4 Jenis Tanaman Buah Naga Beserta Syarat Tumbuhnya

Menanam Tomat Dengan Hidroponik Sistem Wick Griya Dayandra

Pada dasarnya, buah naga termasuk dalam golongan jenis tanaman kaktus. Buah naga banyak tumbuh di wilayah tropis, sama seperti halnya di Indonesia. Buah naga merupakan tanaman yang paling populer dibudidayakan masyarakat. Pasalnya, buah naga kaya akan nutrisi dan manfaat lainnya bagi kesehatan. Buah naga dapat ditanam pada sebuah pot, halaman rumah, lahan sempit, maupun kebun anda.

Ciri pohon buah naga itu sendiri diantaranya yaitu bentuk daunnya yang menjulur panjang berwarna hijau. Daun buah naga tersebut dipenuhi dengan duri. Di Indonesia, buah naga yang paling banyak ditanam adalah buah naga merah dan buah naga putih. Padahal secara umum, tanaman buah naga tersebut terdapat banyak jenisnya. Untuk info lebih lengkapnya, simak saja berbagai jenis tanaman buah naga beserta syarat tumbuhnya berikut ini.

4 Jenis Tanaman Buah Naga Beserta Syarat Tumbuhnya

Jenis Tanaman Buah Naga

Jenis buah naga yang pertama adalah Hylocereus undatus. Buah naga yang satu ini memiliki kulit buah berwarna merah dengan daging buah yang berwarna putih. Budidaya buah naga putih ini paling populer di Indonesia. Kadar kemanisan buah naga ini lebih rendah dibandingkan jenis buah naga lainnya. Untuk beratnya, buah naga putih ini memiliki berat kisaran 400-700 gram. Jenis buah naga selanjutnya adalah Hylocereus costaricensis. Buah naga ini memiliki kulit berwarna merah dengan daging buah berwarna merah mencolok. Jenis buah naga merah ini memiliki rasa manis yang lebih tinggi dibandingkan buah naga Hylocereus undatus.

Jenis buah naga selanjutnya adalah Hylocereus polyrhizus. Jenis buah naga Hylocereus polyrhizus tersebut memiliki kulit buah yang berwarna merah dengan daging buah berwarna merah keunguan. Buah naga Hylocereus polyrhizus tersebut memiliki kadar kemanisan lebih rendah dibandingkan buah naga Hylocereus costaricensis, dan memiliki rasa manis lebih tinggi dibandingkan buah naga Hylocereus undatus. Jenis buah naga yang keempat adalah buah naga Selenicereus megalanthus. Buah naga Selenicereus megalanthus ini memiliki kulit buah berwarna kuning. Jenis buah naga ini adalah jenis buah naga yang paling manis dibandingkan jenis buah naga yang lainnya. Untuk beratnya, tanaman buah naga kuning yang satu ini hanya berbobot 80-100 gram saja.

Syarat Tumbuh Buah Naga

Buah naga dapat tumbuh dengan baik dengan mendapatkan curah hujan sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Tanaman buah naga tersebut masih dapat mentolerir curah hujan dalam kisaran 600 – 1.300 mm/tahun. Selain itu, tanaman buah naga juga membutuhkan intensitas sinar matahari sekitar 70 – 80 %. Tanaman buah naga akan mengalami pertumbuhan yang baik jika ditanam pada daratan rendah dalam kisaran 0 – 350 mdpl. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman buah naga yakni sekitar 26 – 36 derajat celcius dengan kelembaban udara mencapai 70 – 90 %.

Media tanam yang sangat menunjang tumbuh kembang tanaman buah naga adalah tanah atau media tanam yang memiliki derajat keasaman dengan pH sekitar 6,5 – 7. Bukan hanya itu saja, tanah atau media tanam tersebut juga harus kaya akan nutrisi dengan kandungan zat kalsium tinggi sehingga pertumbuhan buah naga akan menjadi lebih optimal. Buah naga sangat dianjurkan untuk ditanam di ruang terbuka agar mendapat nutrisi dan sinar matahari yang cukup. Dengan terpenuhinya semua syarat tumbuh tersebut, buah naga dapat tumbuh dengan lebih maksimal.

Itulah ulasan mengenai jenis tanaman buah naga selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar kumpulan jenis tanaman buah naga beserta syarat tumbuhnya yang baik dan benar.

Bibit Buah Naga Unggul, Teknik Mudah Pembibitannya

Hampir setiap wilayah di Indonesia ditemukan tanaman buah naga. Pada dasarnya, buah naga adalah primadona tanaman gurun dari Meksiko yang paling mudah perawatannya. Buah naga dapat bertahan hidup di areal kering sehingga banyak masyarakat yang membudidayakannya, baik skala kecil maupun skala besar. Tanaman buah naga juga juga dapat tumbuh dengan subur di pekarangan rumah maupun pot dengan teknik tambulampot.

