Tips Mencangkok atau Stek Tanaman dengan Baik dan Benar

cara Stek Akar

Kebun.net – Salah satu usaha yang biasa digunakan dalam pembudidayaan tanaman baik itu langka atau tidak adalah mencangkok atau stek. Biasanya, alasan kebanyakan orang mencangkok atau stek tanaman adalah tidak ingin menunggu terlalu lama untuk panen dan juga ingin mendapatkan hasil panen yang maksimal. Untuk lebih jauh soal mencangkok atau stek, mari kita bahas satu-satu.

A. Mencangkok

Umumnya, mencangkok merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan akar ada ranting ataupun cabang dari suatu tumbuhan. Proses mencangkok biasanya dimulai dengan mengerat kulit batang pada cabang tumbuhan, kemudian dibuang floemnya, sedangkan untuk bagian kayu akan tetap dibiarkan untuk membantuk pengaliran air beserta zat-zat mineral dari akar menuju daun. Namun ketika terjadi proses pencangkokan, biasanya zat-zat akan tidak akan dapat diangkut menuju ke bagian tubuh tumbuhan lainnya akibat kulit pada cabang tumbuhan itu telah dikerat. Selanjutnya, akan terjadi yang namanya proses penumpukan bahan makanan tepat dibagian yang dikerat tadi. Nah, dari situlah kemudian tumbuh sebuah akar tanaman baru.

Untuk lebih detail mengenai proses mencangkok, berikut ini akan tips buat kamu untuk melakukan proses mencangkok yang baik dan benar. Bagaimanakahh caranya? Simak ulasan berikut ini!

Tips mencangkok dengan baik dan benar

Berikut ini adalah cara mencangkok tanaman dengan baik dan benar :

  • Langkah pertama yaitu dimulai dengan memilih dahan yang memiliki garis tengah sekitar 2-5 cm.
  • Selanjutnya, mengupas kulit luarnya selebar 10cm di atas pangkalnya. Berarti, panjang pengupasannya adalah sekitar 10cm.
  • Setelah selesai mengelupas, lalu membersihkan kambium dengan cara melakukan pengorekan pada bagian lendir yang terdapat pada permukaan kayu untuk mebuat bagian kayu tumbuhan tersebut tidak licin lagi.
  • Berikutnya adalah menutup bagian kayu tumbuhan tersebut dengan menggunakan tanah dari kebun dan diselubungi menggunakan sabut kelapa atau ijuk. Namun kamu juga bisa mengguanakan alternatif lainnya yaitu dengan menggunakan tumbuhan lumut yang sudah dikeringkan dan juga direndam dengan menggunakan air.
  • Terakhir, ingatlah untuk membasahi tanah beserta selubung tersebut rutin setiap hari untuk membuat tetap lembat dan juga basah. Bagian luar selubung, ada baiknya ditutup dengan menggunakan plastik untuk mencegah terjadinya penguapan dan usahakan air agar tidak terlalu menggenang hingga menyebabkan tumbuhan jadi membusuk.

 

B. Stek

Stek merupakan salah satu teknik pembudidayaan tanaman yang paling mudah untuk dilakukan.  Ada setidaknya dua  jenis stek yang harus kamu tahu, diantaranya yaitu stek batang, stek daun. Untuk tumbuhan bunga violet, biasa distek dengan menggunakan stek tangkai daun serta helaiannya. Sedangkan untuk tumbuhan seperti begonia dan juga lidah mertua, biasanya dilakukan stek daun. Stek batang biasanya diterapkan pada jenis-jenis bunga seperti bunga kamboja Jepang, bugenfil, ketela pohon dan juga bunga sepatu. Dan terakhir untuk stek pucuk, biasanya digunakan untuk menyetek tanaman seperti teh.

Untuk lebih detail mengenai proses stek, berikut ini akan tips buat kamu untuk melakukan proses stek yang baik dan benar. Bagaimanakahh caranya? Simak ulasan berikut ini!

Baca juga:
Cara Mencangkok Pohon Jambu Air Yang Benar dan Cepat
Tips Budidaya Delima Merah Agar Berbuah Lebat
Cara Bercocok Tanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah
Bibit Buah Naga Super Red Hybrid Varietas

Tips Menyetek dengan baik dan benar

Berikut ini merupakan proses stek pada umumnya yang biasa dilakukan pada tanaman, yaitu :

  • Langkah pertama yaitu, melakukan pemotongan pada bagian tanaman yang memang ingin kamu stek dan disesuaikan dengan jenis tanaman, seperti tangkai, batang, akar, pucuk dan lain sebagainya.
  • Setelah proses pemotongan selesai, maka kemudian hasil pemotongan tersebut ditancap dalam tanah, tetapi ada juga yang biasanya hanya cukup diletakkan di atas tanah saja. Sedangkan untuk beberapa permasalahan, hasil pemotongan bagian tanaman tersebut ada yang terlebih dulu dimasukkan dalam air sambil menunggu akarnya tumbu.

