Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik

Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik sangat menentukan hasil panen petani. Dengan Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik akan didapatkan hasil panen yang maksimal sehingga hasilnya sangat memuaskan petani. Faktor Benih sayuran juga sangat berpengaruh dalam hal ini.


Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik

Pemberian Pupuk mentimun  yang benar


PEMUPUKAN MENTIMUN SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 6.0 – 6.5
PEMUPUKAN UNTUK LUAS LAHAN 1000 m2

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow Dosis : 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi
3)      Umur 15 – 25 Hst
a.       Urea + TSP + KCL  Perbandingan 2 : 1 : 1
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 20 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Setelah panen
Urea + KCL  Perbandingan 2 : 1
Dosis : 3 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
a.       Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

Pemberian Pupuk melon yang benar


PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 Hst – Masa produksi (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
Usia 15, 25, 35 hari dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)

Catatan :
Penyemprotan dan pemupukan sebaiknya dilakukan sore hari
Saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan

Pemupukan semangka



PEMUPUKAN MELON SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 5.5 – 6.5
Tanaman mulai berbunga pada umur 35 – 40 hari setelah tanam dipanen pada usia 65 – 75 hari setelah tanam

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow + Tricoderma sp. Dosis : 10 ml/ Liter + 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow + Trichoderma sp. Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi
3)      Umur 15 – 35 Hst
b.      NPK + KNO 3 (merah/ putih) Perbandingan 1 : 1
Dosis : 2 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 25 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Umur 35 – 55 Hst
b.      NPK + KNO 3 (putih) Perbandingan 2 : 2
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
c.       Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 – 55 Hst (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
Umur 1 s/d 35 minggu dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)


PEMUPUKAN SEMANGKA SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 5.5 – 6.5
Tanaman mulai berbunga pada umur 35 – 45 hari setelah tanam dipanen pada usia 65 – 75 hari setelah tanam

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow + Tricoderma sp. Dosis : 10 ml/ Liter + 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow + Trichoderma sp. Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi
3)      Umur 15 – 35 Hst
a.       NPK + KNO 3 (merah/ putih) / ZA Perbandingan 1 : 1
Dosis : 2 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 25 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Umur 35 – 55 Hst
a.       NPK + KNO 3 (putih) / ZA Perbandingan 2 : 2
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
b.      Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

Pemberian Pupuk semangka  yang benar

Pemupukan Melon

Pemupukan Mentimun


PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 – 55 Hst (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
Umur 1 s/d 35 minggu dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)

TEKNIS PEMUPUKAN BAYAM, SAWI DAN KANGKUNG

TEKNIS PEMUPUKAN BAYAM, SAWI DAN KANGKUNG

TEKNIS PEMUPUKAN BAYAM

Budidaya bayam


PEMUPUKAN BAYAM

PH tanah berkisar 5.5 – 6.5
Usia 20 s/d 28 hari adalah masa panen
PEMUPUKAN UNTUK LUAS LAHAN 1000 m2

Pupuk Dasar
Tebarkan bokasi secukupnya diatas bedengan
Larutkan 2 liter Green Grow + 200 Liter air bersih, lalu kocorkan diatas bedengan sebelum tanam

PEMUPUKAN 1
Usia 5 dan 10 hari setelah tanam
1.      Campur 15 Kg Urea + 5 Kg Tsp + 5 Kg Kcl, taburkan secara merata disekeliling pohon
2.      Kemudian berikan pupuk cair Green Grow Dosis : 2 Liter + 200 Liter air bersih
Dikocor pada pangkal batang tanaman

PENYEMPROTAN UCONIX
Usia 7 dan 15 hari dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)
Semprotkan disore hari

Catatan :
Penyemprotan dan pemupukan sebaiknya dilakukan sore hari
Saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan


PEMUPUKAN SAWI DAN KANGKUNG

PH tanah berkisar 5.5 – 6.5
Usia 35 s/d 45 hari adalah masa panen
PEMUPUKAN UNTUK LUAS LAHAN 1000 m2

Pupuk Dasar
Tebarkan bokasi secukupnya diatas bedengan
Larutkan 2 liter Green Grow + 200 Liter air bersih, lalu kocorkan diatas bedengan sebelum tanam

PEMUPUKAN 1
Usia 7 dan 14 hari setelah tanam
3.      Campur 15 Kg Urea + 5 Kg Tsp + 5 Kg Kcl, taburkan secara merata disekeliling pohon
4.      Kemudian berikan pupuk cair Green Grow Dosis : 2 Liter + 200 Liter air bersih
Dikocor pada pangkal batang tanaman

PENYEMPROTAN UCONIX
Usia 10 dan 20 hari dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)
Semprotkan disore hari


Catatan :
Penyemprotan dan pemupukan sebaiknya dilakukan sore hari

Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar

Berikut ini kami akan membahas tentang Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar agar didapatkan hasil Benih yang maksimal dalam Budidaya pertanian. Semoga anda dapat terbantu dengan pembahasan Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar.

Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar 


Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar



PEMUPUKAN CABAI SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 6.0 – 6.8
Tanaman mulai membentuk buah pada umur 35 – 40 hari dan panen pertama sekitar 70 – 80 hari setelah tanam (tergantung varietas). Populasi tanaman per hektar 15.000 s/d 17.000 dengan jarak tanam 60 x 70 cm

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow + Tricoderma sp. Dosis : 10 ml/ Liter + 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow + Trichoderma sp. Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi

3)      Umur 15 – 35 Hst
a.       NPK + KNO 3 (merah/ putih) Perbandingan 1 : 1
Dosis : 2 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 25 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Umur 35 – 55 Hst
a.       NPK + KNO 3 (putih) Perbandingan 2 : 2
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
b.      Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 – 55 Hst (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
1 s/d 17 minggu dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)
Cara Pemberian Pupuk CABAI, TOMAT DAN TERONG yang benar
Baca Juga Pembahasan Kami 

Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik



PEMUPUKAN TOMAT SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 6.0 – 6.5
Tanaman mulai membentuk buah pada umur  40 – 60 hari dan panen pertama sekitar 70 – 90 hari setelah tanam (tergantung varietas). Populasi tanaman per hektar 15.000 s/d 17.000 dengan jarak tanam 60 x 70 cm

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow + Tricoderma sp. Dosis : 10 ml/ Liter + 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow + Trichoderma sp. Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi

3)      Umur 15 – 35 Hst
a.       NPK + KNO 3 (merah/ putih) Perbandingan 1 : 1
Dosis : 2 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 25 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Umur 35 – 55 Hst
a.       NPK + KNO 3 (putih) Perbandingan 2 : 2
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
b.      Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 – 55 Hst (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
1 s/d 17 minggu dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)

Pemberian Pupuk TOMAT  yang benar

PEMUPUKAN TERONG SISTEM KOCOR

PH tanah berkisar 6.0 – 6.5
PEMUPUKAN UNTUK LUAS LAHAN 1000 M2

1)      Saat tanam umur 0 – 7 Hst (hari setelah tanam)
a.       Pemberian pupuk cair Green Grow + Tricoderma sp. Dosis : 10 ml/ Liter + 10 ml/ Liter
b.      Dikocor pada pangkal batang tanaman pertanaman 250 ml
2)      Interfal kocor Green Grow + Trichoderma sp. Setiap 5 hari sekali Sampai 3x Aplikasi
3)      Umur 15 – 35 Hst
a.       NPK + KNO 3 (merah/ putih) Perbandingan 1 : 1
Dosis : 2 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
Umur 25 hari kocoran perlu ditamabahkan TSP 1 kg guna memperkuat bunga dan bakal buah serta perakaran
4)   Umur 35 – 55 Hst
a.       NPK + KNO 3 (putih) Perbandingan 2 : 2
Dosis : 4 kg + 200 liter air pertanaman 250 ml larutan
b.      Pengairan Berikutnya Selang 10 hari sekali atau sesuai kondisi tanah
5)   Pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen

Cara Pemberian Pupuk TERONG yang benar


PEMBERIAN BOKASI CAIR EKSTRA JOZZ
Umur 20 – Sampai masa produksi (hari setelah tanam) interval 5 hari sekali pertanaman 250 ml/ 1 gelas aqua
Tujuhan Pemberian bokasi cair ekstra jozz :
  • Mempercepat daya serap pupuk bokasi terhadap tanaman
  • Menekan biasa produksi & meningkatkan hasil produksi
  • Menghindari unsur N yang berlebihan
  • Sebagai pengembangan teknologi baru

PENYEMPROTAN UCONIX
Usia 1 s/d 18 minggu dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)
Semprot seminggu sekali

Catatan :
Pemupukan dan penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari

Sumber: http://ppc-greengrow.blogspot.co.id/p/teknis-pemupukan-cabai-tomat-terong.html

Persiapan Lahan Tanam Penanaman dan Penyulaman Budidaya Cabai

Persiapan Lahan Tanam Penanaman dan Penyulaman Budidaya Cabai

Sebelum kita memulai Bertani Cabai sebaiknya Persiapan Lahan Tanam Penanaman dan Penyulaman Budidaya Cabai. Benih Cabai akan tumbuh maksimal jika di tanam di area lahan penanaman yang tepat.



