Cara Budidaya Jeruk Bali Dan Organisme Pengganggu Tanaman

Buah jeruk bali adalah buah jeruk dalam ukuran besar. Sebenarnya jeruk bali tidak ada kaitannya dengan pulau bali. Tapi entah alasan apa jeruk ini dinamakan jeruk bali.  Jeruk bali ini mempunyai rasa yang manis kadang juga mempunyai rasa yang asam. Tapi setelah dimakan akan terasa agak gertir di lidah. Walaupun begitu banyak sekali orang yang gemar dan hoby makan buah jeruk bali ini. Buah jeruk bali ini sangat cocok dijadikan rujak atau dimakan biasa. Rasanya berbeda dengan jeruk pada umumnya. Akan tetapi jeruk bali ini mempunyai rasa yang khas.  Kandungan air jeruk ini terdapat pada dalam bulir jeruk bali dan tidak ada air di luar bulir jeruk bali.  Kandungan airnya tidak sama dengan buah jeruk pada umumnya.

cara-budidaya-jeruk-bali-dan-organisme-pengganggu-tanaman

Selain bulirnya yang besar jeruk bali ini juga mempunyai kulit yang sangat tebal. Kulitnya bisa mencapai 1 hingga 2 cm.  Sering kali kulit buah jeruk bali ini dijadikan mainan oleh anak anak kecil. Sebab tekstur kulit buah jeruk bali ini kuat dan tebal.  Nah untuk anda yang ingin budidaya buah jeruk bal ini, anda harus tau akan langkah langkah penanaman yang benar. Yang pertaman anda harus memilih lahan yang cocok untuk penanaman jeruk bali.  Lahan yang paling cocok yaitu lahan yang subur dan mendapatkan sinar matahari penuh.

Penanaman Dan Perawatan Jeruk Bali

Jika anda mempunyai tanah yang cukup, tanamlah pada tempat yang cocok untuk tumbuhan jeruk bali ini. Akan tetapi jika anda tidak mempunyai lahan yang luas maka lebih baik anda menggunakan tabulampot atau tanaman buah dalam pot. Pilihlah bibit unggulan dari pohon jeruk bali yang sudah tua dan berkualitas. Karena pada umumnya pembibitan buah jeruk bali ini melalui media cangkok. jadi untuk mencangkoknya anda harus benar benar bisa mencari bibit yang unggulan. Agar buah yang dihasilkan nantinya bisa berkualitas juga.

Nah, untuk penanaman buah ini butlah lubang dengan dengan ukuran minimal 50cm x 50cm x 50 cm. Buatlah lubang ini lebih besar ukurannya dari pada ukuran polybag. Agar pupuk yang disediakan bisa mudah tercampurnya. Buatlah campuran pupuk kandang dengan tanah yang subur yang  perbandingannya 1:1. Tuangkanlah campuran tanah dan pupuk tersebut pada dasar lubang yang tingginya 30cm. Lalu tanamlah bibit tanaman jeruk bali yang sudah anda siapkan dangan membuang media polibagnya. Kemudian Timbun dan padatkantanah  pelan agar bisa berdiri tegak. Berilah kayu penopang agar tidak goyah saat kena angin atau gangguan lainya. Siramlah bibit yang sudah di tanam dengan teratur.

Organisme Pengganggu Tanaman

Organisme pengganggu tanaman pada jeruk bali ini umumnya menjadi masalah yang dihadapi para petani jeruk bali.  Penyakit blendhok umumnya dalah penyakit yang menyerang pada tanaman jeruk bali. Biasanya jika tanaman jeruk sudah terkena blendok ini , bisa mati dan gagal berbuah. Jika pohon jeruk sudah menguning maka itu sudah ancaman bahwa tanaman jeruk anda akan mati.

Untuk itu rawatlah tanaman jeruk bali anda dengan baik. Semprotlah dengan pestisida agar hama hama yang menyerang tanaman bisa cepat mati. Dan tanaman jeruk bali anda akan tumbuh subur. Tentunya buahnya juga akan lebat dengan maksimal. Siramlah dengan teratur. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda perlu juga melakukan perawatan yang maksimal. Demikian ulasan tentang budidaya dan organisme pengganggu tanaman jeruk bali. Semoga bermanfaat bagi anda.

 

Salak Gula Pasir di Bali

Salak gula pasir di Bali memiliki rasa buah yang manis seperti halnya gula pasir. Meski manis, buah salak gula pasir ini tidak menimbulkan aroma wangi sedikitpun. Salak gula pasir ini memiliki ukuran relatif lebih kecil daripada jenis buah salak lainnya. Satu kilogram salak gula pasir berisi sekitar 18 buah. Biji yang dihasilkan juga relatif kecil dengan jumlah 1 hingga 2 biji per buah. Bentuk buah salak gula pasir seperti bulat telur terbalik hampir menyerupai bentuk lonjong.

Salak Gula Pasir di Bali

Salak gula pasir dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 500 m dpl bertipe iklim basah. Tanaman salak sangat menyukai tipe tanah podsolik dan regosol atau latosol. Salak gula pasir akan berkembang biak dengan cepat pada lingkungan dengan pH 5-7, curah hujan 1500-3000 mm per tahun dengan musim kering antara 4-6 bulan. Buah salak gula pasir dapat dipanen saat matang di pohon. Salak gula pasir telah matang pada usia 6 bulan setelah bunga mekar (anthesis).

Salak Gula Pasir Pupuan

Salak gula pasir pupuan adalah jenis buah salak gula pasir yang banyak ditemukan di daerah Pupuan, Tabanan. Harga salak bali yang ditawarkan juga beragam tergantung pada berat serta kematangan buah salak itu sendiri. Harga salak gula pasir selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan peningkatan permintaan konsumen. Bahkan saat ini telah banyak beredar salak bali online.

Adanya transaksi jual beli salak bali secara online tersebut memudahkan konsumen menikmati buah salak bali beli dimana saja ia berada. Dalam transaksi jual beli online tersebut juga menawarkan jual bibit salak gula pasir. Jual salak bali di Jakarta juga telah banyak ditemukan, bahkan juga diberbagai daerah lainnya. Banyak konsumen yang gencar mencari buah tersebut. Hal ini dikarenakan harga salak bali 2015 hingga 2016 selalu meningkat secara signifikan.

Itulah ulasan mengenai salak gula pasir di Bali selengkapnya untuk anda sekalian. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar teknik perkebunan, budidaya, pertanian, dan kehutanan.