Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses

1080 views

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses. Ikan Nila mudah untuk dipijahkan,tidak seperti jenis ikan introduksi lainnya yang kadang-kadang sulit untuk memijah.pemijahan Nila dapat dilakukan secara tradisional dengan hasil benih yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan proses pembenihan intensif secara massal,namun dengan konsekuensi membutuhkan induk jumlah banyak.

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses

Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar

Bibit atau benih ikan yang baik dalam kuntitas maupun kualitas akan diperoleh jika dalam pembenihannya menggunakan indukan yang baik pula kualitasnya.induk ikan yang secara genetis kualitasnya kurang baik,jika dipijahkan akan menghasilkan keturunan yang kurang baik pula serta kuantitas benih sedikit.Apalagi ikan Nila yang dengan bobot induk siap dipijah 200-250 gram (matang kelamin)umur sekitar 5-6 bulan hanya mengandung telur 500-1000 butir.Dari jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan larva 200-400 ekor.

Simak

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

A. Pembenihan Ikan Nila secara massal

Pembenihan Ikan Nila secara massal



Pembenihan secara massal merupakan teknik pemijahan yang mudah dilakukan dan dianggap sederhana karena campur tangan manusia sangat sedikit.Disebut pembenihan secara massal karena dalam satu kolam dipijahkan beberapa pasang induk sekaligus.Hasil panen dari pemijahan sistem ini adalah larva ikan yang baru menetas.Penangkapan larva ini dilakukan tanpa mengeringkan kolam terlebih dahulu.Larva ikan Nila yang baru menetas kini ditangkap dipermukaan air dibagian pinggir Kolam saat diasuh induknya. Benih ikan ini kemudian dipelihara dikolam pendederan 1 yang sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya.

Pembanihan secera massal bisa menghasilkan benih yang ukurannya seragam.Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 45-50 hari. Selama jangka waktu tersebut panen larva bisa dilakukan tiga kali. Beberapa urutan kegiatan pembenihan secara massal sebagai berikut.

1. Persiapan kolam ikan nila

Kolam yang digunakan satu berukuran 400-600 m²,bisa berupa kolam tanah atau kolam tembok dengan dasar tanah. Terdapat kubangan pada dasar kolam berukuran 1,5x2x0,5 m yang berfungsi sebagai tempat penampung induk Nila Gift pada saat melakukan pemanenan larva.
Persiapan untuk kolam pemijahan, dengan pengeringan kolam selama dua hari,perbaikan pematang,perbaikan kamalir, dan penutupan kebocoran yang mungkin terjadi. Kolam dipupuk dengan pupuk organik berupa kotoran ternak, setelah itu kolam diairi setinggi 40-60 cm.

2. Penebaran induk ikan nila

Induk nila jantan dan induk nila betina yang akan dipijahkan ditebarkan secara bersamaan, padat tebar induk pemijahan masal adalah 1 ekor/m² dengan perbandingan induk jantan dan betina 1 : 3 sampai 1: 5. Artinya, untuk luas kolam 400-600 m² bisa ditebarkan induk sebanyak 400-600 ekor (100 ekor induk jantan dan  300-500 ekor induk betina). Pemberian pakan induk perhari dosisnya 3% perbobot total perhari.

3. Pemijahan Ikan nila

Pemijahan biasanya terjadi pada hari ke tujuh setelah penebaran induk, terjadinya pemijahan kubangan-kubangan yang telah dibuat sebelumnya oleh induk betina pada area dasar kolam. Setelah telur dibuahi oleh sperma, telur akan dierami oleh induk betina di dalam mulutnya. Selama mengerami telur tersebut induk betina  puasa, selama 4-5 hari hingga telur menetas menjadi larva.

4. Pemupukan Ikan nila

Pemupukan dilakukan bertujuan untuk menyuburkan kolam sehingga menunjang kehidupan benih setelah menetas dengan organisme air sebagai pakan alami bagi larva-larva ikan yang baru berusia beberapa hari. Larva yang baru menetas tetap berada didalam mulut induk betina. Jika kolam yang dipupuk ini sudah ditumbuhi pakan alami  ( 2-3 hari setelah pemupukan), secara naluri induk betina akan mengeluarkan anak-anaknya secara serempak dari dalam mulutnya.

5. Pemanenan Ikan nila

Pemanenan ini dilakukan pada saat yang tepat ( paling lambat dua hari setelah dikeluarkan dari mulut induk ). Waktu panen yang ideal dilakukan pada pagi hari ketika kondisi oksigen dalam jumlah yang banyak. Larva akan muncul ke permukaan kolam terutama pada pinggiran kolam untuk menghirup oksigen. Pemanenan dilakukuan segera dengan menangkap larva ikan tersebut lalu dipindahkan pada kolam pendederan

Simak

Ikan Nila – Mudah Murah Hasil Melimpah

B. Pembenihan Ikan nila secara intensif

Pembenihan Ikan nila secara intensif


Pembenihan secara intensif merupakan teknik pembenihan yang mengikut sertakan campur tangan manusia. Namun  pada prinsipnya pembenihan secara intensif ini juga merupakan pembenihan secara massal, namun hasil yang akan dipanen bukan berupa larva melainkamn telur ikan yang telah dibuahi dan sedang dierami oleh induk betina. Telur dikeluarkan dari mulut induk betina kemudian ditetaskan pada wadah khusus berupa corong penetasan .

