Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses

Cara-2BPembenihan-2BIkan-2BNila-2BYang-2BBenar

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses. Ikan Nila mudah untuk dipijahkan,tidak seperti jenis ikan introduksi lainnya yang kadang-kadang sulit untuk memijah.pemijahan Nila dapat dilakukan secara tradisional dengan hasil benih yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan proses pembenihan intensif secara massal,namun dengan konsekuensi membutuhkan induk jumlah banyak.

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar

Bibit atau benih ikan yang baik dalam kuntitas maupun kualitas akan diperoleh jika dalam pembenihannya menggunakan indukan yang baik pula kualitasnya.induk ikan yang secara genetis kualitasnya kurang baik,jika dipijahkan akan menghasilkan keturunan yang kurang baik pula serta kuantitas benih sedikit.Apalagi ikan Nila yang dengan bobot induk siap dipijah 200-250 gram (matang kelamin)umur sekitar 5-6 bulan hanya mengandung telur 500-1000 butir.Dari jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan larva 200-400 ekor.

Simak

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

A. Pembenihan Ikan Nila secara massal

Pembenihan Ikan Nila secara massal



Pembenihan secara massal merupakan teknik pemijahan yang mudah dilakukan dan dianggap sederhana karena campur tangan manusia sangat sedikit.Disebut pembenihan secara massal karena dalam satu kolam dipijahkan beberapa pasang induk sekaligus.Hasil panen dari pemijahan sistem ini adalah larva ikan yang baru menetas.Penangkapan larva ini dilakukan tanpa mengeringkan kolam terlebih dahulu.Larva ikan Nila yang baru menetas kini ditangkap dipermukaan air dibagian pinggir Kolam saat diasuh induknya. Benih ikan ini kemudian dipelihara dikolam pendederan 1 yang sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya.

Pembanihan secera massal bisa menghasilkan benih yang ukurannya seragam.Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 45-50 hari. Selama jangka waktu tersebut panen larva bisa dilakukan tiga kali. Beberapa urutan kegiatan pembenihan secara massal sebagai berikut.

1. Persiapan kolam ikan nila

Kolam yang digunakan satu berukuran 400-600 m²,bisa berupa kolam tanah atau kolam tembok dengan dasar tanah. Terdapat kubangan pada dasar kolam berukuran 1,5x2x0,5 m yang berfungsi sebagai tempat penampung induk Nila Gift pada saat melakukan pemanenan larva.
Persiapan untuk kolam pemijahan, dengan pengeringan kolam selama dua hari,perbaikan pematang,perbaikan kamalir, dan penutupan kebocoran yang mungkin terjadi. Kolam dipupuk dengan pupuk organik berupa kotoran ternak, setelah itu kolam diairi setinggi 40-60 cm.

2. Penebaran induk ikan nila

Induk nila jantan dan induk nila betina yang akan dipijahkan ditebarkan secara bersamaan, padat tebar induk pemijahan masal adalah 1 ekor/m² dengan perbandingan induk jantan dan betina 1 : 3 sampai 1: 5. Artinya, untuk luas kolam 400-600 m² bisa ditebarkan induk sebanyak 400-600 ekor (100 ekor induk jantan dan  300-500 ekor induk betina). Pemberian pakan induk perhari dosisnya 3% perbobot total perhari.

3. Pemijahan Ikan nila

Pemijahan biasanya terjadi pada hari ke tujuh setelah penebaran induk, terjadinya pemijahan kubangan-kubangan yang telah dibuat sebelumnya oleh induk betina pada area dasar kolam. Setelah telur dibuahi oleh sperma, telur akan dierami oleh induk betina di dalam mulutnya. Selama mengerami telur tersebut induk betina  puasa, selama 4-5 hari hingga telur menetas menjadi larva.

4. Pemupukan Ikan nila

Pemupukan dilakukan bertujuan untuk menyuburkan kolam sehingga menunjang kehidupan benih setelah menetas dengan organisme air sebagai pakan alami bagi larva-larva ikan yang baru berusia beberapa hari. Larva yang baru menetas tetap berada didalam mulut induk betina. Jika kolam yang dipupuk ini sudah ditumbuhi pakan alami  ( 2-3 hari setelah pemupukan), secara naluri induk betina akan mengeluarkan anak-anaknya secara serempak dari dalam mulutnya.

