Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Benih Cabai (Capsicum sp.) merupakan tanaman hortikultura sayur–sayuran buah semusim untuk rempah-rempah yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Kebutuhan terhadap mata dagangan ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Selain itu, cabai rawit sebagai rempah-rempah merupakan salah satu mata dagangan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha. Karena selain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga termasuk mata dagangan yang mempunyai peluang pemasaran ekspor non migas yang sangat baik.
Dalam dunia tumbuhtumbuhan, cabai diklasifikasikan dalam taksonomi sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas          : Sympetalae
Ordo                : Tubiflorae (Solanales)
Famili              : Solanaceae
Genus              : Capsicum
Spesies            : Capsicum annum L
Tanaman cabai atau lombok termasuk ke dalam famili Solanaceae. Tanaman lain yang masih sekerabat dengan cabai, diantaranya kentang (Solanum tuberosum L), terung (Solanum melongena L), leunca (Solanum nigrum L), akokak (Solanum torvum Swartz), dan tomat (Solanum lyopersicum)
Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai


Aspek Teknik Budidaya Benih Cabai
Keberhasilan usaha produksi cabai rawit sangat ditentukan oleh aspek taknis budidaya di lapangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman cabai merah adalah sebagai berikut:
a)      Pemakaian benih cabai rawit yang unggul yang tidak terkontaminasi virus.
b)      Ketersediaan air yang cukup sepanjang periode tanam/sepanjang tahun.
c)      Pola tanaman yang baik dan sesuai dengan iklim.
d)     Pengolahan tanah yang disesuaikan dengan kemiringan lereng dan arah lereng.
e)      Pemberantasan hama dan penyakit tanaman cabai merah dilaksanakan secara teratur
f)       sesuai dengan kondisi serangan hama dan penyakit
g)      Cara panen serta penanganan pasca panen cabai merah yang baik dan benar.
Keberhasilan produksi cabai rawit sangat dipengaruhi oleh dan ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan. Sifat unggul tersebut dicerminkan dari tingginya produksi. Ketahanan terhadap hama dan penyakit serta tingkat adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim. Musim tanam di daratan tinggi dilakukan antara bulan April – Mei untuk periode tanam pertama dan antara bulan September – Oktober untuk periode tanam ke dua. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai rawit yaitu lahan yang tanahnya berstruktur remah atau gembur, subur dan kaya akan bahan organik, pH tanah antara 6.0 dan 7,0. Oleh karena itu pengolahan tanah yang baik dengan menggunakan traktor atau menggunakan cangkul, harus mencapai kedalaman olah Aspek Produksi