Keuntungan dari pembenihan secara intansif  adalah jumlah benih yang dihasilkan sangat besar. Waktu  pemijahan lebih singkat yaitu 10 hari dibandingkan pemijahan massal yang memakan waktu 14 hari.  Tingginya  jumlah benih yang dihasilkan  dari pembenihan  secara intensif  karena adanya penatasan telur yang terkontrol di dalam corong penetasan. Bedasarkan  penelitian  dari budi Daya  Air Tawar (BBAT) Sukabumi, daya tetas telur  ikan Nila pada corong penetasan bisa mencapai 60-70%. Langkah Berikut

1. Pematangan Gonad

Pematangan gonad dilakukan bertujuan untuk mempercepat perolehan telur yang berkualitas agar berdaya tetas tinggi. Artinya, ketika terjadi pemijahan, telur yang dikeluarkan oleh induk betina adalah telur yang matang dan siap dibuahi.
Proses pematangan gonad berlangsung selama dua minggu dan harus didukung pemberian pakan yang bergizi tinggi dengan dosis 5% dari berat total per hari. Selain itu, air kolam harus jernih dan selalu mengalir hingga suplai oksigen bagi kebutuhan induk terpenuhi.

2. pemijahan Ikan nila

Proses pemijahan ini sama dengan proses pemijahan yang terjadi pada teknik pemijahan secara massal. Hingga telur dierami oleh induk betina.

3. pemanenan telur Ikan nila

Pemanenan ini dilakukan dengan menangkap induk betina yang telah melakukan pemijahan. Maksud dengan penangkapan induk betina untuk memperoleh telur yang telah dibuahi pada peristiwa pemijahan. Usia telur yang akan dipanen telah dierami dimulut induk betina selama 2-3 hari setalah pemijahan.

Induk betina yang sedang mengerami dapat diketahui dengan mengamati tinkah lakunya seperti tampak memisahkan diri dari induk yang lain,gerakannya lamban,mulut selalu tertutup, dan bagian bawah tutup insangnya menggembung.

Proses pemanenan yang diawali dengan menangkap induk betina yang sedang mengerami telur denagn hati-hati setelah terlebih dahulu menyurutkan volume air bak pemijahan. Setelah itu mulut ikan betina dibuka dengan jari tengah dan telunjuk,sementara itu, ibu jari dan kelingking membuka tutup insangnya. Setelah itu bagian atas (tutup insang) disiram air atau di celupkan di air. Posisi kepala yang berada dibawah akan memudahkan dalam mengeluarkan telur ikan dari mulutnya. Kemudian telur ditampung dalam scoop net yang direndam dalam suatu wadah (bak atau ember)yang berisi air.

4. Penetasan Telur Ikan nila

Penetasan Telur Ikan nila

Penetasan dilakukan unit khusus penetasan yang terdiri dari water turn untuk sirkulasi air, pompa isap, corong penetasan, dan tempat penampungan larva ikan. Jika pada lokasi unit penetasan terdapat sumber air bersih maka water turn dan pompa isap tidak diperlukan karena air dapat langsung dialirkan dari saluran ke corong penetasan .

Telur yang akan ditetaskan terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran seperti sisa makanan atau lumpur dengan air bersih. Untuk mencegah serangan jamur, sebelum dimasukkan dalam corong penetasan telur terlebih dahulu direndam dalam larutan disinfektan berupa methylene blue 0,2 ppm selama 5-10 menit. Setelah itu telur dapat dimasukkan dalam corong penetesan dengan kepadatan 1000-1500 telur / liter air .
Kondisi oksigen dalam corong penetasan dapat dijaga dengan mengalirkan air secara kontinu yang debitnya diatur 0,6-0,8 liter / menit. Air yang mengalir akan meningkatkan kadar oksigen yang terlarut dalam air sehingga mencukupi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh telur untuk menetas. Suhu optimum untuk mendukung penetesan sekitar 29°C. Telur akan menetas menjadi larva dalam kurun waktu 5-7 hari. Panjang larva ikan Nila yang baru menetas 8-10 mm dan beratnya 0,02-0,05 gram. Selanjutnya larva dapat dipindahkan pada bak atau kolam pendederan.

Simak

Cara Pemberian pupuk MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA yang baik

C. Pembenihan Ikan nila Secara Monoseks

Pembenihan Ikan nila Secara Monoseks


Pembenihan monoseks ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses pembenihan secara intensif. Maksud dari pembenihan monoseks ini adalah memperoleh ikan yang dipelihara hanya berkelamin tunggal, yakni jantan semua atau betina semua. Monoseks kultur menguntungkan karena berdasarkan penelitian, jumlah produksi dalam satu periode pemeliharaannya lebih tinggi.

Proses pengubahan kelamin ini dapat dilakukan pada masa larva baik yang telah habis kuning telurnya yang menjadi cadangan  Sehingga telur-telur yang benar-benar telah matang akan keluar, sedang untuk induk ikan jantan setelah di hipopisasi dengan kalenjar hipopisa yang mengandung LH (Luteinzing Hormone) akan merangsang pertumbuhan dan sintesis hormon androgen (testosteron) pada sel-sel interstitial testes (sel leydig) sehingga akan memacu produksi sperma.

Demikian pembahasan Cara Pembenihan Ikan Nila Yang Benar Hasil Sukses. Semoga anda terbantu