Bagaimana? Apa kamu masih bingung mau mencangkok atau stek? Tenang saja, baik mencangkok atau stek sebenarnya tidak ada bedanya, karena ya pada akhirnya tujuannya juga untuk mendapatkan tanaman dalam waktu dekat. Hanya saja, teknik pelaksanaannya berbeda dan harus penuh hati-hati agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Memilih Tanaman Hidroponik yang Berkualitas

Kebun.net – Yang namanya bertanam tentu dibutuhkan bibit yang unggul karena bibit menentukan kualitas tanaman nantinya. Termasuk ketika Anda akan menanam dengan cara hidroponik Anda perlu memilih bibit tanaman unggulan yang dapat memberikan tanaman terbaik untuk Anda.

Karena itu Anda harus punya skill dan juga feeling tentang pemilihan tanaman hidroponik yang berkualitas. Lantas seperti apa saja cara memilih tanaman hidroponik yang berkualitas dan sangat cocok untuk Anda coba terapkan? Berikut kami berikan informasi detailnya untuk Anda supaya tidak salah pilih.

Cara Memilih Tanaman Hidroponik yang Berkualitas

Dalam memilih tanaman hidroponik yang berkualitas, ada beberapa aspek yang Anda perlu perhatikan. Lantas seperti apa saja cara memilih tanaman hidroponik berkualitas yang sangat tepat?

Pilih jenis tanaman yang cocok dengan kondisi geografis Anda

Letak geografis suatu wilayah memang sangat berpengaruh atas tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman. Karena itu Anda perlu memperhatikan soal letak geografis sebelum memutuskan akan menanam tanaman apa. Letak geografis ini yang berpengaruh atas kondisi atau cuaca, ketersediaan air, dan juga kesuburan bagi lingkungan. Misalnya jika Anda tinggal di wilayah yang terdiri dari perbukitan berbatu, maka ada baiknya untuk Anda tidak menanam sayuran kangkung atau sayuran yang sulit tumbuh di area tersebut. Karena kalau begitu Anda akan sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Perhatikan iklim

Iklim juga memiliki peran yang sangat penting didalam menentukan pertumbuhan dan juga perkembangan suatu tanaman. Misalnya ketika musim hujan, ada baiknya untuk Anda hindari menanam sayuran jenis tomat dan lombok karena tanaman ini akan mudah busuk jika terkena banyak siraman air.

Baca juga:

Bagaimana Caranya Tanaman di Pot dapat Berbuah Lebat???

Cara Sukses Merawat Jambu Madu Deli Super Manis

Pilih jenis sayuran yang punya nilai ekonomi

Memilih jenis sayuran apa yang akan ditanam juga tidak boleh main – main. Selain Anda perlu perhatikan nilai gizi dari sayuran tersebut, Anda juga perlu pertimbangkan soal nilai ekonominya. Perhatikan mayoritas konsumsi orang – orang dan sediakan kebutuhan mayoritas tersebut agar pemasaran yang Anda butuhkan juga jauh lebih mudah.

Pilih Bibit Jenis Tanaman yang Berkualitas

bibit tanaman hias, tanaman hias, tanaman hidroponik

Upayakan untuk Anda memilih jenis bibit yang punya kualitas tinggi karena tanaman bisa tumbuh dengan baik tergantung dari bibitnya. Perhatikan kondisi daun, batang sampai dengan akar dari bibit yang Anda pilih.

Demikian beberapa Cara Memilih Tanaman Hidroponik yang Berkualitas dan dapat Anda coba terapkan. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Bagaimana Caranya Tanaman di Pot dapat Berbuah Lebat???

membuat pohon berbuah lebat

Kebun.net – Kali ini kita akan membahas Bagaimana Caranya Tanaman di Pot dapat Berbuah Lebat. Ada banyak tips dan trik yang bisa anda peroleh di beberapa website untuk membuat tanaman yang ada di pot dengan cepat berbuah lebat. Tips yang sangat sederhana tanaman di pot dapat berbuah yaitu dengan melakukan “stres air” pada tanaman di pot tersebut.