5. Pemanenan Ikan nila

Pemanenan ini dilakukan pada saat yang tepat ( paling lambat dua hari setelah dikeluarkan dari mulut induk ). Waktu panen yang ideal dilakukan pada pagi hari ketika kondisi oksigen dalam jumlah yang banyak. Larva akan muncul ke permukaan kolam terutama pada pinggiran kolam untuk menghirup oksigen. Pemanenan dilakukuan segera dengan menangkap larva ikan tersebut lalu dipindahkan pada kolam pendederan

Simak

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah

B. Pembenihan Ikan nila secara intensif

Pembenihan Ikan nila secara intensif


Pembenihan secara intensif merupakan teknik pembenihan yang mengikut sertakan campur tangan manusia. Namun  pada prinsipnya pembenihan secara intensif ini juga merupakan pembenihan secara massal, namun hasil yang akan dipanen bukan berupa larva melainkamn telur ikan yang telah dibuahi dan sedang dierami oleh induk betina. Telur dikeluarkan dari mulut induk betina kemudian ditetaskan pada wadah khusus berupa corong penetasan .

Keuntungan dari pembenihan secara intansif  adalah jumlah benih yang dihasilkan sangat besar. Waktu  pemijahan lebih singkat yaitu 10 hari dibandingkan pemijahan massal yang memakan waktu 14 hari.  Tingginya  jumlah benih yang dihasilkan  dari pembenihan  secara intensif  karena adanya penatasan telur yang terkontrol di dalam corong penetasan. Bedasarkan  penelitian  dari budi Daya  Air Tawar (BBAT) Sukabumi, daya tetas telur  ikan Nila pada corong penetasan bisa mencapai 60-70%. Langkah Berikut

1. Pematangan Gonad

Pematangan gonad dilakukan bertujuan untuk mempercepat perolehan telur yang berkualitas agar berdaya tetas tinggi. Artinya, ketika terjadi pemijahan, telur yang dikeluarkan oleh induk betina adalah telur yang matang dan siap dibuahi.
Proses pematangan gonad berlangsung selama dua minggu dan harus didukung pemberian pakan yang bergizi tinggi dengan dosis 5% dari berat total per hari. Selain itu, air kolam harus jernih dan selalu mengalir hingga suplai oksigen bagi kebutuhan induk terpenuhi.

2. pemijahan Ikan nila

Proses pemijahan ini sama dengan proses pemijahan yang terjadi pada teknik pemijahan secara massal. Hingga telur dierami oleh induk betina.

3. pemanenan telur Ikan nila

Pemanenan ini dilakukan dengan menangkap induk betina yang telah melakukan pemijahan. Maksud dengan penangkapan induk betina untuk memperoleh telur yang telah dibuahi pada peristiwa pemijahan. Usia telur yang akan dipanen telah dierami dimulut induk betina selama 2-3 hari setalah pemijahan.

Induk betina yang sedang mengerami dapat diketahui dengan mengamati tinkah lakunya seperti tampak memisahkan diri dari induk yang lain,gerakannya lamban,mulut selalu tertutup, dan bagian bawah tutup insangnya menggembung.

Proses pemanenan yang diawali dengan menangkap induk betina yang sedang mengerami telur denagn hati-hati setelah terlebih dahulu menyurutkan volume air bak pemijahan. Setelah itu mulut ikan betina dibuka dengan jari tengah dan telunjuk,sementara itu, ibu jari dan kelingking membuka tutup insangnya. Setelah itu bagian atas (tutup insang) disiram air atau di celupkan di air. Posisi kepala yang berada dibawah akan memudahkan dalam mengeluarkan telur ikan dari mulutnya. Kemudian telur ditampung dalam scoop net yang direndam dalam suatu wadah (bak atau ember)yang berisi air.

4. Penetasan Telur Ikan nila

Penetasan Telur Ikan nila

Penetasan dilakukan unit khusus penetasan yang terdiri dari water turn untuk sirkulasi air, pompa isap, corong penetasan, dan tempat penampungan larva ikan. Jika pada lokasi unit penetasan terdapat sumber air bersih maka water turn dan pompa isap tidak diperlukan karena air dapat langsung dialirkan dari saluran ke corong penetasan .

