Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Akhir-akhir ini cara bertanam hidroponik dengan paralon masih sangat digandrungi. Hal ini dikarenakan, bertanam hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bagi orang yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas pun dapat melakukannya. Langkah-langkah bertanam hidroponik untuk pemula sangat mudah, tidak berbeda jauh dengan sistem hidroponik pada media lainnya. Salah satu kelebihan mengembangbiakkan tanaman hidroponik dengan media pipa paralon adalah dalam satu paralon yang berukuran panjang dapat dipakai untuk menanam benih dengan jumlah lebih dari satu. Bercocok tanam secara hidroponik dapat memberikan banyak keuntungan. Bertanam hidroponik dengan paralon terjamin kebebasannya dari hama dan penyakit, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih efisien, tanaman memberikan hasil yang kontinu, lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar, dan produksi tanaman lebih tinggi. Apabila anda berniat untuk mencobanya, Anda dapat menyimak ulasan berikut yang akan membahas mengenai bahan apa saja yang harus disiapkan serta cara pembuatan paralon sebagai media untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Tanaman hidroponik dapat di tanam dalam pot atau wadah lainnya dengan menggunakan air dan atau bahan-bahan porus lainnya, seperti kerikil, pecahan genting, pasir, pecahan batu ambang, dan lain sebagainya sebagai media tanamnya. Untuk memperoleh zat makanan atau unsur-unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman hidroponik, ke dalam air yang digunakan dilarutkan campuran pupuk organik. Campuran pupuk ini dapat diperoleh dari hasil ramuan sendiri garam-garam mineral dengan formulasi yang telah ditentukan atau menggunakan pupuk buatan yang sudah siap pakai. Menanam hidroponik sederhana menjadikan tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok, tidak ada resiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas. Melihat keuntungan yang didapat tersebut, banyak orang yang melakukan budidaya tanaman hidroponik, baik buah, sayur, maupun tanaman lainnya. Untuk info lebih jelasnya, langsung saja anda simak bertanam hidroponik dengan paralon berikut ini.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Sederhana

  • Alat dan Bahan

Sebelum membahas cara membuat hidroponik, ada beberapa bahan yang perlu anda siapkan. Bahan-bahan ini sangat mudah ditemukan, bahkan bisa pula menggunakan paralon bekas. Alat dan bahan yang disediakan sebaga cara membuat tanaman hidroponik ialah baki persemaian, jerigen, wadah atau pot plastik, hand sprayer, kompor dan penangas air, timbangan OHAUS, pipa paralon berdiamter ½ inc. 20 cm, ember, jenis tanaman yang akan ditanam, dan bahan porus (pasir, kerikil, pecahan batu bata atau bahan porus lainnya).

  • Pembibitan

Cara bertanam hidroponik dengan paralon yaitu melalui proses pembibitan dengan cara sterilkan pasir yang telah disaring (ayak) dengan cara mecuci dengan air bersih secara berulang-ulang dan rendamlah dalam air mendidih selama lebih kurang satu jam. Cucilah baki persemaian dan isislah dengan pasir yang telah disterilkan tadi kira-kra setinggi 3-4 cm. (Baki persemaian terlebih dahulu diberi lubang pada alasnya). Siram baki persemaian dengan air bersih dan biarkan beberpa menit hingga kelebihan airnya terbuang. Taburkan biji tanaman yang akan ditanam di atas pasir pada baki persemaian. Usahakan letak biji satu dengan lainnya tidak terlalu rapat dalam melakukan budidaya tanaman hidroponik tersebut.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Tips bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya yaitu dengan menjaga jangan sampai pasir tempat persemaian kekeringan. Gunakan hand sprayer yang diisi air biasa untuk menjaga kelembaban pasir atau bila perlu tutuplah baki persemaian dengan kaca. Pindahkan bibit tanaman yang diperoleh ke dalam tempat permanen atau persemaian kedua, setelah bibit tanaman memiliki 2-4 buah daun. Jika akan langsung ke tempat penenaman hidroponik, bersihkan pasir-pasir yang masih menempel pada akar tanaman. Setelah bahan-bahan dan pembibitan di atas anda persiapkan seluruhnya, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membuat hidroponik dengan paralon sederhana dan mudah yang tentu saja sangat praktis karena tidak membutuhkan pompa air.

