinta tanaman hias tentu saja anda ingin melakukan budidaya tanaman hias agar anda bisa punya banyak koleksi tanaman hias. Selain dijadikan koleksi bisa juga dijadikan sebagai modal bisnis.

cara-budidaya-tanaman-hias-yang-baik-dan-benar

Jika anda seorang pecinta tanaman hias, pasti anda mengetahui budidaya tanaman hias adalah usaha mengembangkan dan memanfaatkan media tumbuhan ini. Yang kita tau pada saat ini, budidaya tanaman hias cukup banyak jenisnya. Diantaranya adalah semua jenis tumbuhan yang mempunyai bentuk dan terkesan indah, biasanya ditanam dengan tujuan merindah pekarangan. Tapi untuk kegunaanya, tanaman hias ini tidak hanya berfokus pada bunga saja, akan tapi meliputi buah, rantung atau tangkai dan buah yang dapat membuat faktor indahnya tanaman hias kedepannya nanti. Berikut ini kita mencoba sedikit mengulas tentang informasi khususnya dalam mengembangkan cara membudidayakan taman hias dengan memakai teknik potong. Sebab sebagai contoh penanamannya kita meniru pada salah satu tanaman hias yaitu bunga hias potong.

Budidaya Tanaman Hias

Salah satu contoh dari tanaman hias bunga potong adalah bunga krisan. Bunga krisan adalah sebuah tanaman yang dapat dibudidayakan dengan cara monokultur. Awalnya anda akan dituntut terlebih dahulu untuk bikin lubang tanaman yang punya jarak diameter 10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm, caranya adalah dengan ditugal. Waktu penanaman yang baik yaitu antara pagi ataupun sore hari. Anda dapat melihat pada masa pemanennya juga, umumnya disesuaikan pada waktu panen datang yaitu pada hari-hari besar. saat itu banyak orang yang membutuhkan bunga krisan.

Cara pembudidayaannya yang pertama yaitu dengan pupuk dasar. banyak sekali jenis pupuk yang dijual, untuk bunga krisan ini anda membutuhkan Furadan 3G banyaknya 6 sampai 10 butir pada tiap lubangnya. Pada waktu penuangan, pupuk dicampur dengan beberapa jenism campuran pupuk yaitu pupuk ZA 75 gram. Tambah dengan TSP 75 gram , tambah lagi dengan KCl 25 grm (3:3:1)per m2 luas tanam. Diusahakan pada saat memupuk diberikan rata pada permukaan tanah sambil diaduk. Lalu ambil satu per satu bibit pada tempat penampung benih. Kemudian timbun dengan tanah yang tipis agar perakaran pada bibit krisan tidak langsung kena furadan 3G.

Penanaman Bunga Krisan

Anda sudah bisa menanam bibit krisan satu persatu di lubang yang sudah disiapkan tadi. Pada ke dalaman lubang 1 sampai 2 cm dengan tanah terus dipadatkan pelan pelan dekat dengan batang benih krisan. Setelah itu siram bibit krisan dengan air caranya memasang naungan dalam dari sungkup plastik yang agak transparan. Langkah penanaman krisan ini sama dengan bunga potong biasanya. Akan tetapi tetap tambahkan sedikit cahaya agar tangkai krisan bisa lebih mudah dibuat pendek saat melakukan pemotongan pada tangkai bunga.

Untuk melakukan tahap ini cukup sampai pada batas tertentu, ketinggiannya  juga sudah ditentukan. Apabila ingin bunga krisan ini mempunyai tangkai 70 cm, maka anda bisa menambahkan sedikit cahaya di ketinggian 50-60.  Untuk penambahan dan pengaturan cahaya bisa memakai pola byar pet. Pencahayaan malam hari yang di biarkan selama 5 menit kemudian dimatikan selama 1 menit. Ini terus dilakukan dengan cara berulang sampai mencapai 30 menit. Sedangkan cara lain pada pengaturan serta penambahan cahaya yaitu dengan memasang lampu TL di tengah malam kira kira pukul 22.30-01.00.

Varietas dan Cara Budidaya Bayam Yang Paling Efektif

Bayam atau Amaranthus spp. adalah merupakan tanaman sayur yang biasa ditanam untuk dimakan daunnya untuk sayuran hijau. Tanaman bayam ini asalnya dari Amerika tropik tapi saat ini tersebar di seluruh dunia. Bayam ini dikenal sebagai sayuran sebagai sumber zat besi yang penting bagi tubuh manusia. Tanaman ini menyukai iklim hangat dengan cahaya yang kuat. Bayam relatif tahan pada pencahayaan secara langsung sebab merupakan tanaman C4. Karakteristik dari bayam adalah batang berair dan kurang berkayu. Untuk daun bayam ini bertangkai, dengan bentuk bulat telur, kurang kuat. Bayam mempunyai warna merah, hijau, atau hijau agak putih. Bunga sayuran bayam ini tersusun majemuk tipe tukal yang tersusun rapat. Di ujung tangkai dan ketiak percabangan terdapat bunga bayam. Biji bayam mempunyai warna hitam, kecil dan bertekstur keras.

varietas-dan-cara-budidaya-bayam-yang-paling-efektif

Bayam disebut dalam bahasa Inggris dengan nama  Chinese amaranth. Karena Bayam adalah sayuran hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, Malaysia dan Indonesia. Pada tingkat konsumen, diketahui ada dua macam bayam sayur yaitu bayam petik dan bayam cabut. Untuk Bayam petik mempunyai ciri berdaun lebar dan tumbuh tegak besar dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan pada gado gado atau pecel. Selain itu bayam juga bisa dibaluri tepung dan dijadikan sebagai rempeyek. Untuk daun bayam cabut ukurannya lebih kecil dan penanamannya dalam waktu singkat maksimal 25 hari. Bayam cabut lebih cocok untuk dibikin sup encer seperti halnya sayur bayam atau sayur bobor. Jenis bayam petik umumnya berasal dari jenis A. hybridus atau bayam kakap. Sedangkan bayam cabut umumnya diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis bayam yang lain juga bisa dimanfaatkan adalah A. spinosusatau bayam duri dan juga A. blitum atau bayam kotok.

Jenis Bayam Budidaya

Diantara macam varietas sayuran yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bayam merupakan salah satunya. Bayam dengan nama ilmiah Amaranthus spp, ini berasal dari wilayah Amerika tropis. Tumbuhan ini dulunya hanya digunakan untuk tanaman hias. Tapi dalam perkembangan zaman, tanaman bayam ini fungsinya beralih menjadi bahan pangan yang mengandung protein dan kandungan zat besi. Tanaman bayam sayur ini kira kira masuk ke Indonesia pada abad XIX pada saat lalu lintas perdagangan internasional. Pada saat itu banyak orang luar negeri yang mendatangi wilayah Indonesia. Untuk Saat ini jumlah keseluruhan lahan yang digunakan untuk budidaya bayam di Indonesia ada sekitar 31.981 hektar. Lahan budidaya itu tersebar di beberapa wilayah, yaitu di Jawa Timur sekitar 3.022 hektar. Dan di Jawa Tengah 3.479 ha sedangkan Jawa Barat 4.273 ha, dan propinsi lainnya kira kira 2.376 ha.

Tanaman sayur dari family Amaranthaceae ini walaupun punya sekitar 800 jenis bayam. Tapi paling sering cuma dibedakan jadi 2 jenis, yaitu bayam budidaya dan bayam liar. Jenis bayam liar ini terdiri atas 2 jenis, yaitu bayam tanah dan bayam berduri. Ciri yang utama dari bayam liar adalah warna batang yang merah disertai daun yang kaku. Nah untuk jenis bayam budidaya ini juga dibedakan jadi 2 macam. Yaitu Bayam cabut yang biasa dikenal dengan sebutan bayam sekul atau bayam putih yang mempunyai ciri warna batang yang kemerah-merahan atau hijau agak putih. Sedangkan bunganya keluar dari ketiak pada bagian cabang. Bayam cabut yang mempunyai batang merah sering disebut bayam merah, lalu yang berbatang putih sering disebut denganbayam putih.