Persiapan Lahan Tanam Penanaman dan Penyulaman Budidaya Cabai


1.      Berikan dolomite sebanyak  ¼  kg tiap meter bedengan (50 kg/ 1000 m2), dolomite diberikan 5 – 7 hari sebelum tutup mulsa/ sebelum tanam, tujuan pemberian dolomite untuk menetralkan PH tanah dan mencukupi kebutuhan Ca dan Mg yang sangat dibutuhkan tanaman, kekurangan Ca akan berakibat :                                                            
Batang tanaman lemah, mudah patah, tangkai bunga membusuk, buah mudah busuk dan Ca memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan, pembungaan serta pembuahan karena dalam semua proses pembentukan protein dalam tubuh tanaman membutuhkan Ca. Sedangkan

Mg memiliki peran sebagai bahan pembentuk klorofil daun, klorofil daun merupakan dapurnya tanaman dan disinilah proses pemasakan semua zat yang diserap oleh tanaman, kekurangan Mg akan berakibat fatal karena semua proses, mulai pertumbuhan, pertumbuhan, pembungaan, dan pembuahan terganggu, tanaman jadi kerdil, bunga sedikit dan buah kecil – kecil.

2.      Berikan pupuk dasar (N-P-K 16-16-16), dengan dosis 40 gram pertanaman, taburkan secara merata dibedengan (sesuai dengan jumlah tanaman perbedeng), contoh 1 bedeng berisi 100 tanaman berarti jumlah N-P-K  yang ditabur dibedengan tersebut, 40 gram x 100 = 4000 gram atau 4 kg N-P-K + Bokasi (secukupnya, lebih banyak lebih baik) berikan 3 hari sebelum tutup mulsa.
3.      Setelah diberi pupuk dasar siram bedengan dengan larutan Green Grow dengan dosis 1 liter dicampur dengan 100 liter air (untuk lahan seluas 500 m)
Pemberian Green Grow dimaksudkan untuk menggemburkan lahan, menetralkan PH, mensuplai kebutuhan pupuk mikro dan mendeposit pupuk makro yang telah diberikan supaya tidak mudah hilang tergerus air, sehingga ketersediaan pupuk makro (N-P-K-Ca-Mg) terjamin. Selanjutnya tutup mulsa, dan lahan siap ditanami



PENANAMAN
1.          Membuat lubang tanam pada media tanam jarak yang ditentukan dengan kedalaman 5 cm2
2.          Lahan harus dalam kondisi basah (dilakukan pengairan penuh sebelum tanam)
3.          Penanaman (Jika hujan dilakukan penanaman pagi hari jika kemarau penanaman sore hari)
4.          Setelah tanam langsung dikocor air perlubang tanam 250 ml agar terjadi kelembaban
5.          Pengocoran / penyiraman dilakukan setiap 1 – 2 hari sekali selama 10 hari
6.          Setelah penanaman dilakukan penyemprotan Insektisida, guna pencegahan hama belalang/ ulat Dosis 5 ml/ Liter 1 tangki 50 ml
PENYULAMAN (Dilakukan 2 – 5 hari setelah tanam)
1.          Melihat/ mencari tanaman yang dimakan hama atau mati pada saat selesai tanam
2.          Dicarikan bibit yang seragam/ seumur
3.          Lakukan penyiraman pada saat penyulaman

Persiapan Lahan Tanam Penanaman dan Penyulaman Budidaya Cabai



Sumber : http://ppc-greengrow.blogspot.co.id/p/normal-0-false-false-false.html

Keuntungan Budidaya Cabe Rawit Bagi Para petani

Keuntungan Budidaya Cabe Rawit
Saat ini cabe menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun internasional. Setiap harinya permintaan akan cabe, semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di berbagai negara. Sehingga budidaya sayur ini menjadi peluang usaha yg masih sangat menjanjikan, bukan hanya untuk pasar lokal saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar ekspor. Cabe bukan merupakan tanaman asli Indonesia , walaupun hampir setiap hari penduduk Indonesia makan dengan cabe.  Cabe berasal dari Meksiko, Peru dan Bolivia , tetapi sekarang sudah tersebar diseluruh dunia.  Cabe merupakan komoditas pertanian yang merakyat seperti halnya bawang merah karena dibutuhkan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.  Sehingga tidak mengherankan bila volume peredarannya di pasaran sangat besar.  Walaupun volumenya sangat besar dan dibutuhkan oleh semua kalangan, tetapi sampai sekarang harga cabai tidak pernah mantap (fluktuatif).  Di beberapa daerah sentra produksi, harga berubah hampir setiap waktu, tergantung jumlah barang dan permintaan.  Bila barang tidak ada karena iklim yang tidak mendukung , maka harga cabai akan melonjak tinggi.  Sebaliknya bila barang sedang membanjir harga bisa turun drastis.  Penurunan harga yang sangat tajam juga terjadi bila cuaca mendung dan kondisi lembab karena mutu cabe menurun dan cabe tidak tahan lama disimpan.
Keuntungan Budidaya Cabe Rawit