Guna stres air adalah untuk merangsang supaya tanaman yang ada di pot cepat berbuah lebat dengan trik yang sangat mudah. Yang harus kita lakukan yaitu dengan TIDAK melakukan penyiraman tanaman tersebut di waktu tertentu. Misalnya, lakukanlah penyiraman pada tanaman tersebut agar tidak mati saja. Jangka waktunya bisa seminggu sekali atau mungkin disiram sebulan sekali saja. Lakukanlah “stres air” ini selama 3 bulan saja, dan untuk setelahnya lakukan penyiraman air secara normal seperti sediakala, tiap pagi dan sore. Tidak akan lama tanaman dalam pot tersebut akan berbunga lebat lalu akan berbuah lebat pula.

jambu air buah lebat, tanaman buah lebat
Tanaman di Pot berbuah sangat Lebat

Selain tips diatas, jangan lupa untuk melakukan pemupukan dengan Pupuk NPK dengan dosis 1 sendok makan ditabur merata, gunanya untuk memperbesar batang dan menyuburkan daun tanaman tersebut. Untuk tips “stres air” ini biasanya tidak lama kita melakukan hal ini pada tanaman yang ada di pot, kita hanya butuh waktu 2-3 bulan saja agar tanaman pot tersebut dapat langsung berbuah lebat.

Biasanya trik ini banyak digunakan oleh para penjual bibit yang ada dipasaran dan ketika kita hendak membeli tanaman tersebut, kita langsung tertarik untuk membeli bibit pohon tanaman itu. Apalagi tanaman buah tersebuh sudah menghasilkan buah, pastinya harga yang ditawarkan akan semakin mahal pula.

Penjual tanaman buah juga biasanya bibit berasal dari hasil sambungan mata tempel (Okulasi). Okulasi sendiri dilakukan di induk tanaman yang unggul supaya bibit yang dihasilkan berkualitas bagus, hal ini tidak lain untuk meningkatkan penjualan tanaman tersebut. Kadangkala ada juga penjual yang dengan sengaja menggunakan bibit dari hasil cabutan yang sengaja di benih. Biasanya harga bibit benih cabutan yang di tanaman di polybag  dengan ukuran 3-40cm dijual dengan harga 10 sampai 50ribu.

Baca juga:

Cara Menanam Bunga Euphorbia Agar Rajin Berbunga

Bunga Cempaka Merah Tanaman Langka Dengan Harga Selangit

Jika kita ingin repot sedikit, kita juga bisa menghasilkan bibit tanaman yang unggul yang ditanam dalam pot, caranya denga melakukan stek/okulasi atau bisa juga dengan sistem pencangkokan agar tanamannya dapat dengan cepat berbuah lebat.

Untuk menanam dan merawat tanaman pot ini, semuanya tergantung dari kita masing-masing. Lakukanlah perawatan dengan rutin, jangan lupa untuk memupuk dan menyiram secara rutin agar tanaman tersebut cepat beruah. Hasil dari “stres air” ini tergantung oleh tanaman pot tersebut, biasanya sudah sekian lama melakukan “stres air” tapi tanaman tersebut tidak berbuah, ada juga yang baru sebulan sudah berbunga lebat. Demikian info yang bisa kami berikan kepada anda, semoga bermanfaat.

Cara Mencangkok Pohon Jambu Air Yang Benar dan Cepat

jambu madu deli

Kebun.net – Mencangkok adalah cara melakukan perkembangbiakan tanaman dengan cara vegetatif buatan. Maksudnya dengan cara mengambil kambium pada batang tanaman dikotil. Agar lebih cepat menghasilkan akar-akar yang tumbuh pada sekitar potongan pada bagian kulit batangnya. Pada kegiatan mencangkok, pastikan bahwa kambium sudah hilang seluruhnya sebelum batang yang akan dicangkok dibungkus dengan tanah murni. Dan hal tersebut tidak boleh terlewatkan, dengan tujuan supaya hasil cangkoknya tumbuh optimal.

cara-mencangkok-pohon-jambu-air-yang-benar-dan-cepat

Untuk saat ini dengan perbanyakan tanaman buah lebih banyak untuk dilakukan dengan sistem cangkok, okulasi, sambung pucuk serta sambung susu. Untuk sementara perbanyakan menggunakan dengan stek masih jarang dilakukan serta hanya terbatas pada tanaman buah tertentu seperti anggur juga sukun. Banyak para petani atau pekebun yang melakukan perkembangbiakan vegetatif (cangkok) pada tanaman-tanaman hortikultur buah yang akan dibudidayakan. Beberapa macam tanaman buah yang sangat cocok untuk dilakukan cangkok batang yaitu jambu biji. Selain itu ada juga tanaman mangga, jeruk, alpukat, rambutan, kelengkeng, dan lain lain. Adapun harapan dari kebanyakan dari tukang cangkok tanaman yaitu bagaimana cara cepatnya agar cangkokan berakar. Kali ini akan membahas cara mencangkok pohon jambu.