Bayam Budidaya

Jenis bayam budidaya yang selanjutnya adalah bayam tahun atau sering disebut bayam kakap atau bayam skop. Ciri-ciri dari bayam tahun ini adalah, daunnya yang lebar. Bayam tahun ini mempunyai 2 spesies, yang pertama hybridus caudatus L. Dengan ciri mempunyai daun agak panjang yang mempunyai ujung runcing. Daunnya mempunyai warna hijau agak kemerah-merahan atau merah tua. Dan jenis kedua, hibridus paniculatus L., yang ciri cirinya punya dasar daun yang sangat lebar. Warnanya daunnya hijau, dan memiliki rangkaian bunga bayam yang panjang tersusun secara teratur. Bunganya juga besar-besar yang tumbuh pada ketiak di daun.

Cara Budidaya Bayam

Sebelumnya dibahas tentang cara budidaya buncis. kali ini akan membahas budidaya bayam. Sayuran bayam paling cocok bila ditanam di daerah dataran yang curah hujannya cukup tinggi sehingga mencapai lebih dari 1.500 mm tiap tahunnya. Selain itu, tanaman bayam sayur juga memerlukan sinar matahari yang penuh. Kalau tempat tumbuhnya terlindungi, maka pertumbuhannya tidak akan bisa maksimal. Kalau demikian, untuk tanaman bayam sayur yang pertumbuhannya bisa cukup tinggi, angin kencang bisa menjadi musuh paling utama. Sebab dapat merobohkan tanaman bayam sayur. Suhu yang pas untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman ini kira kira antara 16o hingga 20 derajat Celcius. Disertai dengan kelembaban udara antara 40 Sampai 60%. Dengan lahan yang memenuhi kriteria seperti di atas, budidaya bayam akan bisa menuai hasil yang memuaskan.

Tanaman bayam sayur akan tumbuh dengan baik apabila ditanam pada tanah yang gembur dan tanah yang subur. Dan dalam tanah itu kandungan haranya sudah terpenuhi. Tanaman Bayam tergolong peka pada pH tanah. Apabila pH tanahnya di atas 7 /alkalis, daun-daun muda pada pucuknya akan menjadi pucat putih kekuningan dalam pertumbuhannya. Dan Sebaliknya, apabila pH di bawahnya 6 atau asam, bayam tidak dapat tumbuh sempurna sebab kekurangan beberapa unsur. Oleh Karena itu pH tanah yang ideal untuk tanaman bayam sayur antara 6 sampai 7. Tanaman bayam juga butuh banyak air yang cukup di dalam pertumbuhan bayam itu. Apabila bayam sampai kekurangan air, pertumbuhannya akan menjadi terganggu. Untuk itu, anda bisa menanam bayam pada awal musim hujan atau di akhir musim kemarau.

Penyiapan Benih Bayam

Untuk budidaya bayam harus disiapkan melalui perbanyakan biji bayam sayur. Benih bayam diambil dari tanaman bayam sayur yang dipelihara sampai tua berumur sekitar 3 bulanan. Jika tanaman bayam masih muda sudah diambil biji untuk benih, maka daya simpan bibit tidak tahan lama dan tingkat perkecambahan akan rendah. Bibit bayam yang baik dapat disimpan sampai umur satu tahun. Bibit bayam tidak membutuhkan masa dorman. Jadi, bibit yang baru dipanen sebetulnya sudah siap untuk langsung ditanam pada lahan. Kebutuhan bibit untuk budidaya bayam sayur adalah 5 sampai 10 kg tiap hektar.

Dan semua itu sangat tergantung pada keterampilan dalam menebar benih. Bibit bayam sangat kecil, pada budidaya bayam biasanya bibit disebarkan dengan saringan atau tangan. Usahakan benih dapat tersebar dengan baik. Kepadatan tebar bibit adalah 0,5 sampai 1 gram tiap meter persegi. Nah, Agar penebaran bibit bisa  merata, anda juga bisa mencampurkan bibit dengan tanah atau kompos setelah itu disebar di atas bedengan.

Perawatan Budidaya Bayam

Untuk perawatan yang terpenting dalam budidaya bayam sayur adalah pengaturan air, paling utama saat awal benih disebarkan. Lakukanlah penyiraman pada tanaman bayam sayur sebanyak dua kali sehari pada saat musim kemarau. anda juga perlu menjaga selalu kelembaban tanah lahan hingga bayam sudah berkecambah. Setelah tanaman mulai berkecambah, anda perlu menyiangi gulma atau rumput pengganggu yang tumbuh bersama dengan kecambah bayam. Gulma atau rumput pengganggu akan berebut nutrisi dengan tanaman bayam sayur. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang pada proses budidaya bayam sayur , yaitu ulat daun, tungau, busuk basah , kutu daun dan karat putih. Penanganan hamanya adalah dengan cara menjaga kesehatan tanaman bayam dengan penyiraman teratur.

 

Cara Efektif Budidaya Kelapa Sawit Agar Berbuah Lebat

Kelapa sawit atau Elaeis adalah tanaman industri penting sebagai penghasil minyak untuk masak. Selain minyak masak kelapa sawit juga menghasilkan minyak industri, ataupun bahan bakar /biodiesel. Perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan banyak sehingga banyak perkebunan lama dan hutan yang dikonversi jadi lahan perkebunan kelapa sawit. Di Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit tertinggi di dunia. Untuk wilayah penyebarannya di daerah Aceh, Jawa, Sulawesi, Kalimantan. Kelapa sawit ini berbentuk pohon. Pohonya mempunyai Tinggi yang dapat mencapai 24 meter. sedangkan akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke samping dan bawah. Selain itu kelapa sawit juga mempunyai beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke atas menyamping untuk memperoleh tambahan aerasi.

cara-efektif-budidaya-kelapa-sawit-agar-berbuah-lebat

Seperti jenis tanaman palma lainnya, daun kelapa sawit tersusun tersusun majemuk. Daun sawit berwarna hijau tua dan pelepah mempunyai warna sedikit agak muda. Penampilan tanaman sawit ini sedikit sama dengan tanaman salak. Namun sawit ini dilengkapi dengan duri yang tidak begitu tajam dan keras. Batang tanaman sawit diselubungi bekas pelepah sampai umur 12 tahun. Sesampai umur 12 tahun pelapah yang sudah kering akan terlepas. sehingga tampilan sawit menjadi sama dengan kelapa biasa. Bunga betina dan bunga jantan terpisah tapi berada dalam satu pohon /monoecious diclin. Dan mempunyai waktu pematangan yang beda sehingga tidak selalu terjadi penyerbukan sendiri.

Karakteristik Tanaman Kelapa Sawit

Untuk Bunga jantan memiliki bentuk panjang dan lancip. sedangkan untuk bunga betina terlihat lebih besar dan lebih mekar. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera mempunyai sifat female steril.Jadi sangat jarang mendapatkan hasil tandan buah dan dalam produksi yang digunakan sebagai tetua jantan adalah bibit yang unggul. Karakteristik Buah sawit mempunyai warna macam macam dari hitam, merah, hingga ungu, tergantung bibit yang dipakai. Buah sawit bergerombol dalam tandan yang muncul pada tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah sawit. Kandungan minyak bertambah banyak menyesuaikan dengan kematangan buah. Sesampainya fase matang, kandungan asam lemak bebas yaitu FFA, free fatty acid akan meningkat.  Dan buah sawit akan jatuh dengan sendirinya.