Buah naga memiliki masa produksi sekitar 7-10 tahun jika ditanam di pot. Sedangkan jika ditanam di alam terbuka, masa produksi buah naga bisa sampai 20 tahun. Masa berbuah tanaman buah naga berkisar antara bulan Oktober hingga April. Buah naga bahkan bisa berbuah saat masih berusia 8-9 bulan. Untuk jenisnya, buah naga terbagi dalam beberapa varian. Beberapa diantaranya yaitu buah naga merah, buah naga super red, buah naga orange, dan buah naga kuning. Untuk jenis buah naga orange dan kuning terbilang cukup langka karena pertumbuhanya sekitar 2 tahun untuk sampai bisa berbuah.

Bibit Buah Naga Unggul, Teknik Mudah Pembibitannya

Teknik Pembibitan Buah Naga

Buah naga dapat tumbuh dengan subur jika ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 20 sampai 500 m diatas permukaan laut. Kondisi tanah juga harus yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan, banyak mengandung unsur hara, dan juga memiliki pH tanah 5 sampai 7. Namun pada umunya, kebutuhan untuk budidaya buah naga yaitu kondisi tanah berpasir, kering, cenderung merah, dan pH normal (6-7). Apabila tanah cenderung basah/asam, anda perlu menambahkan kapur/dolomit untuk meningkatkan pH tanah. Sedangkan apabila tanah cenderung keras, anda perlu menambahkan pasir atau abu sekam.

Teknik pembibitan buah naga dapat dilakukan untuk bibit buah naga hitam, bibit buah naga merah, bibit buah naga super red, bibit buah naga kuning, dan juga bibit jenis buah naga lainnya. Cara membuat bibit buah naga dimulai dengan menyiapkan sulur cabang yang akan dipotong untuk dijadikan bibit. Kemudian dipotong dengan menggunakan gunting. Potong bagian cabang untuk dijadikan bibit dengan ukuran yang anda inginkan. Biasanya potongan cabang tersebut memiliki panjang 30 cm, 50 cm, 75 cm atau 1 meter. Untuk bibit buah naga orange, anda hanya perlu memotong sepanjang 10-15 cm mengingat keberadaannya yang cukup langka.

Tandai potongan bawah dengan potongan miring atau runcing untuk membedakan agar tidak terbalik waktu melakukan penanaman. Langkah selanjutnya yaitu dengan mengangin-anginkan bibit tersebut agar luka bekas potongan segera mengering. Anda juga bisa memberikan fungisida untuk mencegah jamur dengan cara dioleskan atau direndam. Setelah luka potongan mengering, Setelah mengering, bibit buah naga dapat langsung ditanam dimedia tanam seperti pot, polybag, atau di petak tanam. Sebaiknya penyiraman bibit buah naga dilakukan 3 hari sekali saja. Intensitas penyiraman yang terlalu banyak atau terlalu sering dikhawatirkan akan membuat bibit menjadi busuk.

Bagi anda yang ingin buah naga cepat berbuah, anda bisa mempersingkat waktu atau masa berbuahnya. Anda bisa langsung menanam cabang panjang tanpa dipotong-potong dulu. Pilihlah dari batang/cabang yang sudah tua ditandai kayu keras di tengan sulur dan sudah pernah berbuah. Untuk perawatan bibit buah naga, anda hanya perlu memperhatikan bibit buah naga tidak kelebihan air, tidak kekurangan sinar matahari, serta jangan lupa berikan pupuk kandang ayam dalam tahap pembesaran bibitnya.

Demikianlah ulasan mengenai bibit buah naga unggul selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Bibit Buah Naga Super Red Hybrid Varietas

Buah naga dipercaya dapat memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan hati. Buah naga tersebut memiliki banyak serat yang berkhasiat tinggi dalam membantu menurunkan berat badan. Dapat disimpulkan bahwa buah naga ini dapat membantu orang-orang obesitas dengan masalah berat badan mereka. Selain itu, buah naga juga bisa dimanfaatkan oleh penderita diabetes.

Penderita diabetes sering memanfaatkan buah naga ini sebagai salah satu sarana penyembuhan. Hal ini dikarenakan, buah naga tersebut memiliki sifat antioksidan yang mengesankan. Selain antioksidan, buah naga mengandung karotin, serat, protein, kalsium, vitamin B1, B2, dan B3, vitamin C, dan fosfor. Dari berbagai jenis buah naga, buah naga merah adalah jenis buah naga terbaik.

Bibit Buah Naga Super Red Hybrid Varietas

Buah naga dari keluarga Hycocereus tersebut tersebar luas dengan daging warna merah. Bunga buah naga itu sendiri bermekaran pada malam hari. Penyerbukan buah naga tersebut dilakukan oleh Nocturnally Ngengat dan juga kelelawar. Buah naga berwarna merah sangat berkhasiat melawan berbagai penyakit berbahaya seperti halnya kanker, diabetes mellitus, dan serangan jantung. Hal ini dikarenakan buah naga merah kaya akan antosianin. Dengan banyaknya manfaat yang bisa diambil dari buah naga tersebut, tak sedikit orang yang berupaya untuk budidaya buah naga merah.