Tanaman yg berasal dari daerah tropis di benua Amerika ini, sekarang banyak dibudidayakan di Indonesia. peluang usaha cabe yang cukup menguntungkan, menarik minat para petani di daerah dataran tinggi, dataran rendah, hingga daerah pesisir pantai untuk membudidayakan sayuran ini. Jenis cabe juga cukup bervariasi, beberapa jenis dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk, rasa pedasnya dan warna buahnya. Di Indonesia sendiri jenis cabe yang banyak dibudidayakan antara lain cabe keriting, cabe besar, cabe rawit, dan cabe paprika. Sebab menyesuaikan permintaan konsumen, yg banyak menggunakan jenis cabe tersebut sebagai penyedap masakan. Selain dijadikan sebagai bahan penyedap makanan, cabe juga bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk olahan seperti saos cabe, sambel cabe, pasta cabe, bubuk cabe, cabe kering, dan bumbu instant. Bahkan produk-produk tersebut sudah berhasil di ekspor ke Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Brunei Darussalam dan India.

Hama dan Penyakit Utama Pada Tanaman Cabai Serta Pengendaliannya

Hama dan Penyakit Utama Pada Tanaman Cabai Serta Pengendaliannya


1). Hama Utama Tanaman Cabai
˗       Thrips
Hama thrips (Thrips Sp.) sudah tidak asing lagi bagi para petani cabai. Hama thrips tergolong sebagai pemangsa segala jenis tanaman, jadi serangan bukan hanya pada tanaman cabai saja. Panjang tubuh sekitar + 1 mm, serangga ini tergolong sangat kecil namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Thrips biasanya menyerang bagian daun muda dan bunga . Gejala serangan hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. Noda keperakan itu tidak lain akibat adanya luka dari cara makan hama thrips. Kemudian noda tersebut akan berubah warna menjadi coklat muda. Yang paling membahayakan dari thrips adalah selain sebagai hama perusak juga sebagai carrier atau pembawa bibit penyakit (berupa virus) pada tanaman cabai. Untuk itu, bila mengendalikan hama thrips, tidak hanya memberantas dari serangan hama namun juga bisa mencegah penyebaran penyakit akibat virus yang dibawanya.
Pengendalian secara kultur teknis maupun kimiawi. Kultur teknis dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang musim. Selain itu dapat menggunakan perangkap kuning yang dilapisi lem. Pengendalian kimia bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida Winder 25 WP konsentrasi 0,25 – 0,5 gr /liter atau insektisida cair Winder 100EC konsenstrasi 0.5 – 1 cc/L.