Habitat asli dari kelapa sawit adalah daerah semak dan belukar. Sawit bisa tumbuh dengan baik pada daerah tropis suhu 15° LU sampai 15° LS. Tanaman sawit ini dapat tumbuh sempurna pada ketinggian 0 sampai 500 m dari permukaan air laut. Dan bisa tumbuh baik dengan kelembaban 80 hingga 90%. Sawit memerlukan iklim dengan curah hujan yang stabil. 2000 sampai 2500 mm dalam satu tahun. Yaitu daerah yang tidak tergenangi air pada musim hujan dan tidak mengalami kekeringan pada waktu  kemarau. Pola curah hujan tiap tahunnya memengaruhi pembungaan dan produksi buah kelapa sawit.

Kelapa sawit yang biasa dibudidayakan terdiri dari dua jenisyaitu E. guineensis serta E. oleifera. untuk Jenis pertama yang paling luas dibudidayakan oleh orang. Dari dua jenis kelapa sawit ini masing-masing memiliki keunggulan. E. guineensis mempunyai produksi yang tinggi. Sedangkan E. oleifera mempunyai tinggi tanaman yang tidak tinggi. Banyak orang yang menyilangkan kedua species ini untuk meperoleh species yang lebih tinggi produksi dan mudah dipanen. E. oleifera sekarang sudah mulai banyak budidaya kelapa sawit. Karena untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.

Budidaya Kelapa Sawit

Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu jenis komoditas yang memberikan peran yang cukup besar sebagai pendapatan negara. Prospek budidaya kelapa sawit masih sangattinggi sebab kelapa sawit dipakai untuk berbagai olahan produk. Termasuk minyak sawit yang di Indonesia ini menjadi bagian dari sembilan bahan pokok masyarakatnya. Walaupun prospek perkebunan kelapa sawit masih cukup besar. Cara budidaya kelapa sawit dan persiapan perlu diperhatikan secara teliti. Dikarenakan tanaman sawit ini merupakan tanaman tahunan. Jadi produksi selama berpuluh puluh tahun akan sangat tergantung pada awal proses bertanam tanaman kelapa sawit itu. Tentu masalah pembibitan merupakan upaya awal yang penting yang wajib diperhatikan secara sungguh sungguh dan teliti.

Teknologi pada pembibitan tanaman sawit sudah sangat berkembang saat ini. Peneliti sudah mampu melakukan budidaya kelapa sawit melalui kultur jaringan yang akan mengutamakan kualitas produksi.  Buah kelapa sawit akan dibuat sama persis dengan pohon induknya. Meskipun begitu, teknik kultur jaringan itu akan terlalu sulit dilakukan oleh orang yang berkebun. Sehingga lebih baik perkebun sawit memilih pembibitan yang lebih gampang. Misalnya melalui benih kelapa sawit yang disiapkan oleh balai pusat penelitian tanaman kelapa sawit. Pekebun sawit juga bisa menyediakan bibit dengan langkah meneliti penyerbukan bunga betina pohon induk sawit.

Setelah memperoleh bibit kelapa sawit dengan kualitas yang unggulan, pembibitan harus dilakukan pada lahan yang datar dan dekat dengan sumber air. Sebagai cara untuk memudahkan penanaman nanti, lebih baik tempat pembibitan terdapat di tengah areal yang akan diberi tanaman sawit. Untuk area pembibitan harus bersih tidak ada gulma dan dilengkapi dengan peralatan penyiraman, drainase dan jalan. langkah demi langkah harus dilakukan dengan teliti. Semua itu dilakukan untuk kualitas kelapa sawit yang akan dihasilkan pada akhirnya. Anda juga harus memberikan pupuk kelapa sawit yang tepat.

Teknik Pembibitan Dan Lahan

Orang yang berkebun sawit bisa memakai 2 teknik budidaya pembibitan. Yakni dengan langkah langsung di polibag tanpa melalui proses dederan. Dengan langkah tak langsung yang meliputi dua tahap berupa tiga bulan tahap pembibitan awal atau dederan dan sembilan bulan tahap pembibitan utama. Selama proses pembuatan bibit, 2 kali dalam sehari bibit perlu disiram ,dipupuk, dan diteliti untuk memperoleh benih yang mampu tumbuh dengan baik di lahan tanam. para Petani boleh saja menggunakan teknik menanam sawit tingkat tinggi yang menggunakan bermacam macam teknologi maju. Akan tetapi teknik ini tidak akan menghasilkan yang optimal selama syarat tumbuh maksimal tanaman sawit tidak dipenuhi. Tanaman Kelapa sawit sangat baik ditanam pada daerah tropis yang curah hujannya rata-rata 1.500 hingga 3.00 mm tiap tahun. Kelapa sawit akan tumbuh dengan baik di dataran rendah pada ketinggian 200 sampai 400 meter di atas permukaan air laut.

Kelapa sawit akan tumbuh dengan optimal jika lama terkena langsung sinar matahari 1 sampai 7 jam per harinya. Buah kelapa sawit yang diperoleh akan jauh lebih maksimal saat tanaman sawit tumbuh di daerah dengan suhu mencapai 25 sampai 27 derajat Celcius. Tanaman kelapa sawit sangat memerlukan tanah yang subur, gembur, dan mempunyai drainase baik untuk pertumbuhan maksimal dengan pH tanah 4,0-6,5. Setelah itu, persiapan lahan sangat tergantung pada letak lahan perkebunan yang akan ditanami. Disini Ada beberapa untuk jenis area yang akan jadi lokasi pas untuk penanaman sawit . Seperti halnya bukaan baru pada lahan hutan sekunder dan primer atau area yang terdapat tumbuhan ilalang atau semak belukar. Nah, ada juga lahan konversi yang menjadi lahan yang sebelumnya pernah digunakan untuk perkebunan tumbuhan jenis lain. Untuk Lahan bukaan ulang ini adalah lahan tanam kelapa sawit yang kelapa sawit juga pernah di tanam disini sebelumnya .

 

Budidaya Kunyit Teknik Dasar Lengkap

Kunyit (Curcuma) adalah termasuk salah satu tanaman rempah – rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia. Tanaman yang di kenal untuk bumbu atau ramuan obat alami ini sudah lama di budidaya di kalangan masyarakat. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi ini mempunyai trik dan tips untuk melakukan cara budidaya kunyit.

Kunyit atau sering di sebut juga kunir adalah salah satu tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat, ramuan jamu dan juga sebagai resep bumbu dapur dan masih banyak lagi. Selain itu tanaman kunyit berfungsi atau bermanfaat sebagai anti  inflasi, anti mikroba, anti oksidan, anti tumor, pencegah kanker dan masih banyak lagi manfaat serta fungsi lainnya.

Mungkin sebagian dari anda atau bahkan semuanya sudah tahu tentang deskripsi tentang tanaman ini. Berbicara sedikit mengenai deskripsi tentang kunyit, tanaman ini dapat tumbuh bercabang mencapai tinggi antara 40 – 100 cm, dan kemudian memiliki batang semu, bulat tegak dan membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun yang agak lunak. Kemudian untuk daun memiliki daun tunggal yang berbentuk menyerupai telur dan memanjang mencapai 10 – 40 cm dengan lebar 8 – 12,5 cm serta pertulangan menyirip dan berwarna hijau pucat.

Cara budidaya kunyit sebenarnya cukup mudah sekali untuk dilakukan, namun untuk memperoleh hasil yang melimpah tentunya perlu perawatan dan penanganan yang benar.Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh negara tropis.

Kemudian untuk melakukan cara budidaya kunyit anda harus memperhatikan beberapa hal untuk mendukung perkembangan tanaman kunyit agar dapat tumbuh dengan baik. Well, untuk lebih jelasnya langsung saja berikut Cara Budidaya Kunyit Yang Berkualitas Baik.

budidaya-kunyit-teknik-dasar-lengkap

Cara Budidaya Kunyit Yang berkualitas Baik

Syarat Tumbuh  Budidaya Kunyit

Tanaman kunyit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya yang penuh atau sedang. Atau idealnya tanaman ini dapat tumbuh dengan sangat baik pada tempat tempat yang terbuka atau tempat yang memiliki sedikit naungan. Pertumbuhan tanaman sangat baik tercapai ketika di daerah tersebut memiliki curah hujan mencapai 1000 – 4000 mm/tahun. Serta memiliki suhu udara optimum antara 19 -30 derajat celsius.