Buah naga merah juga sering disebut dengan buah naga super red. Bibit buah naga super red juga banyak dijual di berbagai toko pertanian. Harga buah naga super red yang ditawarkan pun juga beragam, tergantung pada kualitas dan kuantitas bibit buah naga merah tersebut. Tentunya harga tersebut semakin hari akan semakin mahal pula. Harga bibit buah naga siap berbuah dan juga harga bibit stek buah naga akan meningkat seiring dengan jumlah permintaan konsumennya.

Budidaya Buah Naga Merah

Buah naga atau biasa dikenal dengan sebutan dragon fruits tersebut sebenarnya masih merupakan dalam keluarga tanaman kaktus. Meski banyak ditemukan di negara Asia, namun sebenarnya tanaman buah naga ini berasal dari Meksiko, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Buah naga merah sangat cocok untuk ditanam pada kondisi iklim dan alam tropis Indonesia. Bunga naga merah dapat tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0 – 350 meter di atas permukaan laut, curah hujan 720mm/tahun dan suhu sekitar 26-36 derajat celcius.

Sebelum Anda memulai budidaya buah naga merah, Anda harus memilih bibit buah naga merah terlebih dahulu. Pada dasarnya, buah naga merah dapat dibudidayakan dengan 2 cara, yaitu generatif dan vegetatif. Cara generatif adalah pengembangbiakan dengan biji, sedangkan cara vegetatif adalah pengembangbiakan dengan batang. Cara generatif dilakukan dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga berkualitas baik. Sedangkan cara vegetatif dilakukan dengan stek batang. Stek batang disebut juga sebagai metode menumbuhkan bagian pohon menjadi tanaman baru.

Pembibitan Stek Buah Naga

Penyetekan buah naga merah dapat dilakukan pada batang tanaman yang pernah berbuah sekitar 3 – 4 kali. Hal ini adalah salah satu upaya agar hasil stek buah naga merah dapat berproduksi lebih cepat dan menghasilkan hasil yang lebih bagus. Pilih batang dengan diameter sekitar 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Selanjutnya adalah proses pemotongan. Pemotongan dilakukan pada batang dengan panjang sekitar 80 – 120cm. Sisakan batang kira-kira 20%, sedangkan 80% sisanya dijadikan calon bibit. Lalu potong batang calon bibit ukuran sekitar 20 – 30cm dengan ujung bawah dipotong meruncing.

Demikianlah ulasan mengenai bibit buah naga super red selengkapnya untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.

Menanam Buah Naga Dalam Pot Dengan Teknik Tabulampot

Sebelum menanam buah naga dalam pot, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis-jenis tanaman buah naga ini. Buah naga di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih (Hylocereus Undatus), buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna merah keunguan (Hylocereus polyrhizus), buah naga super merah (Hylocereus costariensis), dan yang terakhir buah naga kuning (Hylocereus megalanthus).

Menanam Buah Naga Dalam Pot Dengan Teknik Tambulampot

Buah naga kulit merah dengan daging putih berukuran terbesar sekitar 400-700 gram. Untuk buah naga kuning berukuran terkecil sekitar 80-100 gram. Meskipun berukuran paling kecil daripada buah naga yang lainnya, buah naga kuning ini memiliki keunggulan tersendiri yakni segi rasa paling manis dari yang lainnya. Setelah mengetahui jenis-jenis buah naga, kini saatnya kita mengulas cara menanamnya dalam pot atau yang lebih dikenal dengan sebutan teknik tabulampot.

Tabulampot Buah Naga

Langkah awal untuk melakukan tabulampot buah naga adalah pemupukan. Berikan pupuk majemuk berunsur P dan K tinggi. Setelah itu lakukan pemangkasan untuk membentuk cabang baru. Ikatkan batang utama pada tiang yang telah ditancapkan di tengah-tengah pot. Berikan ZPT pada tabulampot dengan cara menyemprotkannya di permukaan daun secara rutin setiap minggunya.

Setelah bunga muncul, lakukan penjarangan dan repotting. Rajinlah mengganti media tanam pot buah naga tersebut guna memacu pembungaan. Selanjutnya untuk menghasilkan buah naga yang manis, semprotkan larutan monokaliumfosfat dan multimikro dengan dosis masing-masing larutan 2 gram/liter air dan 1 cc/liter air. Lakukan penyemprotan secara rutin setiap pagi atau sore hari.

Itulah ulasan mengenai menanam buah naga dalam pot dengan teknik tabulampot selengkapnya untuk Anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda yang mencari informasi seputar teknik budidaya tanaman.