Media Tanaman Anggrek Yang Paling Baik Dan Tepat

264 views

Anggrek adalah tanaman hias yang tidak ada matinya, dan harganya juga relatif stabil. Bentuk serta warna bunga anggrek merupakan daya tarik paling utama. Selain bunganya tahan lama dan tidak cepat rontok hingga dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama. Banyak sekali Anggrek asli Indonesia yang mempunyai bunga cantik serta menawan. Untuk menanam dan memelihara anggrek dibutuhkan pengetahuan serta pangalaman. Sehingga anda akan menjadi ahli penanam anggrek. Tidak sembarang orang dapat telaten dan mampu untuk memelihara bunga anggrek agar selalu bisa berbunga. Berikut ini sedikit pengetahuan tentang media tanam guna budidaya anggrek di rumah.

media-tanaman-anggrek-yang-paling-baik-dan-tepat

Salah satu media tanaman anggrek adalah pecahan bata atau genteng. Media pecahan bata dan genteng ini cocok sekali dipakai sebagai media tanaman bunga anggrek dengan kelebihannya. Yaitu baik dipakai sebagai tempat melekatnya akar, pengatur kelembapan sekitar akar tanaman. Dan tempat menyimpan air juga larutan unsur hara. Selain itu, dari kedua media ini tidak gampang melapuk serta mempunyai drainase dan aerasi yang cukup baik. Proses penempatan kedua media ini yaitu di dasar pot serta mengisi 1/3 bagian pot. Pecahan batu bata mempunyai daya serap lebih besar daripada pecahan genteng. Namun, pecahan batu bata lebih cepat ditumbuhi lumut dibanding dengan pecahan dari genteng. Jika media sukar ditumbuhi lumut, sebaiknya segera diganti dengan menggunakan media tanam baru.

Media Tanaman Anggrek

Media pakis adalah media paling populer untuk penggemar anggerk. Pakis bersifat tidak gampang lapuk, mempunyai daya mengikat air yang baik. Dan memiliki kemampuan aerasi serta drainase yang baik juga. Sebelum dipakai sebagai media tanam bunga anggrek, sebaiknya pakis direndam terlebih dulu dengan larutan pupuk NPK. Pakis yang digunakan di pot sebaiknya berupa potongan atau cincangan yang tidak begitu halus. Potongan yang halus membuat kelembapan tinggi yang bisa menimbulkan penyakit busuknya akar. Untuk menghindari media tanam jadi sumber inokulum, sebelum dipakai, media pakis sebaiknya dicelupkan dalam larutan fungisida. Untuk mengusir hama semut ataupun serangga lain, media tanam direndam di dalam larutan insektisida. Dalam penyimpanannya, media pakis sebaiknya tidak usah ditumpuk tujuannya untuk menghindari hadirnya hama semut.  Melainkan digantung dan juga dikering-anginkan.

Media Serutan Kayu

Media tanam ini lebih banyak dipakai untuk bunga anggrek terestrial atau jenis bunga anggrek tanah. Serutan kayu atau potongan kayu memiliki aerasi dan drainase yang cukup baik. Akan tetapi berdaya serap air yang kurang baik. Selain itu, media tanam ini sedikit unsur nitrogen. Proses pelapukannya berlangsung lambat sebab kayu banyak mengandung senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti selulosa, hemiselulosa, serta lignin. Sebelum dipakai, media serutan kayu sebaiknya direndam lebih dulu dengan menggunakan larutan pupuk urea dan TSP. Untuk mencegah hadirnya hama serta penyakit pada media tanam jenis ini. Pada saat perendaman dengan pupuk dapat ditambahkan larutan pestisida. Untuk menyimpannya, media serutan kayu dimasukkan di dalam karung serta disimpan di tempat yang kering.

Media tanam bunga anggrek dengan sabut kelapa memiliki daya simpan air yang sangat baik. Dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman anggrek. Media tanam ini relatif mudah diperoleh serta harganya pun juga relatif murah. Bila ingin menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam bunga anggrek, sebaiknya pilihlah sabut kelapa yang sudah tua serta dipotong-potong sesuai dengan ukuran pot. Untuk Kelemahan media sabut kelapa adalah mudah melapuk serta membusuk. Kelemahan ini dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit. Sebelum dipakai, sebaiknya media sabut direndam ke dalam larutan fungisida. Media tanam sabut yang tidak dipakai harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

Demikianlah ulasan tentang media tanamn anggrek. Semoga bermanfaat. Baca juga cara okulasi yang telah dibahas sebelumnya.