Dan apabila di tanam pada daerah yang memiliki curah hujan kurang dari 1000 mm/tahun maka anda harus melakukan system pengairan pada tanaman yang cukup dan teratur. cara budidaya kunyit dapat di tanam di sepanjang tahun, pertumbuhan yang baik idealnya adalah kunyit di tanam saat awal musim hujan.

Tanaman kunyit dapat tumbuh subur pada lahan tanah yang gambur, dan lahan tanah yang di cangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. Jenis tanah yang baik untuk perkembangan tanaman ini adalah tanah ringan yang memiliki bahan atau unsur organic yang tinggi, atau tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air atau sedikit basah/lembab.

Kemudian cara budidaya kunyit dapat berkembang dan tumbuh dengan baik di dataran rendah mulai dari dataran yang kurang dari 240 meter diatas permukaan laut sampai di dataran tinggi yang memiliki ketinggian di atas 2000 meter di atas permukaan laut dan Produksi yang baik serta optimal pada tanaman kunyit akan menghasilkan kurang lebih 12 ton/hektar dan di capai pada ketinggian 45 meter diatas permukaan laut.

Proses Pembibitan

Proses pembibitan pada cara budidaya kunyit sendiri memiliki beberapa tahapan, sebenarnya hampir sama dengan budidaya jahe sih. nah untuk lebih jelasnya kami ulas berikut ini,

  • Bibit yang baik

Bibit yang baik pada tanaman kunyit sendiri berasal dari pemecahan rimpang sebab akan lebih mudah tumbuh. Agar mendapatkan hasil yang baik sebaiknya bibit harus berasal dari tanaman yang tumbuh dengan subur, sehat, berdaun banyak dan kokoh serta terlihat segar dan terbebas dari serangan jenis macam penyakit. Kemudian bibit yang di ambil harus berasal dari tanaman kunyit yang sudah berumur antara 7 – 12 bulan, selanjutnya bentuk ukuran dan warna harus seragam, bibit telah mengalami masa dormansi (istirahat) yang cukup dan tidak tercampur dari biji atau benih tanaman lain.

  • Penyiapan Bibit

Untuk cara budidaya kunyit dalam melakukan penyiapan pada bibit bisa dilakukan dengan cara memotong rimpang bahan bibit agar diperoleh ukuran dan berat yang seragam. Bekas potongan pada bibit di tutup dengan menggunakan abu dapur atau sekam guna menghindari tumbunya jamur pada tanaman. Atau bisa juga menggunakan larutan fungisida dan kemudian bibit di rendam. Setiap potongan rimpang maksimal mempunyai 1 – 3 mata tunas denan berat mencapai 20 sampai 30 gram serta panjang anatara 3 hingga 7 cm.

  • Proses penyemaian

Dalam menanam kunyit atau kunir ini juga di perlu dilakukan penyemaian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Guna merangsang pertumbuhan rimpang kunyit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut,

  • Angin anginkan rimpang di tempat yang sejuk atau lembab selama 1 hingga 1 ½ bulan.
  • Lakukan penyiraman 2 kali dalam sehari setiap pagi dan sore hari.
  • Agar cara budidaya kunyit dapat tumbuh dengan baik simpan bibit di dalam ruangan yang memiliki suhu antara 25 – 28 derajat Celsius.
  • Atau menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara mencapai 25 – 28 derajat Celsius.
  • Pemindahan Bibit

Setelah bibit di semai selama 1 – 1 ½ bulan tunas akan tumbuh mencapai 2 -3 cm, dan saat itu bibit di pindah ke media lahan tanam yang lebih besar. Pemindahan bibit yang telah memilki tunas di pindahkan secara hati hati guna menghindari kerusakan pada tunas tersebut. Apabila ada tunas atau akar bibit saling terkait maka pisahkan akar tersebut dengan hati hati kemudian letakkan bibit dalam wadah untuk memudahkan pemindahan bibit ke lahan tanam. Usahakan selama pemindahan bibit, bibit yang telah bertunas jangan di tumpuk sebab akan merusak tunas.

proses-penanam-kunyit

Proses Penanam Kunyit

Setelah pengolahan lahan selesai dan bibit kunyit telah disediakan cara budidaya kunyit  selanjutnya adalah proses penanam kunyit. Untuk lahan tanam seluas 1 hektar membutuhkan bibit sebanyak 500 – 650 kg, dari bibit dengan jumlah tersebut umumnya menghasilkan kunyit sebanyak 20 – 30 ton/ha. Bibit kunyit yang telah di siap ditanam kedalam lubang berdiamter 5 – 10 cm yang dibuat di bedengan lahan tanam dengan arah mata tunas menghadap ke atas.

Proses penanam pada kunyit dapat di di lakukan pada saat awal musim hujan atau di awal musim kemarau, namun idealnya penanam di lakukan diawal musim penghujan sebab tanaman ini sangat membutuhkan kandungan air yang banyak untuk pertumbuhannya.

Pemupukan Konvensional

Selain pupuk dasar pada awal penanaman, tanaman kunyit perlu diberi pupuk tambahan kedua di 2-4 bulan tanaman tua.

Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan menggunakan tahap kedua pupuk kandang dan pupuk (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), dan K2O (112 kg/ha) pada tanaman 4-bulan-tua. Dengan pupuk memperoleh peningkatan hasil sebesar 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha.

Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk disebar merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman.

 

Budidaya Alpukat Panduan Lengkap Bagi Pemula

Budidaya Alpukat Panduan Lengkap Bagi Pemula. Buah Alpukat (Persea americana) merupakan jenis buah yang mengandung banyak lemak nabati, buah alpokat berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan.

Selain itu, daging buah alpukat untuk mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering, dan menghilangkan kolesterol jahat. Daun alpukat digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis.

Budidaya alpukat  memang sedang banyak digemari. Menilik dari sejarahnya, tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dgn nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) & lain-lain.

Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah & Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan & gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

budidaya-alpukat-panduan-lengkap-bagi-pemula

Cara Budidaya Alpukat Bagi Pemula

Budidaya Alpokat dengan Mencangkok atau Okulasi

Pohon alpukat yang digunakan sebagai bibit cangkokan sebaiknya dipilih dari pohon yang memiliki riwayat buah yang baik (rasa, ketahanan terhadap hama, dan lain-lain). Lakukan pencangkokan dengan cara yang benar akan menghasilkan akar dan bibit yang bagus. Pilihlah cabang pohon alpukat yang terlihat subur, tidak terlalu banyak cabang-cabang baru, dan tidak terlalu tua atau terlalu muda.

Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong pada bagian pangkal cabang (sekitar 3 cm dari cangkokan), dan masukkan ke dalam polybag untuk dilakukan penyemaian  dengan terlebih dahulu melepas penutup cangkokan. Letakkan bibit di area yang teduh dan lakukan penyiraman, biarkan bibit hasil cangkokan mampu beradaptasi dan mengeluarkan bayak akar sebelum dipindahkan ke lahan tanam permanen.

Budidaya alpukat dengan Biji

Untuk menanam Alpokat dari biji dapat dilakukan dengan melakukan penyemaian biji alpukat terlebih dahulu, biji alpukat yang disemai harus dipilih dari buah alpukat yang tua. Belah buah alpukat dan ambil bijinya, jemur biji alpukat sekitar 3 jam dan angkat kemudian legtakkan di tempat teduh. Semailah Biji tersebut di dalam polybag semaian sampai bibit memiki tinggi sekitar 1 meter (siap tanam). Setelah bibit yang disiapkan siap tanam, maka bibit alpukat dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen yang sudah disiapkan.