Telur yang akan ditetaskan terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran seperti sisa makanan atau lumpur dengan air bersih. Untuk mencegah serangan jamur, sebelum dimasukkan dalam corong penetasan telur terlebih dahulu direndam dalam larutan disinfektan berupa methylene blue 0,2 ppm selama 5-10 menit. Setelah itu telur dapat dimasukkan dalam corong penetesan dengan kepadatan 1000-1500 telur / liter air .
Kondisi oksigen dalam corong penetasan dapat dijaga dengan mengalirkan air secara kontinu yang debitnya diatur 0,6-0,8 liter / menit. Air yang mengalir akan meningkatkan kadar oksigen yang terlarut dalam air sehingga mencukupi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh telur untuk menetas. Suhu optimum untuk mendukung penetesan sekitar 29°C. Telur akan menetas menjadi larva dalam kurun waktu 5-7 hari. Panjang larva ikan Nila yang baru menetas 8-10 mm dan beratnya 0,02-0,05 gram. Selanjutnya larva dapat dipindahkan pada bak atau kolam pendederan.

Simak

Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik

C. Pembenihan Ikan nila Secara Monoseks

Pembenihan Ikan nila Secara Monoseks


Pembenihan monoseks ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses pembenihan secara intensif. Maksud dari pembenihan monoseks ini adalah memperoleh ikan yang dipelihara hanya berkelamin tunggal, yakni jantan semua atau betina semua. Monoseks kultur menguntungkan karena berdasarkan penelitian, jumlah produksi dalam satu periode pemeliharaannya lebih tinggi.

Proses pengubahan kelamin ini dapat dilakukan pada masa larva baik yang telah habis kuning telurnya yang menjadi cadangan  Sehingga telur-telur yang benar-benar telah matang akan keluar, sedang untuk induk ikan jantan setelah di hipopisasi dengan kalenjar hipopisa yang mengandung LH (Luteinzing Hormone) akan merangsang pertumbuhan dan sintesis hormon androgen (testosteron) pada sel-sel interstitial testes (sel leydig) sehingga akan memacu produksi sperma.

Demikian pembahasan Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses. Semoga anda terbantu

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah

Ikan-2BNila-2B--2BMudah-2BMurah-2BHasil-2BMelimpah

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah. Ikan  Nila (Oreochrromis niloticus) merupakan jenis ikan yang diintroduksi dari luar  negeri.Bibit  ikan ini didatangkan ke  Indonesia secara resmi oleh balai penelitian perikanan air tawar pada tahun 1969. Setalah melalui  masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia.

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah

Ikan Nila - Mudah Murah Hasil Melimpah

Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah  melalui Direktur Jendral Perikanan . Sesuai dengan nama latinnya,Oreochromis niloticus berasal dari sungai Nil dan danau-danau yang berhubungan dengan aliran sungai itu.Ikan Nila disukai oleh berbagai bangsa karena dadingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah .Sekarang ikan ini telah tersebar di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis.Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin , ikan Nila tidak dapat hidup baik.

Bibit ikan Nila telah beberapa kali didatangkan ke Indonesia , yang pertama berasal dari Taiwan.Bibit asal Taiwan ini berwarna gelap dengan garis-garis vertikal sebanyak 6-8 buah di bagian ekornya.Kemudian didatangkan lagi bibit ikan Nila dari Filipina yang berwarna merah.Sampai sekarang bibit Nila galur asli baik yang merah maupun yagn hitam masih didatangkan dari luar negeri untuk mempenbarui persediaan induk (parent stock).Persediaan induk berguna untuk menjaga agar hibrida yang dibudidayakan tidak menurun keunggulannya.

Ikan Nila kini banyak dibudidayakan di berbagai daerah,karena kemampuan adaptasi bagus di dalam berbagai jenis air.Nila dapat hidup di air tawar,air payau,dan di laut.Ikan ini juga tahan terhadap perubahan lingkungan, bersifat omnifora.Pertumbuhannya cepat dan tahan terhadap serangan penyakit.