  • Penanaman

Cara bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah dengan memasang lembaran surat kabar bekas di atas meja atau tempat bekerja yang anda gunakan. Ambillah pot yang telah berisi tanaman dan tempatkan sebelah tanag anda di atas permukaan tanah dalam pot. Letakan tanaman dengan kukuh di antara jari-jari (diantara telunjuk dan jari tengah). Peganglah dasar pot dengan tangan yang masih bebas kemudian balikkan pot tersebut dan dengan hati-hati tarik keluar tanaman beserta akar-akarnya. Bila tanaman tidak mau lepas, benturkan pot tersebut dengan hati-hati secara berulang-ulang pada suatu permukaan yang keras, bila tetap tidak mau terlepas gunakan pisau tumpul untuk mengorek permukaan dalam bagian atas dari pot tersebut.

Keunggulan dan Kelemahan Bertanam Hidroponik

  • Keunggulan Bertanam Hidroponik

Bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Beberapa keunggulan dan kelemahan sistem hidroponik dibandingkan dengan pertanian konvensional yaitu tidak menggunakan tanah, cocok untuk kamu yang tidak punya lahan atau pekarangan rumah. Sirkulasi air bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti akuarium. Pemberikan nutrisi lebih mudah dan efisien. Relatif tidak ada polusi nutrisi di lingkungan. Hasilnya lebih banyak dan maksimal. Panen holtikultura sayur dan buah-buahan sangat mudah, tinggal petik. Bisa dipastikan steril dan bersih. Tanaman bebas dari tanaman pengganggu. Media tanam dapat digunakan bertahun-tahun. Tumbuhan bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat.

Hidroponik cocok dilakukan pada daerah dengan tanah yang gersang, karena hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Hidroponik juga dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional (dengan tanah) pada luas yang sama. Kandungan gizi pada tanaman hidroponik lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami karena kita menyediakan semua kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan. Menghemat lahan yang ada dan dapat dipaktekkan dimana saja, tidak harus mempunyai lahan luas. Lebih hemat dalam menggunakan pupuk. Pertumbuhan tanaman lebih cepat daripada tanaman biasa. Tanaman hidroponik tidak lagi menggantungkan pada cuaca dan kondisi alam seperti halnya tanaman biasa. Tidak membutuhkan banyak pekerja.

Tanaman yang ditanam secara hidroponik lebih hemat air daripada tanaman yang ditanam secara konvensional pada umumnya. Pada metode konvensional, air yang disiramkan ke tanah akan terserap dan hilang. Sementara pada metode hidroponik, air yang hilang hanyalah air yang terserap oleh tanaman dan teruapkan ke udara dan jumlahnya lebih sedikit. Tanaman hidroponik mengurangi pencemaran zat kimia ke tanah. Metode hidroponik tidak menggunakan tanah sehingga tidak mencemari tanah & apabila terpaksa harus membuang nutrisi bekas pun, residue dari nutrisi hidroponik hampir tidak ada. Berbeda dengan pupuk metode konvensional yang mana residue akan terus terakumulasi di dalam tanah dan pada akhirnya merusak kesuburan tanah.

  • Kelemahan Bertanam Hidroponik

Suatu sistem selain mempunyai kelebihan juga pasti mempunyai suatu kelemahan. Berikut adalah beberapa kelemahan dari cara tanaman hidroponik di rumah. Perangkat dalam system hidroponik sulit diperoleh dan harganya tergolong cukup mahal. Pada kultur substrat, kapasitas tanaman hidroponik sangat memegang air media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius. Tanaman hidroponik sangat memerlukan ketelitian, dan kemampuan khusus. Biaya investasi awal terbilang cukup mahal. Tanaman hidroponik akan gagal panen atau mati jika terjadi kesalahan dalam sistem hidronik yang dilakukannya.