Jika anda menginginkan Pohon alpukat dari hasil semaian biji dapat segera berbuah, maka lakukan sambung pucuk atau okulasi dengan mengambil tunas dari pohon alpukat yang sudah berbuah sebagai batang atasnya dan batang bawah menggunakan pohon alpukat hasil semaian biji.

Cara Menanam Alpukat

Membuat Lubang Tanam

Buatlah lubang tanam pohon buah alpukat dengan ukuran 60cm x 60cm dengan kedalaman 60-80cm. Jika anda menanam bibit dari hasil cangkok maka buatlah lubang tanam yang relative lebar, jika bibit dari biji maka buat lubang yang dalam.

Jika penananman akan dilakukan dalam jumlah banyak, buatlah lubang tanam yang sama dengan jarak 6m x 6m antar lubang agar memberikan ruang tumbuh bagi pohon alpukat. Isi lubang menggunakan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi, dan biarkan lubang tanam selama 3-4 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang meresap ke tanah.

Menanam Bibit Alpukat

Setelah bibit siap tanam, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lubang tanam permanen yang disiapkan. Buka plastik polybag dengan perlahan, usahakan jangan sampai Tanah yang ada di polybag semaian hancur. Masukkan bibit ke lubang tanam, dan tutup menggunakan Tanah sisa yang ada di sekitar lubang tanam. Lakukan penyiraman setelah semua bibit tertanam pada lubang-lubang yang disediakan.

Merawat Tanaman Alpukat

Perawatan yang diperlukan dalam menanam alpukat adalah penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pemangkasan. Pembersihan rumput atau gulma-gulma disekitar tanaman alpokat (penyiangan) wajib dilakukan terutama saat pohon alpukat baru ditanam atau masih kecil, jika sudah besar maka rumput liar akan sedikit yang tumbuh karena ternaungi oleh rimbunnya pohon alpokat

Memanen Buah Alpukat

Pohon alpukat biasanya akan mulai berbuah pada usia 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan berbuah pada umur 5-8 tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan.
Untuk memanen alpukat dapat dilakukan dengan memotong tangkai buahnya menggunakan pisau atau gunting.

cara-agar-tanaman-alpukat-cepat-berbuah

Cara Agar Tanaman Alpukat Cepat Berbuah

Banyaknya budidaya alpukat yang sulit berbuah saat musim berbuah tiba, terkadang sangat menjengkelkan para petani. Mengapa? Bagaimana tidak, perawatan dan perbaikan tanaman yang setiap hari dilakukan oleh petani akhirnya sia-sia. Tanaman alpukat yang seharusnya berbuah dan memberikan keuntungan bagi para petani malah membuat rugi bagi para petani yang membudidayakannya.

Tanaman alpukat umumnya akan mulai berbuah pada umur tanaman 7 tahun setelah tanaman alpukat di tanam. Tanaman ini sangat cocok bila ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.

Budidaya alpukat hanya bisa di perbanyak melalui 2 cara yaitu secara vegetatif (melalui : penyambungan pucuk/enten, & penyambungan mata/okulasi) dan generatif ( melalui biji ). Dari ke dua cara perbanyakan tersebut memiliki masa berbuah yang berbeda-beda. Perbanyakan dari biji memiliki masa berbuah sekitar 6-7 tahun. Sedangkan perbanyakan tanaman alpukat dengan cara okulasi/enten sekitar 1-4 tahun.

Terkadang kita tidak sabar untuk menunggu tanaman alpukat berbuah apalagi jika pembibitanyya melalui biji. Memang tanaman alpukat ini terkenal dengan masa berbuahnya yang relatif lama dari masa awal penanamannya. Namun kini telah ada beberapa cara agar tanaman alpukat cepat berbuah dan tentunya Anda tidak perlu lagi menunggu terlalu lama untuk menikmati panen buah alpukat. Salah satu cara tersebut adalah melalui metode top working, bagaimana cara tersebut ? berikut akan di jelaskan :

Budidaya Alpukat Metode Top Working

1. Pohon alpukat ditebang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah. Pemotongan bisa menggunakan gergaji atau kapak. Pilih diameter tanaman yang telah berukuran 25-30 cm.
2. Metode pertama sambung kulit kayu. Buat celah antara kulit kayu dan batang menggunakan pisau sedalam 5-7 cm.
3. Ambil entres (batang atas) dengan diameter 0,5-1 cm yang disayat miring kedua sisi bawahnya. Panjang entres 10-15 cm atau terdiri atas 3-5 mata tunas. Kemudian sisipkan entres  kedalam celah yang telah dibuat.
4. Metode kedua sambung celah. Buat torehan memanjang 5-7 cm pada kulit kayu, lebar torehan disesuaikan dengan ukuran entres yang akan ditempel.
5. Entres dari pohon yang diinginkan disayat miring dan ditempelkan pada torehan kulit kayu batang bawah.
6. Untuk satu pohon ditempelkan 3 entres dengan jarak yang seimbang memutari batang bawah. Setelah itu, ikat sekeliling tempelan menggunakan tali rafia atau tali plastik. Olesi parafin alias lilin cair pada permukaan batang bawah dan permukaan kulit kayu yang terbuka. fungsi parafin ini untuk mencegah penguapan yang berlebih.
7. Agar sambungan terhindar dari sinar matahari secara langsung, maka tutup sambungan tersebut dengan kantong semen dan dilapisi plastik. Buat 2 buah lubang di bagian depan dan belakang untuk membantu sirkulasi udara. Lubang itu juga bermanfaat untuk melihat pertumbuhan tunas selama dikerudungi. Kerudung plastik dipasang selama 1 bulan.
8. Setelah 1 bulan kerudung dibuka, entres yang hidup akan memunculkan tunas-tunas baru yang berwarna hijau segar. Jika tunas berwarna cokelat itu menandakan bahwa sambungan tidak jadi.
9. Jika kedua metode tersebut di lakukan dengn benar dan tepat serta di imbangi dengan perawatan yang teratur maka tidak perlu menunggu terlalu lama tanaman buah alpukat yang diperbanyak melalui biji akan mulai berbuah setelah umur 3 tahun.

 

 

Cara Budidaya Jahe Panduan Lengkap Untuk Pemula

Cara Budidaya Jahe Panduan Lengkap Untuk Pemula. Tanaman jahe sudah terkenal sebagai bahan obat & penghangat. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Beriykut adalah Cara Budidaya Jahe.

Memilih tanaman budi- daya yang tepat memang sangat berpeng- aruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat. Namun jika terlalu larut dalam memilih komoditi/tanaman yang tepat. Bisa jadi keuntungan yang diharapkan akan terlewati karena musim.

Hal ini terjadi akibat harga berkaitan dengan musim panen. Dimana musim yang kurang mendukung menyebabkan harga komoditi tertentu mencapai harga tinggi. Dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka kita tak perlu menunggu musim atau rame- rame menanam sebagaimana sifat latah sebagian besar petani kita. Sehingga tidak lagi terjadi “panen massal/over produksi”. Dengan demikian tak perlu terjadi fluktuasi harga yang berarti dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya jumlah permintaan.