Cara Mencangkok Pohon Jambu

Tekhnik Cangkok adalah merupakan salah satu langkah efektif memperbanyak tanaman jambu air. Supaya lebih irit bahan, yaitu tidak memakai banyak cabang, Anda dapat melakukan cangkok berantai. Mencangkok jambu air memang gampang dilakukan. Namun repotnya, jika kita ingin mendapatkan bibit cangkokan dalam jumlah yang banyak, pastinya memerlukan banyak cabang. Seringkali tidak cukup. Atau bisa jadi mutunya tidak sama. Jalan keluarnya, yaitu mengunakan cara cangkok berantai. Dengan cangkok berantai ini pada tiap cabang bisa dijadikan beberapa cangkokan sekaligus.

Cabang yang akan dipakai dalam cangkok dipilih yang berumur kurang lebih setahun serta sudah berkayu. Sebaiknya Anda jangan memilih cabang yang masih berwarna hijau. Diameter cabang ini kurang lebih 2 cm. Cabang jambu yang akan dicangkok harus ada di bagian yang kena sinar matahari penuh. Cabang-cabang yang tak memenuhi persyaratan, misalnya umurnya sudah tua ataupun terlalu muda. Atau berada pada tempat yang kurang mendapatkan sinar matahari, ditakutkan cangkokannya sulit mengeluarkan akar. Sebelum mengawali mencangkok, kita siapkan dulu pisau yang tajam. Plastik tembus pandang, tanah subur, dan juga tali. Anda bisa juga menyiapkan zat perangsang akar, seperti Bioroota ataupun Rootone. Tanah subur guna membungkus keratan cangkokan dibikin dari campuran tanah kebun 1 bagian dengan pupuk kandang ataupun kompos 1 bagian.

Baca juga:
Cara Sukses Merawat Jambu Madu Deli Super Manis
Jenis Jambu Air Paling Baik Untuk Dibudidayakan
Karakteristik Dan Manfaat Jambu Mawar Si Wangi Kraton

Pencangkokan Berantai

Cara mencangkok pohon jambu dengan berantai  dilakukan dengan cara berurutan, mulai dari ujung cabang menuju pangkal cabang. Dengan langkah ini bagian cabang yang mengeluarkan akar bisa berawal dari bagian ujung. untuk Panjang cangkokan (jarak antar-cangkokan) kira-kira 20 cm, dan tidak lebih dari 30 cm. Terutama cangkokan bagian ujung sebaiknya memang tidak panjang. Mulanya Anda tentukan dulu panjang cabang yang akan anda cangkok. Bagian cabang yang telah diberi tanda dikupas kulitnya dengan panjang 2 cm menggunakan pisau tajam. Bagian kulit di antara bagian cabang yang sudah dikupas itu dikerat dengan cara membujur. Sesudah itu, lewat keratan membujur ini, kulit diungkit serta dengan mudah dapat terkelupas.

Jika kupasan itu belum sempurna, bagian itu cepat-cepat dikerik pakai pisau. Selanjutnya, batang yang sudah terkelupas itu dibiarkan kena angin dulu barang 3 hari sebelum akan dibungkus. Artinya ialah untuk mencegah terjadinya infeksi. Besar pembungkus cangkokan tergantung pada panjang bagian cabang yang akan dicangkok. Jika panjangnya 30 cm, diameter pembungkus cangkok harus kira kira 6 cm. Perbandingan antara panjang bagian cangkokan serta diameter pembungkusnya yaitu 5 : 1. Cara mengisikan media pada pembungkus cangkoknya yaitu sebagai berikut. Pada bagian bawah pembungkus diikat pada bagian cabang 6 cm di bawah keratan. Media cangkok lalu dimasukkan ke dalam pembungkus sampai bisa penuh. Kemudian bagian atas pembungkus diikat dengan cara sama seperti semula. Nah , cukup mudah kan caranya.