Kelemahan bertanam hidroponik dengan paralon selanjutnya ialah diperlukan modal awal yang relatif lebih tinggi untuk hidroponik. Sebenarnya bila kita kreatif, bertanam secara hidroponik dapat menjadi murah. Hal ini dapat tercapai jika kita dapat memanfaatkan barang-barang bekas sebagai tempat bercocok tanam secara hidroponik seperti botol minuman mineral, jerigen bekas, tempat sterofoam buah-buahan, dan masih banyak lagi lainnya. Tapi begitu kita ingin membuat kebun hidroponik yang lebih besar, apalagi dengan sistem air mengalir, tentu saja kita membutuhkan banyak peralatan yang lebih lengkap dan tentunya lebih canggih lagi seperti paralon atau talang air atau gully, pompa air, pompa udara, dan lain sebagainya.

Nutrisi khusus hidroponik dan media tanam juga masih sulit ditemukan. Jika kita jalan-jalan ke toko perkebunan, jarang sekali mereka memiliki perlengkapan hidroponik dan pada akhirnya kita harus searching dan belanja online. Beberapa media tanam pada tanaman hidroponik seperti hidroton, rockwool, dan vermiculite juga masih impor sehingga agak sulit ditemukan dan harganya relatif lebih mahal. Hidroponik membutuhkan ketelitian dan ketelatenan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara konvensional. Perubahan kadar nutrisi dan pH pada tanaman yang ditanam secara hidroponik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bila kita tidak teliti dan telaten, akan langsung terlihat pertumbuhan tanaman yang ditanam secara hidroponik yang tidak optimal.

Tips Ampuh Bertanam Hidroponik Dengan Paralon

Faktor Keberhasilan Budidaya Tanaman Hidroponik

  • Unsur Hara

Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991). Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Larutan hidroponik yang umum dipakai adalah AB mix.

  • Media Tanam

Media tanam yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain rockwool, perlit, clay granule, sabut kelapa, vermikulit, pellet, pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Rockwool atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter. Rockwool memiliki kemampuan menahan air 10x dan udara 20% dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool merupakan media yang sangat populer pada sistem hidroponik. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi biasanya untuk membangun ruangan kedap suara. Meskipun demikian kita harus berhati-hati menggunakan bahan ini karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi.

Rockwool tidak dapat digunakan tanpa batas waktu biasanya digunakan hanya sekali saja. Rookwool sudah banyak digunakan untuk sistem pembenihan dengan teknik hidroponik. Media tanam hidroponik spoon. Pasti anda sudah tahu tentang spoon dimana sering digunakan untuk mencuci piring dan membersihkan kaca jendela kamar dan sebagainya. Tapi pernahkah diperhatikan apabila spoon dibiarkan di alam terbuka kena hujan dan panas maka akan tumbuh lumut hijau dan terkadang hitam dan terkadang ada rumput yang tumbuh juga tapi belum banyak yang menggunakan cara media ini.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik. Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

  • Oksigen

Rendahnya tingkat oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel tanaman hidroponik menurun, sehingga dinding sel tanaman hidroponik makin sukar untuk ditembus. Akibatnya tanaman hidroponik akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman hidroponik akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media tanaman hidroponik mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen tanaman hidroponik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara tanaman hidroponik yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar tanaman hidroponik yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.

  • Air

Prinsip dasar hidroponik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu hidroponik substrat dan NFT. Hidroponik substrat adalah teknik hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen sertamendukung akar tanaman seperti halnya tanah. Hidroponik NFT (Nutrient film tecnique) adalah teknik hidroponik yang menggunakan model budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran dapat tumbuh dan berkembang didalam media air tersebut. Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman. Keberhasilan dalam penerapan sistem hidroponik harus memperhatikan beberapa faktor penting.