Jahe merupakan tanaman multiguna. Bagian akarnya yang berupa rimpang bisa diolah dan dimanfaatkan hampir di semua jenis industri. Jadi jika Anda hanya memahami jahe sebagai bumbu masakan saja, rasanya Anda patut membaca banyak literatur lainnya seputar jahe. Pasalnya ia juga ternyata bermanfaat dalam dunia kecantikan dan juga kesehatan. Dengan demikian, hampir bisa dipastikan pangsa pasar jahe akan selalu ramai. Nah, artinya, nilai ekonominya tinggi dan menjanjikan jika dijadikan ladang usaha. Tertarik menanam jahe? Jika iya, mengapa tak dimulai dari pekarangan Anda saja? Cara budidaya jahe cukup mudah, semua orang pasti bisa. Termasuk Anda!

cara-budidaya-jahe-panduan-lengkap-untuk-pemula

Cara Budidaya Jahe Di Pekarangan Rumah

Siapkan Bahan Dan Alat

Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam menanam jahe di pekarangan rumah, sebagai berikut:

  1. Plastik polybag dengan kapasitas 5 kg sebanyak yang Anda perlukan. Kenapa kita memakai polybag? Sebab pekarangan biasanya sempit. Polybag bagus digunakan agar tanaman jahe tidak memakan banyak tempat.
  2. Tanah subur berhumus, secukupnya.
  3. Pupuk organik/kandang, secukupnya.
  4. Sekam, secukupnya.

Setelah semua bahan-bahan tersedia, saatnya kita memulai proses penanaman. Adapun cara budidaya jahe, langkah demi langkah, sebagai berikut:

  1. Pertama, campurkan bahan seperti tanah berhumus, sekam dan juga pupuk kandang. Perbandingannya 3 banding 1 banding 1. Artinya jika Anda menggunakan 3 ember tanah, maka campurkanlah dengan 1 ember pupuk kandang dan 1 ember sekam.
  2. Siapkan bibit jahe yang hendak Anda gunakan. Ambil bibit jahe dari indukan dan simpan di tempat yang lembab dan tertutup. Setelah tumbuh tunas, ambil indukan tadi dan mulailah memotongnya menjadi bibit kecil. Per bibit usahakan ada 2 tunas. Setelah itu, rendam bibit di dalam laritan agrimicin 0,1% selama kurang lebih 8 jam. Setelah itu, angkat dan keringkan.
  3. Selanjutnya, mulailah memasukkan tanah yang telah dicampur pupuk kandang dan sekam ke dalam plastik polybag. Isi hingga memenuhi ¾ kantong. Kemudian sisiplah di dalamnya bibit jahe yang telah disediakan pada langkah kedua.
  4. Umumnya jahe akan tumbuh setelah 3 bulan. Nah di minggu awal penanaman bibit, jangan lupa untuk terus menyiram polybag dengan air agar medium tanam dan bibit menyatu dengan baik.
  5. Setelah jahe tumbuh, lakukan proses pemeliharaan standar seperti pemupukan. Gunakan campuran urea dan KCl saat jahe berusia 1 bulan. Perbandingannyannya 3:4. Per polybag mendapat 1 sendok teh. Saat jahe memasuki umur 3 bulan, kurangi takaran menjadi ½ sendok teh per polybag.
  6. Langkah pemeliharaan selanjutnya adalah tindakan preventif dan represif pada hama dan penyakit. Gunakan pestisida dan perhatikan sistem drainase. Jangan sampai air menggenang dan menjadkan rimpang jahe busuk.
  7. Terakhir adalah proses pemanenan. Umumnya di usia 8 bulan, jahe sudah bisa dipanen.

Cara budidaya jahe di pekarangan ini terbilang mudah dan sederhana. Untuk menghemat belanja dapur, langkah ini patut dicoba. Selain menjadikan pekarangan asri,tanaman jahe juga menjadi tanaman obat keluarga. Jadi, selamat menanam jahe ya!

Sejarah Singkat Tanaman Jahe

Jahe berasal dari Asia Pasifik yg tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yg pertama kali memanfaatkan jahe. Terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak & obat-obatan tradisional. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa & Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

uraian-tanaman-jahe

URAIAN TANAMAN JAHE

Klasifikasi

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber
  • Species : Zingiber officinale

Deskripsi Tanaman Jahe

Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m. Rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm. Tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm. Bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu. Seludang agak berbulu.

Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. Berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm.  Gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang. Sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm.

Daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan. Panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm. Kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2

Jenis Tanaman Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk & warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak : Rimpangnya lebih besar & gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit : Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok utk ramuan obat-obatan, atau utk diekstrak oleoresin & minyak atsirinya.
  3. Jahe merah : Rimpangnya berwarna merah & lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, & juga memiliki kandungan minyak atsiri yg sama dengan jahe kecil, sehingga cocok utk ramuan obat-obatan.

MANFAAT TANAMAN JAHE

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma & rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula & berbagai.minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng & sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk & awetan jahe.

Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri & koresin yg diperoleh dengan cara penyulingan yg berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis & lain-lain.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba & parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung & getah empedu.

SENTRA PENANAMAN JAHE

erdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun & di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.

SYARAT PERTUMBUHAN JAHE

Iklim

    1. Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
    2. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yg terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.
    3. Suhu udara optimum utk budidaya tanaman jahe antara 20-35°C.
  1. Media Tanam
    1. Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yg subur, gembur & banyak mengandung humus.
    2. Tekstur tanah yg baik adalah lempung berpasir, liat berpasir & tanah laterik.
    3. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum utk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
  2. Ketinggian Tempat
    1. Jahe tumbuh baik di daerah tropis & subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl..
    2. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 – 600 m dpl.

PEDOMAN BUDIDAYA

Pembibitan Jahe

  1. Persyaratan Bibit Jahe
    1. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
    2. Dipilih bahan bibit dari tanaman yg sudah tua (berumur 9-10 bulan).
    3. Dipilih pula dari tanaman yg sehat & kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
  2. Teknik Penyemaian Bibit
    1. Penyemaian pada peti kayu : Rimpang jahe yg baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida & zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yg paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
    2. Penyemaian pada bedengan : Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m utk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, & di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari & sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah..Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan & setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & beratnya 40-60 gram.
  3. Penyiapan Bibit Jahe : Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung & dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.

Pengolahan Media Tanam

  1. Persiapan Lahan : untuk mendapatkan hasil panen yg optimal harus diperhatikan syarat-syarat tumbuh yg dibutuhkan tanaman jahe.
  2. Pembukaan Lahan : Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm . Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit & hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yg kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam & sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
  3. Pembentukan Bedengan : Untuk mencegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  4. Pengapuran : Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) & calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap.
    1. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.
    2. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.
    3. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.

teknik-penanaman-jahe

 Teknik Penanaman Jahe

  1. Penentuan Pola Tanaman : Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan.
  2. Pembutan Lubang Tanam : utk menghindari pertumbuhan jahe yg jelek, karena kondisi air tanah yg buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm utk menanam bibit.
  3. Cara Penanaman : Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yg sudah disiapkan.
  4. Perioda Tanam : Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September & Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya.

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyulaman : Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan utk melihat rimpang yg mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yg baik serta pemeliharaan yg benar.
  2. Penyiangan : Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yg tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar..
  3. Pembubunan : Tanaman jahe memerlukan tanah yg peredaran udara & air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan utk menimbun rimpang jahe yg kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam & diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan & sekaligus terbentuk sistem pengairan yg berfungsi utk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yg terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah & banyaknya hujan.
  4. Pemupukan :
    1. Pemupukan Organik : Pada pertanian organik yg tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan & obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yg ditebar & dicampur tanah olahan. utk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, & 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
    2. Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yg digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yg berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
  5. Pengairan & Penyiraman : Tanaman Jahe tidak memerlukan air yg terlalu banyak utk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September;
  6. Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yg utk disemai & pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yg mendorong pertumbuhan jahe.
  1. HAMA & PENYAKIT

 

Trik Sukses Budidaya Brokoli Subur Makmur

Budidaya brokoli memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini karena selain memiliki rasa yang enak, ternyata brokoli juga bernutrisi tinggi. Bahkan, brokoli juga dipercaya dapat mencegah serta mengobati beberapa macam penyakit. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan oleh kandungan di dalam brokoli diantaranya yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mencegah penyakit jantung, membantu penglihatan agar lebih tajam. Tidak hanya itu saja, brokoli juga mampu membantu mencegah kanker, mengontrol tekanan darah, memperbaiki kerusakan kulit. Bahkan brokoli membantu melawan depresi, mencegah penyakit kardiovaskular, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan serta menyukseskan diet penurunan berat badan. Dengan manfaat yang banyak didapat dari brokoli tersebut, membuat brokoli semakin diidolakan.