Daging ikan Nila di sisi badan cukup tebal sehingga baik untuk fillet (sayatan daging tanpa tulang).
Fillet Nila sangat disukai oleh konsumen di luar negeri.Produk ini dapat dimasak dengan berbagai bumbu dan saus atau dijadikan isi sandwhich.

Para pakar budidaya ikan dari Organisasi Pangan Dunia (FAO)menganjurkan agr ikan Nila ini dibudidayakan oleh penduduk untuk memperbaiki gizi keluarga.Ini karena ikan Nila cepat berkembang biak,mudah dibudidayakan,dan dapat dipelihara di kolam yang sempit,seperti kolam pekarangan.

Bentuk dan rupa ikan Nila sangat mirip dengan ikan Mujahir,sehingga benar-benar serupa namun tidak sama.Untuk membedakannya juga tidak sulit.Perbedaan yang mudah kita lihat yaitu pada garis-garis di sirip ekor dan sirip punggung.Pada ikan Nila sirip ekornya bergaris-garis hitam tegak lurus,dan pada sirip punggungnya garis-garis hitam tersebut melintang atau tegak lurus pada sirip.Sedangkan pada ikan Mujahir tidak terdapat garis-garis pada sirip ekor dan sirip punggungnya.

Ikan Nila jantan dan betina dapat dibedakan melalui kelamin sekunder.Tapi ini baru jelas terlihat setelah mereka mencapai berat sekitar 30-40 gram per ekor,yaitu pada waktu mereka mulai dewasa.
Perut dan dagu ikan Nila jantan berwarna gelap.Sedangkan yang batina perut dan dagunya berwarna putih.Bagain hidung dan rahang ikan Nila jantan bentuknya agak melebar dan berwarna biru muda.
Sedangkan yang betina bagian hidung dan rahangnya agak lancip dan tidak mempunyai warna yang jelas.

Nila jantan dan betina juga dapat dibedakan dengan melihat alat kelamin luarnya, yang terletak di dakat dubur terdapat tonjolan memanjang yang mengarah kebelakang,yang kita namakan papila.Pada ikan jantan,ujung papila tersebut hanya berlubang sebuah,yang merupakan lubang pengeluaran air kencing sekaligus juga lubang pengeluaran air mani.Oleh karena berfungsi ganda maka lubang tersebut kita namakan lubang urogenitalis.Pada ikan betina lubang pengeluaran air kencing dan lubang pengeluaran telurnya terpisah.Lubang pengeluaran air kencing terletak di ujung papila. Sedangkan lubang pengeluaran telurnya terletak di tengah papila di depan lubang kencing bentuknya khas,yaitu seperti bulan sabit yang melintang.

Ikan Nila termasuk pemakan segala (omnivora), tetapi makanannya terutama jasat renik yang kecil-kecil. Oleh karena itu ia dinamakan juga ikan mikrofagus (pemakan jasad-jasd kecil). Secara alami ,yang digemarinya antara lain adalah Zooplankton, seperti Rototaria dan Cladocera Oleh karena itu ia sangat cocok untuk ditebarkan di perairan yang subur yang airnya berwarna hijau atau coklat .
Di dalam kolam, ia mudah sekali menyesuaikan diri pada makanan yang ada. Jadi kalau kita beri dedak, ampas kelapa, dan sisa-sisa makanan lainnya dari dapur, ini semua akan dimakannya. Hal ini mempermudah kita untuk memelihara dan membudidayakannya.

Baca Juga

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

Ikan Nila dalam berkembangbiak juga tidak bermusim dan dapat bertelur dengan sendirinya tanpa perlakuan dan syarat-syarat khusus. Yang penting dasar kolam berupa lumpur yang lembek. Sebab dalam perkembangbiakannya, ia perlu menggali lubang perkawinan terlebih dahulu. Ikan Nila mulai bertelur setelah ia mencapai bobot sekitar 60 gram (4-5 bulan ). Pada waktu kawin, sang betina akan mengeluarkan telur, yang kemudian dibuahi oleh mani sang pejantan. Setelah dibuahi, telur ini dicakup oleh sang betina ke dalam mulutnya.