Demikianlah ulasan mengenai bertanam hidroponik dengan paralon selengkapnya untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar perkebunan.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Mudahnya Menanam Kangkung Hidroponik

Bagi yang menekuni bisnis pertanian, bertanam lada adalah salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih lagi, jika anda giat merawat tanaman lada tersebut hingga musim panen tiba. Pastinya anda akan mendapatkan omset besar dalam waktu yang relatif cepat hanya dengan menjalankan bisnis lada. Lada itu sendiri merupakan salah satu sumber bahan penyedap rasa masakan yang rasanya pedas mirip dengan cabai dan harganya juga semakin tinggi. Budidaya lada tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi dalam masayarakat jika dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat tentunya. Tanaman lada ini juga sudah dibudidayakan sejak jaman dulu. Terlebih lagi, tanaman lada tersebut juga memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan tubuh kita. Lada atau merica ini memiliki nama latin atau nama ilmiah Piper nigrum L. Tanaman lada adalah tumbuhan merambat dan memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur berwarna hijau pucat dan buram dengan ujung runcing yang tersebar dengan batang yang berbuku-buku. Prospek agribisnis tanaman lada juga sangatlah menjanjikan.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Lada itu sendiri terbagi menjadi berbagai macam jenis mulai dari lada hitam, lada putih, dan lada hijau. Pohon lada bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Saat ini, komoditas tanaman lada terbilang cukup bagus. Banyak orang yang mulai tertarik melakukan budidaya tanaman yang satu ini karena hasil yang didapat terbilang memuaskan. Lada dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh selain sering dijadikan sebagai bumbu penyedap masakan. Lada juga memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti sakit kepala, asma atau sesak nafas, menurunkan resiko kanker dan tumor payudara. Selain itu, lada bermanfaat sebagai penghangat tubuh disaat suhu. Terlebih lagi, lada mampu meningkatkan gairah seksual untuk pasangan suami istri. Untuk memulai budidaya tanaman lada, ada harus mengenali karakteristik tanaman lada dengan baik terlebih dahulu, agar dapat melakukan penanaman dan perawatan yang sesuai, sehingga hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Untuk info lebih jelasnya, simak saja cara bertanam lada berikut ini.

Syarat Tumbuh Tanaman Lada

Bertanam lada dapat tumbuh dengan baik jika terpenuhilah berbagai faktor yang mempengaruhi tanaman lada. Tanaman lada dapat tumbuh subur di wilayah yang memiliki curah hujan 2.000 sampai dengan 3.000 mm per tahunnya. Lada akan tumbuh dengan baik di suhu udara 20 sampai dengan 34 derajat celcius. Tanaman lada ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup setidaknya 10 jam per hari. Tanaman lada tersebut dapat hidup di wilayah yang memiliki ketinggian 300 sampai dengan 1.100 meter di atas permukaan air laut. Tanah yang baik untuk pertumbuhan lada ialah tanah yang memiliki derajat keasaman 5,5 sampai 7, tanah subur tersebut ditandai warna yang biasanya berwarna merah sampai dengan kekuning-kuningan.

Cara Budidaya Tanaman Lada

  • Media Tanam

Media tanam yang baik saat hendak bertanam lada sebaiknya adalah tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak unsur hara. Media tanam  yang digunakan untuk budidaya tanaman lada tersebut sebaiknya tidak terlalu kering, dan juga tidak tergenang air. Kandungan humus dalam tanah untuk budidaya tanaman lada sebaiknya sebanyak 1 meter sampai 2,5 meter dengan sudut kemiringan tak lebih dari 300 meter. Sebelum tanah digunakan untuk budidaya tanaman lada sebaiknya dilakukan pengolahan dengan cara penyiangan dan penggemburan tanah. Media tanam untuk pembibitan lada itu sendiri adalah campuran tanah, pasir dan bahan organik dalam rasio 2: 1: 1 atau 1: 1: 1, dan telah disterilisasi dengan benar.

  • Pembibitan

Pemilihan bibit saat melakukan bertanam lada sebaiknya diambil dari indukan tanaman lada yang sehat. Hal tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil yang didapat saat panen lada tiba nantinya. Bibit tanaman lada sebaiknya diambil dari indukan yang sudah berumur setidaknya 10 bulan sampai dengan 3 tahun. Media tanam yang digunakan untuk pembibitan harus diinfentasi, setelah dilakukan sterilisasi. Media tanam yang dipadukan dengan mikroba menguntungkan seperti Trichoderma spp, Pseudomonas flurescens dan mikoriza (AM atau VAM). Media yang diperlukan bisa menggunakan polybag. Satu buku stek berdaun tunggal ditanam di polybag tersebut lalu diberi tutup ruang yang dapat dilalui oleh sinar matahari 60-70%, namun bisa menghindari serangan hama. Bibit tanaman lada tersebut siap ditanam di lapangan jika sudah tumbuh 5 hingga 7 buku.