trik-sukses-budidaya-brokoli-subur-makmur

Brokoli bahkan tidak pernah kehilangan pangsa pasar. Terlebih lagi kebutuhan akan brokoli dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sehingga cukup pantas jika bisnis budidaya brokoli menjadi salah satu alternatif yang pantas untuk dilirik. Apalagi untuk membudidayakan sayuran brokoli ini pun terbilang cukup mudah. Sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1970, brokoli telah sangat digemari oleh banyak masyarakat. Selain rasa dan kandungan vitamin yang dimiliki brokoli, tanaman ini juga sangat mudah ditumbuhkan di Indonesia. Tanaman brokoli itu sendiri sangat mudah tumbuh pada lahan perkebunan dengan paparan atau intensitas sinar matahari yang baik. Sayuran brokoli penuh dengan nutrisi ini akan lebih mudah tumbuh dengan baik pada tanah yang subur.

Jika anda memiliki lahan yang memenuhi kriteria tersebut di atas, maka anda sudah dapat memulai menanam atau budidaya tanaman brokoli sekarang juga. Beberapa khasiat brokoli lainnya yaitu dapat meningkatkan produksi kandungan protein di dalam tubuh. Selain itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalam tanaman brokoli tersebut juga dapat membantu melindungi kesehatan jantung kita dari sel-sel yang bersifat merusak. Jika anda mengkonsumsi brokoli secara rutin juga dapat menurunkan resiko timbulnya stroke, kanker, anemia, serangan jantung, serta penyakit katarak. Untuk itu, simak saja trik sukses budidaya brokoli subur berikut ini.

Trik Ampuh Budidaya Brokoli

Lahan

Lahan yang akan digunakan sebagai budidaya tanaman sayuran brokoli terlebih dahulu dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman sebelumnya. Tanah yang sudah bersih tersebut selanjutnya digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul. Setelah itu, dibuat guludan-guludan (tumpukan tanah yang memanjang) selebar hingga 100 cm di atas lahan sebagai media penanaman brokoli. Tinggi ideal guludan-guludan tersebut adalah sekitar 35 cm dengan jarak antar guludan sekitar 40 cm. Bagi anda yang ingin melakukan budidaya brokoli sangat disarankan PH tanah diatas 5,5. Selain itu, jika lebih rendah sebaiknya dilakukan pengapuran tanah. Lahan yang telah siap tersebut kemudian diberi pupuk kandang dengan jumlah secukupnya sesuai dengan luas lahan. Hal ini mengandung maksud agar tanah menjadi lebih subur sehingga tanaman brokoli dapat memberi hasil yang maksimal. Setelah lahan selesai dipersiapkan, anda bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

Pembenihan

Dalam melakukan budidaya brokoli, benih terlebih dahulu harus disterilisasi. Dengan cara direndam ke dalam air panas bersuhu 550C selama 15 – 30 menit. Atau bisa juga dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida dengan dosis sesuai anjuran. Benih yang sudah disterilisasi selanjutnya diseleksi dengan cara merendam biji benih ke dalam air. Biji benih yang baik, akan tenggelam sementara yang jelek akan mengapung atau melayang di dalam air. Benih brokoli yang baik tersebut kemudian direndam selama kurang lebih 12 jam. Atau bisa sampai benih terlihat pecah, dengan tujuan agar benih cepat berkecambah.

trik-sukses-budidaya-brokoli-subur-makmur

Dalam menyemaikan benih-benih brokoli tersebut dengan dua cara. Yang pertama yaitu dengan menebarnya ke atas lahan dan yang kedua yaitu dengan menanamnya di plastik-plastik polybag. Untuk menjaga kelembaban udara agar benih segera tumbuh menjadi kecambah, kita bisa menutupi benih-benih yang sedang disemaikan dengan daun-daun pisang. Kemudian setelah kecambah tumbuh dan memiliki daun sekitar 3 atau 4 helai daun maka penanaman pun siap untuk dilakukan. Biasanya benih-benih akan siap di tanam di atas lahan setelah penyemaian selama 1 bulan.

Persemaian

Tempat persemaian benih budidaya brokoli dilakukan di bedengan. Sebelum dibuat bedengan, tanah terlebih dahulu dicangkul dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu dibuat bedengan atau guludan dengan lebar 110 – 120 cm, dan panjang sesuai dengan kebutuhan. Penyemaian dilakukan dengan dua cara, pertama disebar diatas bedengan dan kedua dengan memakai plastik polibag. Media semai yang digunakan adalah campuran tanah halus dan ayakan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1 : 2 atau 1 : 1. Setelah media semai budidaya brokoli siap, masukkan benih satu persatu ke dalam plastik polibag yang telah diisi media tanam sedalam 0,2 – 1,0 cm dan tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang matang. Siramlah benih tersebut pada pagi dan sore, serta tutuplah dengan daun pisang untuk menjaga kelembaban agar kecambah cepat tumbuh. Begitu tumbuh kecambah, daun pisang dapat dibuang.

Penanaman

Penanaman bibit brokoli dilakukan dengan memindahkan bibit-bibit yang siap tanam ke atas guludan-guludan yang telah dipersiapkan. Teknik penanaman diatur dengan jarak tanam sekitar 50 cm x 50 cm di atas guludan. Cara menanam bibit-bibit tanaman sayuran brokoli tersebut dengan memasukkan bagian akar ke dalam tanah guludan secara hati-hati agar akar maupun daun tidak sampai rusak.

Perawatan

Tahap pemeliharaan brokoli terdiri atas beberapa bagian, diantaranya adalah penyulaman. Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati. Tahap penyulaman hanya dapat dilakukan sebelum tanaman berumur dua minggu. Perempelan atau pemangkasan brokoli. Lakukan perempelan cabang seawal mungkin agar ukuran dan kualitas masa bunga yang terbentuk dapat lebih optimal. Setelah terbentuk masa bunga, ikatlah daun-daun tua sedemikian rupa, sehingga masa bunga dapat ternaungi matahari. Penutupan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih. Dengan cara ini, brokoli yang anda lakukan akan berhasil. Sebagai petani yang baik, anda harus berhati-hati dan teliti dalam melakukan budidaya brokoli.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama dan penyakit dalam brokoli dapat dilakukan dengan pemakaian benih yang bebas penyakit. Banyak cara yang dilakukan, diantaranya yakni dengan merendam benih ke dalam air panas bersuhu 500 C. Selain itu, cara lainnya yakni direndam ke dalam fungisida atau bakterisida selama 15 menit. Pengendalian hama brokoli juga bisa dilakukan lewat rotasi tanaman, sanitasi kebun, menanam kultivar /varietas yang tahan penyakit. Anda juga bisa melakukan sterilisasi media semai, menghidari tanaman dari kerusakan mekanis atau gigitan serangga. Bahkan mencabut tanaman yang terserang penyakit, serta pengapuran pada tanah masam. Sedangkan untuk mencegah serangan hama penyakit, anda bisa lakukan penyemprotan pestisida meskipun belum ada gejala serangan hama. Penyemprotan tersebut dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Penyiangan

Penyiangan tanaman sayuran brokoli pertama dilakukan pada 7 hingga 10 hari setelah tanam. Teknik penyiangan tanaman sayuran brokoli tersebut bersamaan dengan penggemburan tanah serta pemupukan. Penyiangan tanaman sayuran brokoli kedua dilakukan pada 20 hari setelah tanam, dan penyiangan ketiga pada 30 -35 hari setelah masa tanam. Ketika melakukan penyiangan dan penggemburan, harus dilakukan dengan hati – hati dan jangan terlalu dalam supaya akar tidak rusak Penyiangan baru dihentikan pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki masa pembungaan). Cara ini juga bisa diterapkan pada budidaya brokoli dalam polybag, budidaya brokoli dataran rendah, budidaya brokoli organik, budidaya brokoli hidroponik, dan bahkan budidaya brokoli kuning.