˗          Tungau (Mite)
Hama mite selain menyerang jeruk dan apel juga menyerang tanaman cabai. Tungau bersifat parasit yang merusak daun, batang maupun buah sehingga dapat mengakibatkan perubahan warna dan bentuk. Pada tanaman cabai. Tungau menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagian bawah menjadi berwarna kuning kemerahan, daun akan menggulung ke bawah dan akibatnya pucuk mengering yang akhirnya menyebabkan daun rontok. Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0,5 mm, berkulit lunak dengan kerangka chitin. Seperti halnya thrips, hama ini juga berpotensi sebagai pembawa virus.
Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan Penyemprotan menggunakan Akarisida Samite 135 EC. Konsentrasi yang dianjurkan 0,25 -0,5 ml/L.
˗          Kutu (Myzuspersicae)
Aphids merupakan hama yang dapat merusak tanaman cabai. Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Tidak sepeti mite, kutu ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain dapat memperbanyak dengan perkawinan biasa, hama ini juga mampu bertelur tanpa pembuahan.
Pengendalian hama aphids secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida Winder 100EC konsentrasi 0,5 – 1,00 cc/L.
˗          Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
Kehadiran lalat buah ini, dapat menjadi hama perusak tanaman cabai. Buah cabai yang menunggu panen bisa menjadi santapannya dalam sekejap dengan cara menusukkan ovipositornya pada buah serta meletakkan telur, menetas menjadi larva yang kemudian merusak buah cabai dari dalam.
Pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan membuat perangkap dari botol bekas air mineral yang di dalamnya diberi umpan berupa Atraktan Lalat Buah (ATLABU) keluaran Balai Penelitian Obat dan Aromatik. Selain itu dapat juga digunakan perangkap kuning seperti yang dilakukan pada hama thrips. Karena umumnya serangga-serangga tersebut sangat menyukai warna-warna mencolok.
˗          Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Ulat ini saat memasuki stadia larva, termasuk hewan yang sangat rakus. Hanya dalam waktu yang tidak lama, daun-daun cabai bisa rusak. Ulat setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosisnya.
Pengendalian dapat dilakukan terhadap ngengat dewasa yang hendak meletakkan telurnya pada tanaman inang dengan menyemprotkan insektisida, atau dengan insektisida biologis Turex WP konsentrasi 1 – 2 gr/Lt.
2). Penyakit Utama Tanaman Cabai
˗          Antracnose
Penyakit Antracnose dikenal juga dengan istilah “pathek” adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi petani cabai. Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit ini. Gejala awal dari serangan penyakit ini adalah bercak yang agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair, buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. Penyebab penyakit ini adalah jamur carnifora capsici.
Pengendalian membersikan tanaman yang terserang agar tidak menyebar, saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif, menanam benih cabai yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. Secara kimia, disemprot dengan fungisida sistemik berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG, atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP.
˗          Layu Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum. Gejalanya tanaman yang sehat tiba-tiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari tanaman mati. Bakteri ini ditularkan melalui tanah, benih, bibit, sisa tanaman, pengairan,nematoda atau alat-alat pertanian.
Pengendalian membuang tanaman yang terserang, tetap menjaga bedengan tanaman selalu dalam kondisi kering, rotasi tanaman. Secara kimiawi, semprot dengan larutan Kocide 77WP konsentrasi 5 – 10 gr/liter pada lubang tanam sebanyak 200 ml/tanaman interval 10 – 14 hari dan dimulai saat tanaman mulai berbunga.
˗          Virus Kuning (gemini virus)
Vektor virus kuning adalah whitefly atau kutu kebul (Bemisia tabaci). Telur diletakkan di bawah daun, fase telur hanya 7 hari. Nimpa bertungkai yang berfungsi untuk merangkak lama hidup 2-6 hari. Pupa berbentuk oval, agak pipih berwarna hijau keputih-putihan sampai kekuning-kuningan pupa terdapat dibawah permukaan daun, lama hidup 6 hari. Serangga dewasa berukuran kecil, berwarna putih dan mudah diamati karena dibawah permukaan daun yang bertepung, lama hidup 20-38 hari. Tanaman yang terserang penyakit virus kuning menimbulkan gejala daun mengeriting dan ukuran lebih kecil.
Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang agak tahan (contoh cabai keriting Bukittinggi), menggunakan bibit yang sehat, melakukan rotasi /pergiliran tanaman, pemanfaatan tanaman border seperti tagetes atau jagung, pemasangan perangkap kuning sekaligus mengendalikan kutu kebul, serta eradikasi tanaman sakit yaitu tanaman yang menunjukkan gejala dicabut dan dibakar.

Panen dan Pasca Panen Cabe Rawit

Panen dan Pasca  Panen Cabe Rawit

a)      Panen Cabe Rawit

Tanaman cabe rawit dapat dipanen setelah berumur 2,5-3 bulan sesudah disemai.  Panenan berikutnya dapat dilakukan 1-2 minggu tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman.  Untuk tanaman cabe rawit bila dirawat dengan baik dapat mencapai umur 1-2 tahun, apabila selalu diadakan pemangkasan dan pemupukan kembali setelah tanaman dipanen.  Pemupukan kembali dapat memberikan pupuk organik seperti kompos maupun pupuk kandang yang sudah menjadi tanah.

b)     Pasca Panen Cabe Rawit

Cabe yang disimpan dengan suhu sekitar 4 o C dengan kelembaban 95-98 % dapat tahan sekitar 4 minggu dan pada 10 C masih dalam keadaan baik sampai 16 hari.
Panen dan Pasca  Panen Cabe Rawit