  • Penanaman

Penanaman dalam bertanam lada bisa dilakukan setelah tanah yang subur tersebut diolah. Pengolahan tanah untuk menanam lada tersebut meliputi penggemburan dengan cara mencangkulnya sedalam 20 sampai dengan 35 cm, hal tersebut juga berlaku untuk budidaya lada perdu. Setelah dicangkul taburkan kapur untuk mendapatkan tingkat keasaman yang sesuai. Setelah tingkat keasaman sesuai dengan syarat tumbuh tanaman lada tersebut, kemudian diamkan selama 3 sampai dengan 4 minggu. Dosis kapur yang diberikan disesuaikan dengan kondisi tingkat keasaman tanah. Agar lada tumbuh dengan baik, anda juga harus memperhatikan jarak tanaman lada tersebut.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Jarak direkomendasikan untuk bertanam lada adalah 2,5 x 2,5 m (1600 tanaman / ha), atau 3,0 x3,0 m (1.100 tanaman / ha). Lain halnya untuk ukuran lubang tanam lada adalah 45 cm x 45 cm sampai 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x dalam). Tanah galian untuk menanam lada dibiarkan terbuka agar kontak dengan matahari selama setidaknya 40 hari sebelum tanam. Penanaman tanaman lada sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan atau saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, hal ini juga dilakukan dalam cara bertanam lada putih. Selain itu juga diperlukan pemupukan dengan cara menaburkan pupuk setelah tanaman ditanam.

Setelah mengetahui jarak saat hendak bertanam lada, kini saatnya anda melakukan penanaman lada. Bibit lada yang telah menjadi 5 hingga 7 buku yang tumbuh dengan cara yang mengarah ke tajar menempatkan sekitar 3 hingga 4 buku dasar (tidak ada daun) ditanamkan lead untuk tajar, sedangkan sisanya 2- 3 buku (berdaun) beristirahat dan diikat pada tajar. Cara inilah yang disebut dengan budidaya lada dengan tiang panjat. Kemudian tanah dipadatkan di sekitar lahan menanam lada tersebut. Hal yang sama dilakukan ketika menggunakan stek panjang bahan tanaman (buku 3 hingga 5) dilakukan pertama adalah untuk menambahkan 2 hingga 3 buku dasar tanaman lada tanpa daun.

  • Perawatan

Perawatan dalam bertanam lada dimulai dengan mengikat sulur. Pengikatan sulur dan pembentukan kerangka tanaman lada dilakukan dengan proses pemangkasan. Pemangkasan tanaman lada digunakan untuk membangun pabrik kerangka lada dengan baik, cara ini dilakukan tiga kali sebelum tanaman lada diproduksi. Proses pemangkasan tanaman lada yang pertama dilakukan yakni pada saat tanaman lada telah tumbuh menjadi 6 hingga 9 buku atau sekitar umur 5 hingga 6 bulan setelah tanam, ukuran pemangkasan atau trim tanaman lada dilakukan pada ketinggian 25-30 cm dari permukaan tanah atau sekitar di atas 2 buku yang telah sangat melekat pada tajar.

Proses pemangkasan tanaman lada yang kedua yakni dilakukan pada saat tanaman lada tersebut telah tumbuh menjadi 7 hingga 9 buku atau berumur sekitar 1 tahun, saat buku tidak diterbitkan buah cabang. Sementara untuk proses pemangkasan ketiga dilakukan pada saat tanaman lada berumur 2 tahun atau tinggi tanaman lada mencapai 2,5 m, sehingga akan membentuk kerangka tanaman lada yang memiliki banyak potongan-potongan cabang / cabang produktif. Lain halnya dengan proses pemangkasan sulur. Proses pemangkasan sulur meliputi sulur gantung dan sulur tanah/cacing. Kedua sulur tanaman lada tersebut merupakan sulur panjat. Akan tetapi karena kedua sulur tersebut tidak melekat pada tajar maka berubah menjadi sulur gantung/sulur cacing yang tidak dapat menghasilkan buah. Jadi kedua sulur tersebut hanya dibuang/dipangkas secara rutin.