Pemupukan Tambahan

Pada umur satu minggu, tiga minggu, dan lima minggu setelah tanam, pupuk susulan diberikan di sekeliling tanaman sejauh 10 hingga 15 cm dari batang tanaman sayuran brokoli. Dosis pemupukan tersebut adalah sebagai berikut. 1 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg. 3 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg. 5 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg. Dosis tersebut di atas dipakai untuk setiap satu hektar lahan. Dengan pemupukan tambahan ini, tanaman sayuran brokoli akan terpenuhi semua nutrisi yang diperlukannya. Dengan begitu tanaman sayuran brokoli akan tumbuh dengan subur.

Panen

Pada fase pertumbuhan tanaman sayuran brokoli awal atau masa pembentukan bunga, kondisi tanah harus senantiasa dijaga agar tetap dalam keadaan basah. Untuk itu lakukan penyiraman tanaman sayuran brokoli seminggu 2 hingga 4 kali. Pada saat masa bunga tanaman sayuran brokoli mencapai ukuran maksimal. Atau ketika tanaman brokoli telah berumur 55 hingga 100 hari. Hal ini tergantung varietas / kultivar tanaman, barulah brokoli bisa dipanen. Brokoli yang sudah dipanen selanjutnya diletakkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan proses penyortiran. Sortir dilakukan berdasarkan diameter kepala bunga yang terbagi 4 kelas yaitu 30 cm, 25 hingga 30 cm, 20 hingga 25, dan 15 hingga 20 cm. Untuk penyimpanan tanaman sayuran brokoli, sebaiknya diletakkan di ruang gelap pada temperature 200 C, dengan kelembaban 75 -85 %. Atau bahkan juga bisa di dalam kamar dingin dengan temperatur 4,40 C dengan kelembaban 85 -95 %.

Khasiat Brokoli Bagi Kesehatan

Brokoli (Brassica Oleracea) merupakan tanaman yang sudah sangat terkenal diseluruh dunia. Bahkan sejak ribuan tahun lalu, tanaman sayuran brokoli sudah dibudidayakan dan digunakan sebagai salah satu olahan makanan yang kaya akan gizi. Hampir seluruh kebutuhan akan asupan gizi ada di tanaman sayuran brokoli ini. Tanaman sayuran brokoli memang sekilas mengingatkan kita terhadap bunga kol atau kubis yang memiliki bentuk serupa. Di Yunani, tanaman sayuran brokoli menjadi sajian utama dan olahan makanan sehari-hari. Bahkan tanaman sayuran brokoli tersebut menjadi menu utama bagi para bangsawan karena harganya yang mahal.

trik-sukses-budidaya-brokoli-subur-makmur

1. Kesehatan Kulit

Brokoli mampu membuat kulit tampak sehat dan cantik. Dalam tanaman sayuran brokoli terdapat senyawa glucoraphanin. Senyawa dalam tanaman sayuran brokoli tersebut dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari atau proses penuaan. Selain itu, dapat membantu untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan membuat kulit yang sehat dan bercahaya. Secara umum, mengkonsumsi tanaman sayuran brokoli sangat baik untuk proses doteksifikasi kulit. Vitamin C, beta-karoten dan vitamin B kompleks hadir di sayuran ini. Vitamin E di dalam brokoli sangat bagus untuk mempercepat proses regenerasi sel-sel kulit mati.

2. Mencegah Depresi

Brokoli memang kaya akan khasiat. Salah satunya ialah tanaman sayuran brokoli mampu mencegah depresi. Seseorang yang kekurangan asam folat di dalam tubuhnya cenderung mengalami suasana hati yang tidak stabil. Mudah mengalami depresi, kelelahan, daya ingat yang buruk, bahkan lebih serius seperti skizofrenia. Tanaman sayuran brokoli memiliki kandungan asam folat dan vitamin B cukup tinggi sehingga bisa memperbaiki suasana hati dan mencegah depresi. Sebagai super food, sudah barang tentu tanaman sayuran brokoli ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Biasanya, brokoli dikonsumsi dengan cara dimasak sebagai tumis. Namun banyak orang yang lebih memilih mengukus brokoli tersebut untuk mendapat khasiat tinggi di dalamnya.

3. Mencegah Kanker

Para ilmuan menyatakan bahwa tanaman sayuran brokoli memiliki sifat antikanker yang dapat mencegah perkembangan sel kanker seperti kanker payudara, kandung kemih, usus besar, dan kanker ovarium. Hal ini berkat kandungan fitokimia yang bernama indole dan isothiocyanate. Inilah yang disebut-sebut sebagai manfaat tanaman sayuran brokoli yang paling besar. Beberapa penelitian menemukan tanaman sayuran brokoli mengandung senyawa anti kanker dan dapat mencegah asma serta gangguan pernapasan lainnya. Zat gizi yang terkandung dalam brokoli diantaranya serat, antioksidan, vitamin A, B, C, K, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Untuk mendapatkan khasiat yang lebih sehat, banyak orang memasak brokoli hanya dengan dikukus saja dan dijadikan sebagai lalapan. Bahkan, sekarang ini cukup populer jus brokoli.

4. Diet Sehat Penurun Berat Badan

Sayuran yang kaya akan serat seperti tanaman sayuran brokoli sangat mendukung program diet penurunan berat badan anda. Kandungan serat tanaman sayuran brokoli yang tinggi dapat membuat perut kenyang lebih lama. Sayuran berwarna hijau ini juga mengandung vitamin serta mineral, dan rendah kalori juga lemak. Kandungan serat yang tinggi dalam tanaman sayuran brokoli ini pun juga mampu menjaga pencernaan agar berfungsi dengan baik, mencegah penyakit seperti sembelit atau konstipasi. Antioksidan tanaman sayuran brokoli merupakan detoks alami yang membersihkan saluran pencernaan seperti lambung dan usus dari racun.

5. Sistem Kekebalan Tubuh

Sayuran brokoli telah sejak lama dikenal sebagai super food alias makanan super. Istilah super food untuk brokoli ini merujuk pada makanan yang mengandung banyak nutrisi sehingga bermanfaat untuk kesehatan. Tanaman sayuran brokoli merupakan sayuran dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Dimana kedua zat tanaman sayuran brokoli tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, bakteri dan virus. Terlebih lagi, tanaman sayuran brokoli juga mengandung fitonutrien dan fitokimia, termasuk sulforaphane, yang membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh serta memperkuat ketahanan fisik terhadap flu. Untuk itu, jangan ragu mengonsumsi tanaman sayuran brokoli tersebut.

6. Pencegah Penyakit Jantung

Manfaat sayuran brokoli selanjutnya ialah kemampuannya dalam mengatasi serta mencegah penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan momok menakutkan bagi manusia yang hidup di zaman moderen. Namun, penelitian dari Institute for Food Research di Norwich, Inggris berhasil menyilangkan brokoli yang mengandung glucoraphanin hingga 2 sampai 3 kali jumlah normal. Dan itu merupakan senyawa yang diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung. Tidak hanya itu saja, kandungan lutein dan vitamin A yang ada dalam brokoli membuat sayuran ini memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan mata. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar lutein yang tinggi dapat mencegah penurunan fungsi mata seperti katarak dan makula. Sementara vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan retina.

Itulah ulasan terupdate mengenai trik sukses budidaya brokoli subur makmur selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat. Terlebih lagi dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar trik budidaya tanaman terbaru maupun terpopuler.