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah semoga bisa menjadi Inspirasi anda untuk membudidayakannya

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

Budidaya-2BIkan-2BNila-2BSukses-2BUntuk-2BPemula

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula memberi anda petunjuk tepat untuk mendapatkan hasil Panen yang maksimal

Budidaya Ikan Nila 

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

Habitat artinya lingkungan hidup tertentu sebagai tempat tumbuhan atau hewan hidup dan berkembang biak. Ikan Nila terkenal sebagai ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan hidup. Nila dapat hidup di lingkungan air tawar, air payau dan air asin. Kadar air garam air yang disukai antara 0-35 permil. Ikan Nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan proses adaptasi yang bertahap.

Kadar air garam dinaikkan secara bertahap sedikit demi sedikit. Pemindahan ikan Nila secara mendadak kedalam air yang kadar garamnya sangat berbeda akan mengakibatkan ikan stres dan dapat mati. Ikan Nila yang masih kecil lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dibandingkan dengan ikan yang sudah besar. Nila Ph air tempat hidup ikan Nila berkisar antara 6-8,5. Namun pertumbuhan optimalnya terjadi pada Ph 7-8.

Ikan Nila dapat hidup diperairan yang dalam dan luas maupun dikolam yang sempit dan dangkal. Nila juga dapat hidup disungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, danau, rawa, sawah, tambak air payau, atau dalam jaring terapung di laut. Suhu optimal untuk ikan Nila antara 25-30° C. Oleh karena itu, ikan Nila cocok dipelihara didaratan rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
Pertumbuhan tubuh ikan Nila yang dibudidayakan tergantung dari pengaruh fisik dan kimia perairan dan interaksinya. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan ikan Nila adalah sebagai berikut.

budidaya ikan nila

Kualitas air Kolam Ikan Nila


Kualitas air yang kurang baik menjadikan pertumbuhan ikan Nila terganggu. Pencemaran limbah baik rumah tangga atau pabrik organik maupun anorganik, serta adanya penyemprotan racun pestisida disawah merupakan faktor yang dapat mengurangi kualitas air, sehingga pertumbuhan ikan Nila lambat.
Tingkat kekeruhan air juga mempengaruhi pertumbuhan apalagi dikarenakan lumpur. Selain itu adanya tumpukan plankton dari golongan alga biru dapat mengurangi tingkat kecerahan air, selain itu jika tumpukan plankton tersebut tidak dapat dikendalikan kemudian mati serentak akan membusuk dan air menjadi bau serta kadar oksigen berkurang, sehingga ikan dapat mati.

Makanan Ikan Nila


Ikan Nila bersifat omnivora artinya pemakan segala, sehigga dapat mengkonsumsi hewan atau tumbuhan. Ketika masih benih Nila memangsa zooplankton seperti Rotifera sp, Moina sp, atau Daphnia sp. Selain itu Nila memakan alga atau lumut yang menempel pada benda-benda di habitat hidupnya termasuk pula tumbuhan air lunak seperti Hydrila, gangga sutra, dan kelekap.
Bila persediaan pakan dalam habitat ikan Nila sebanding dengan jumlah ikan maka ikan Nila mampu tumbuh cepat meskipun kadar protein dari pakan yang diberikan 20-25%. Pakan tambahan berupa pelet akan sangat membantu dalam pertumbuhan ikan Nila. Banyaknya pakan tambahan antara 2-3% berat total ikan perhari.

cara Budidaya ikan nila

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula


Ikan Nila yang dipelihara secara tunggal kelamin (monosex culture) jantan saja akan cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan sistem campur (jantan dan betina). Selain itu pula laju pertumbuhan ikan Nila jantan lebih cepat 40% dari ikan Nila betina. Dengan sistem tunggal kelamin kecenderungan ikan Nila jantan untuk melakukan perkawinan akan hilang, karena ikan Nila jantan sudah siap untuk kawin pada bobot mencapai 150-200 gram. Sehingga hormon serta energi lebih digunakan untuk memacu pertumbuhan.

Simak juga

Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Padat penebaran Benih Ikan Nila


Pada lokasi kolam dengan kepadatan populasi yang tinggi akan mengurangi laju pertumbuhan. Karena persaingan dalam mencari makanan dan oksigen intens terjadi. Selain itu kualitas air akan berkurang pula karena kotoran (faeces) ikan itu sendiri.

Semoga panduan dasar Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula bisa menjadi petunjuk anda dalam memulai budidaya ikan nila