˗        Pengeringan Cabe Rawit
Pengawetan dalam keadaan segar waktunya tidak akan lama, tetapi kalu dikeringkan waktu simpan bisa lama.  Cabe yang akan dikeringkan harus dipilih yng berkualitas baik, tangkai dibuang dan kemudian cabe dicuci bersih.  Kemudian dimasukkan dalam air panas beberapa menit, lalu didinginkan dengan cara dicelupkan dalam air dingin.  Selanjutnya ditiriskan di atas anyaman bambu atau kawat kasa sehingga airnya keluar semua.  Kemudian dijemur pada panas matahari sampai kering, biasanya kurang lebih selama satu minggu.
Pada musim hujan , pengeringan buah cabe dapat menggunakan pemanas.  Di dalam ruangan pemanas tersebut diberi para-para beberpa lapis untuk meletakkan cabe.  Lapisan cabe jangan terlalu tebal, cukup satu lapis agar cepat kering.  Sebagai sumber panas dapa memakai lampu listrik , kompor, tungku arang atau bahan lainnya.
Ruangan pemanas dapat dibuat dari kayu yang berbentuk seperti almari dan bagian dalam diberi lapisan seng.  Sumber pemanas diletakkan di bawah almari yang telah diberi lubang, di atas pemans ada para-para beberapa lapis.  Bagian atas almari diberi ventilasi yang yang penutupnya dapat diatur besar kecilnya lubang untuk mengatur suhu dalam almari. Suhu dalam almari diatur lebih kurang 60oC, jangan terlalu panas dengan mengatur ventilasi.  Apabila telah melebihi 60oC maka lubang ventilasi dibuka lebar.
Supaya cabe keringnya merata maka para-para bisa diubah letaknya, misal yang  atas di pindah ke bawah demikian sebaliknya.  Banyaknya para-para tergantung besar kecilnya almari dan jarak antar para-para sekitar 15-20 cm. Cabe dibolak-balik letaknya setiap 3 jam.
Dengan menggunakan alat pemanas paling lama dua hari buah cabe akan kering. Buah cabe dianggap kering bila kandungan airnya tinggal 8 %.  Dalam keadaan demikian buah cabe dapat disimpan lebih lama, namun harus dihindarkan dari serangan hama dan disimpan dalam wadah kedap udara.  Cabe yang dikeringkan dapat langsung dipakai atau dapat digunakan untuk campuran saos dan cabe bubuk.
˗        Kemasasan Cabe
Sebelum buah cabe dijual sebaiknya dilakukan seleksi dengan memisahkan buah cabe yang bagus dan yang jelek kualitasnya.  Cabe-cabe tersebut harus dikemas dengan baik agar tidak rusak.  Dengan kemasan yang baik tentu akan menambah beaya namun kerusakan akan jauh lebih sedikit sehingga keuntungan masih lebih tinggi.
Buah cabe dapat dikemas dengan kantung plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil dengan jarak anat lubang sekitar 5-10 cm .  setiap kantung plastik dapat diisi cabe dengan berat 0,5 kg; 1 kg; 1,5 kg atau 2 kg.  Selanjutnya kantung plastik diletakkan pada wadah yang dibuat dari bambu atau kardus.  Ukuran wadah sebaiknya tidak terlalu besar yaitu antara 10 x 25 x 25 cm sampai 35 x 50 x 40 cm.  Setiap sisi wadah diberi lubang dengan garis tengah 1 cm dan jarak antar lubang 10 cm.

Budidaya Cabai/ Cabe Rawit Untuk Petani

Budidaya Cabai/ Cabe Rawit

Cabe rawit dapat ditanam baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi, pada musim kemarau maupun musim hujan.  Tanah yang cocok untuk tanaman ini adalah tanah yang subur dan gembur , cukup mengandung bahan organik,humus dan tersedia saluran pembuangan air yang baik.
Budidaya Cabai/ Cabe Rawit Untuk Petani