Proses pemangkasan yang terakhir yaitu proses pemangkasan tajar. Proses pemangkasan tajar tersebut dilakukan setidaknya 3 hingga 5 kali per tahun untuk menanam lada mendapat sinar matahari yang cukup, karena tanaman lada dapat tumbuh dengan subur jika mendapatkan sinar matahari yang cukup. Proses pemangkasan tajar tersebut harus dilakukan sebelum pemupukan tanaman lada dengan tujuan untuk mengoptimalkan sinar matahari dan menekan pengambilan persaingan unsur hara dan air antara pohon-pohon lada dan tanaman panjatannya atau tajar. Setiap proses dalam bertanam lada tersebut harus dilakukan dengan benar agar hasil panen yang didapat dapat memuaskan dan lebih maksimal sesuai keinginan anda.

Syarat Tumbuh dan 4 Kiat Cara Bertanam Lada yang Tepat

Cara bertanam lada selanjutnya ialah melakukan penyiangan. Proses penyiangan tersebut dilakukan pada gulma atau rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman lada. Penyiangan gulma/rumput tersebut dilakukan secara terbatas. Penyiangan gulma atau rumput bersih hanya dilakukan di sekeliling tanaman lada atau berada dalam radius sekitar 60 cm saja. Penyiangan gulma atau rumput dapat menggunakan bahan organic. Sementara pemberian mulsa daun atau bahan organic yang dibutuhkan oleh setiap tanaman, tak terkecuali dengan tanaman lada ini dapat dilakukan pada musin kemarau. Langkah penyiangan gulma atu rumput ini memiliki tujuan utama yaitu menekan pertumbuhan gulma/rumput yang berada di sekeliling tanaman lada.

Setelah proses penyiangan, langkah bertanam lada selanjutnya ialah dengan melakukan pemupukan tanaman lada. Analisis tanah tanaman lada sebaiknya dilakukan untuk menentukan kandungan hara tanah yang terkandung di dalamnya, sehingga kita akan tahu apakah tanah tersebut baik untuk pertumbuhan tanaman lada yang hendak kita tanam. Dosis dan aplikasi pupuk tanaman lada akan diberikan dengan ketentuan tertentu yang ditentukan berdasarkan hasil analisis tanah, dan mempertimbangkan keragaman tanaman, umur dan potensi produksinya. Untuk porsinya, pemberian pupuk organik untuk tanaman muda lada sebanyak 5-10 kg / tanaman. Pemberian pupuk tanaman lada tersebut dapat dipilih atau dibagi dalam dua kali atau lebih secara rutin. Selain itu, abu yang berasal dari pembakaran kayu juga dapat diberikan sebagai elemen tambahan kalium dan fosfat sebagai sumber fosfor yang menunjang pertumbuhan tanaman lada yang baik.

Dalam memberikan pupuk saat bertanam lada juga dapat ditambahkan formulasi pupuk yang terdiri dari campuran mikroba yang menguntungkan. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesehatan tanaman lada tersebut. Secara umum, tahun pertama pertumbuhan tanaman lada menggunakan 5 kg bahan organik/pabrik pupuk anorganik dan sebanyak 100 gram/tahun (NPK 00:12:17). Distribusi pupuk anorganik itu sendiri telah dibagi menjadi empat kali, yaitu 30 gram, 60 gram, 90 gram dan 120 gram dengan interval 3 bulan. Pemupukan tanaman lada ini sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan sehingga pertumbuhan tanaman lada tersebut akan lebih maksimal dan memuaskan anda dalam memetik hasil panennya.