1)      Pembibitan
Biji cabe rawit harus disemaikan lebih dulu sebelum ditanam.  Untuk mempercepat pertumbuhannya , biji cabe sebaiknya direndam dahulu dalam air selama 24 jam sebelum ditanam.  Perlu diperhatikan bahwa biji cabe yang baik adalah biji yang betul-betul masak dan kering.  Cara menyemai biji cabe bermacam-macam , ada yang menggunakan kotak pesemaian, pesemaian di lapangan, kantung plastik atau kantung dari daun kelapa, enau, pisang dll.  Tanah yang digunakan untuk pesemaian menggunakan tanah yang subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit.  Pesemaian sebaiknya menggunakan atap dari daun rebu, daun kelapa maupun daunan lainnya agar suasana menjadi lebih lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.  Atap dapat dibuka atau ditutup menurut keperluan.  Kalau pagi sampai jam 10.00 atap dibuka, kemudian sesudah panas lebih dari jam 10.00 atap ditutup kembali .  Kalau persemaian dibuat dalam kotak kecil dapat dimasukkan dalam rumah.
2)      Pengolahan Tanah
Tanah harus dibajak dan dicangkul cukup dalam.  Maksud pencangkulan tanah adalah untuk membalik tanah dan menggemburkan tanah.  Tanah liat walaupun sudah dicangkul  atau dibajak menjadi gembur , cangkul lebih dalam (10-20 cm) dan diberi pupuk organis, misalnya kompos atau pupuk kandang dan dapat ditambahkan pasir.  Bila pupuk organis jumlahnya terbatas, maka pemberiannya cukup pada jarak 60 x 60 cm.  Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur merata.  Pupuk organik selain menggemburkan tanah juga dapat menambah unsur hara .  Pupuk organik yang diberikan sebaiknya sudah matang atau sudah menjadi tanah.  Pupuk yang mentah biasanya masih panas sehingga dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi layu dan mati.
3)      Pembuatan Bedengan
Bedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm , tergantung keadaan lahan , kalau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi.   Jarak antar bedengan sekitar 40-5- cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.
4)      Pupuk Dasar
Pada waktu menanam cabe , tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang.  Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabe akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula pupuk SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.
5)      Penanaman
Benih cabai dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian.  Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 x 90 cm.  Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang.  Setelah ditanam segera disiram  dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.  Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu  pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu.  Bila plastik tidak disobek lebih dulu , di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang.  Setelah bibit cabe ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.
6)      Penyiraman, drainase dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya sering disiram terutama pada saat musim kemarau karena tanahnya cepat kering.  Tanaman yang  terlalu lama kekeringan maka pertumbuhannya akan kerdil .  Untuk menghindari kekeringan dapat menggunakan mulsa dari dedaunan maupun dari jerami padi,  Mulsa dari daun lama kelamaan akan menjadi pupuk organik sehingga menambah kesuburan tanah.
Jika menanam cabe pada musim hujan diusahakan jangan sampai tergenang air.  Bila tanaman cabe terlalu lama tergenang air, akar-akarnya dapat menjadi busuk, daun mudah rontok dan akhirnya tanaman mati.
7)      Penyiangan
Bila di lahan banyak gulma maka harus segera disiangi agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman cabai untuk mendapatkan unsur hara.  Jika dalam jangka waktu lama gulma tidak segera disiang, tanaman cabe akan menjadi kurus dan kerdil.  Namun pencabutan gulma perlu dilakukan hati-hati agar tidak merusak tanaman cabenya.  Untuk mengurangi munculnya gulma dapat juga menggunakan herbisida sebelum bibit cabe ditanam.
8)      Penggemburan
Tanah yang terlalu padat harus digemburkan dengan cara dicangkul (didangir) .  Tanah yang gembur peredaran udaranya menjadi lebih baik, sehingga perakaran menjadi lebih sehat.  Pada waktu menggemburkan tanah harus hati-hati, jangan terlalu dalam sebab jika terlalu dalam dapat merusak perakaran.  Akar yang luka tau putus juga mudah terkena infeksi sehingga tanaman menjadi sakit dan mati.
9)      Pemupukan
Tanaman cabe yang telah ditanam sekitar satu minggu dapat segera dipupuk dengan pupuk N, K atau campuran urea dan KCl sebanyak 2 gram setiap tanaman.  Pupuk SP 36 tidak perlu diberikan lagi karena sudah diberikan sebelum penanaman sebagai pupuk dasar.  Pada waktu melakukan pemupukan tidak boleh mengenai batang karena akan merusak batang.  Pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu dipupuk lagi sebanyak 5 gram per pohon.  Penggunaan pupuk daun maupun zat perangsang tumbuhan dapat diberikan sesuai dosis anjuran dalam label kemasan.
10.   Pengendalian hama dan penyakit
            Tanaman cabai dapat diserang oleh berbagai hama dan penyakit yg dapat menurunkan hasil produksi pertanian, hama dan penyakit tersebut dapat dikendalikan dengan berbagai macam cara, misalnya secara mekanik, biologis, dan kimiawi.

Sumber : http://my-tanaman-cabai.blogspot.co.id/2014/12/budidaya-tanaman-hortikultura-tanaman.html

Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Benih Cabai (Capsicum sp.) merupakan tanaman hortikultura sayur–sayuran buah semusim untuk rempah-rempah yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Kebutuhan terhadap mata dagangan ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Selain itu, cabai rawit sebagai rempah-rempah merupakan salah satu mata dagangan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha. Karena selain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga termasuk mata dagangan yang mempunyai peluang pemasaran ekspor non migas yang sangat baik.
Dalam dunia tumbuhtumbuhan, cabai diklasifikasikan dalam taksonomi sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas          : Sympetalae
Ordo                : Tubiflorae (Solanales)
Famili              : Solanaceae
Genus              : Capsicum
Spesies            : Capsicum annum L
Tanaman cabai atau lombok termasuk ke dalam famili Solanaceae. Tanaman lain yang masih sekerabat dengan cabai, diantaranya kentang (Solanum tuberosum L), terung (Solanum melongena L), leunca (Solanum nigrum L), akokak (Solanum torvum Swartz), dan tomat (Solanum lyopersicum)
Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai


Aspek Teknik Budidaya Benih Cabai
Keberhasilan usaha produksi cabai rawit sangat ditentukan oleh aspek taknis budidaya di lapangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman cabai merah adalah sebagai berikut:
a)      Pemakaian benih cabai rawit yang unggul yang tidak terkontaminasi virus.
b)      Ketersediaan air yang cukup sepanjang periode tanam/sepanjang tahun.
c)      Pola tanaman yang baik dan sesuai dengan iklim.
d)     Pengolahan tanah yang disesuaikan dengan kemiringan lereng dan arah lereng.
e)      Pemberantasan hama dan penyakit tanaman cabai merah dilaksanakan secara teratur
f)       sesuai dengan kondisi serangan hama dan penyakit
g)      Cara panen serta penanganan pasca panen cabai merah yang baik dan benar.
Keberhasilan produksi cabai rawit sangat dipengaruhi oleh dan ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan. Sifat unggul tersebut dicerminkan dari tingginya produksi. Ketahanan terhadap hama dan penyakit serta tingkat adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim. Musim tanam di daratan tinggi dilakukan antara bulan April – Mei untuk periode tanam pertama dan antara bulan September – Oktober untuk periode tanam ke dua. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai rawit yaitu lahan yang tanahnya berstruktur remah atau gembur, subur dan kaya akan bahan organik, pH tanah antara 6.0 dan 7,0. Oleh karena itu pengolahan tanah yang baik dengan menggunakan traktor atau menggunakan cangkul, harus mencapai kedalaman olah Aspek Produksi

Benih Sayuran Kelor Warga Perbatasan Timor Leste Bantuan dari KSAD

stoicismepicure. Benih Sayuran Kelor Warga Perbatasan Timor Leste Bantuan dari KSAD Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkunjung ke Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan ini, KSAD juga memberi sejumlah bantuan untuk warga setempat.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi oleh Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo dan Bupati Belu Wilhelmus Foni serta Corporate Secretary BRI Budi Satria berkunjung Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT. Mengenakan seragam dinas TNI, KSAD disematkan pakaian adat setempat dan disambut dengan tarian Tebe-Tebe Timor
.

Benih Sayuran Kelor Warga Perbatasan Timor Leste Bantuan dari KSAD

Benih Sayuran Kelor

Benih Sayuran Kelor Warga Perbatasan Timor Leste Bantuan dari KSAD


Selain bersilaturahmi dan bertatap muka dengan warga setempat, KSAD meninjau ekspedisi NKRI Sub Korwil-8/ Belu. Ekspedisi NKRI di Korwil 3 NTT ini merupakan ekspedisi NKRI ke-5 setelah Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Kalimantan.

“Selain bertatap muka dan meninjau ekspedisi NKRI, juga melaksanakan penanaman Kelor atau Marungga, yang dalam kurun waktu satu tahun ini dibudidayakan oleh Danrem 161/ Wira Sakti,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (14/3/2015).

Gatot yang memasuki usia 55 tahun pada 13 Maret ini mengatakan kelor atau marungga merupakan‎ tanaman khas NTT dan sangat familiar di kalangan masyarakat. Tanaman ini sangat cocok dengan kondisi di NTT. Kelor juga mempunyai aspek ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, aspek sosial budaya dengan membuka lapangan kerja dan aspek ekologis yaitu ramah lingkungan.

“Saya juga ucapkan terimakasih kepada pimpinan BRI yang telah membantu melalui CSR-nya dalam budi daya Kelor ini,” tuturnya.

Selaku pimpinan TNI AD, Gatot juga ingin melihat kondisi prajurit dan masyarakat di perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RTDL). Sebab, perbatasan tersebut merupakan daerah yang memiliki nilai yang strategis.

“Saya harapkan semua kegiatan prajurit TNI AD yang bertugas di perbatasan‎ RI-RTDL akan memberikan manfaat bagi masyarakat di perbatasan khususnya dan Povinisi NTT pada umumnya,” tutupnya.

Sejumlah bantuan yang diberikan diantaranya penyewaan tanah untuk penanaman pohon kelor, penyerahan benih kelor, bantuan teknis pengelolaan kelor‎, pendampingan pra koperasi kelor. Selain itu juga diberikan modal kerja masing-masing Rp 25 juta dan pompa hidrolik. Dalam acara ramah tamah ini dihibur penyanyi asal Timor Leste Tony Varera.