Pemberian pupuk anorganik dalam bertanam lada dapat dilakukan dengan cara mengikis (mengangkut) lapisan tanah disekeliling tanaman lada tersebut. Cara mengikis tanaman lada ini dilakukan secara hati-hati. Langkah selanjutnya yakni pupuk disebarkan di seluruh permukaan tanah. Setelah cara tersebut, kemudian ditutup bahan organic dan tanah yang tadi diangkat ditambah tanah yang berasal dari antara tanaman lada. Dengan cara seperti ini, tanaman lada yang hendak anda tanam tersebut akan menghasilkan lada yang sangat banyak. Pasalnya, tanah yang ia tempati sangat subur dan baik kandungan unsur haranya. Anda harus melakukan pemupukan secara berkala dan rutin agar kesuburan tanah yang digunakan untuk menanam lada tersebut tetap terjaga.

Setelah memberikan pupuk yang baik dalam bertanam lada, langkah selanjutnya ialah melakukan pengawasan terhadap tanaman lada. Pengawasan tanaman lada yang telah anda tanam dikebun tersebut harus dilakukan secara berkala. Anda harus cermat memperhatikan tanaman lada anda, apakah tanaman lada anda terserang hama penyakit atau hama lainnya. Jika memang telah terserang, segeralah lakukan pengendalian hama secara tepat agar kerusakan yang terjadi tidak mengganggu kesehatan tanaman lada anda secara lebih dalam. Langkah yang bisa anda ambil untuk mengendalikan hama tersebut sangat beragam.

Dalam mengendalikan hama yang membawa bibit penyakit pada tanaman lada tersebut dapat dilakukan dengan membuang atau bahkan memusnahkan bagian tanaman lada yang terserang hama penyakit. Bukan hanya itu saja, alat pertanian yang hendak digunakan untuk membasmi hama tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu. Cara ini dilakukan ketika anda hendak menggunakan alat pertanian tersebut untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman lada yang lainnya. Dengan begitu, hama yang menyerang tanaman lada yang satu tidak akan menularkan lebih banyak hama penyakit pada tanaman lada yang lainnya. Pastinya dengan cara pengendalian hama penyakit ini, tanaman lada anda akan terjaga kesehatannya.

Cara budidaya tanaman lada dilanjutkan dengan proses panen lada. Proses panen lada biasanya dilakukan pada usia lada sekitar 4.5 hingga 5 tahun atau lebih. Panen tanaman lada tersebut dilakukan dengan mengambilnya melalui pemanjat (anak tangga) yang terbuat dari bambu yang diletakkan di pohon panjatnya. Lada-lada yang sudah matang biasanya berwarna merah jingga dan dipetik pada bagian tandan/tangkai buahnya. Hasil petikan tanaman lada kemudian dimasukan ke dalam bakul-bakul yang terbuat dari ayaman bambu atau karung. Ada sebagian besar petani yang mengolah tanaman lada tersebut. Biasanya sebelum di pasarkan, hasil panen lada mentah diolah terlebih dahulu lalu dikeringkan. Lada keringlah yang biasanya dijual di pasaran.

Menciptakan lapangan kerja dengan menanam lada, baik itu lada hitam dan lada putih di kebun sangat penting untuk menambah penghasilan sehari-hari. Pasalnya budidaya lada sangat berprospek menghasilkan banyak keuntungan. Terlebih lagi, harga lada akhir-akhir ini terbilang cukup tinggi. Harga lada hitam asta dapat mencapai harga Rp 180 ribuan hingga Rp 210 ribuan per kilogramnya, serta lada putih Lampung dapat mencapai tarif harga Rp 200 ribuan per kilogram. Sangat mengejutkan sekali harga tanaman lada tersebut. Untuk itu segeralah melakukan budidaya tanaman lada tersebut agar anda menciptakan lapangan kerja sendiri. Tips dan kiat cara budidaya tanaman masih populer dicari masyarakat yang ingin memulai bisnis budidaya di bidang pertanian.

Demikianlah ulasan terupdate mengenai tips budidaya dan bertanam merica (lada) yang benar selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar budidaya-budidaya terpopuler.