Cara Paling Efektif Budidaya Mengkudu (Buah Noni)

317 views

Budidaya mengkudu (buah Noni) banyak dilakukan oleh para petani yang bertempat tinggal di perkampungan. Namun seiring perkembangan zaman, budidaya mengkudu telah banyak dibudidayakan di daerah-daerah lainnya. Mengkudu itu sendiri adalah tanaman yang tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu tersebut dapat mencapai 3-8 m. Mengkudu memiliki kepala bunga putih. Karakteristik buah mengkudu muda yakni buahnya memiliki bintik-bintik hijau mengkilap. Sementara untuk mengkudu tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam. Kandungan gizi dari tanaman mengkudu itu sendiri adalah buah penuh kandungan gizi atau nutrisi lengkap. Salah satu nutrisi yang terdapat dalam mengkudu ialah kandungan terpenoid. Zat terpenoid dalam mengkudu ini membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

cara-paling-efektif-budidaya-mengkudu-buah-noni

Berdasarkan struktur buahnya, pada dasarnya mengkudu terdiri dari 2 jenis buah. Jenis mengkudu tersebut yaitu jenis mengkudu berbiji yang mempunyai banyak biji dan jenis mengkudu tanpa berbiji. Mengkudu dapat dijadikan buah untuk penghias lahan maupun untuk bercocok tanam. Bagian mengkudu yang dapat dimanfaatkan adalah pada bagian daun dan buahnya. Daun mengkudu terasa sedikit pahit dengan kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Oleh karena itu, daun mengkudu banyak disajikan sebagai sayuran. Lain halnya untuk buahnya. Mengkudu kaya akan kandungan yang sangat baik bagi kesehatan. Zat baik dalam buah tersebut berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Berbagai jenis penyakit yang dapat diatasi dengan mengkudu seperti halnya sakit ginjal, hipertensi, luka, masuk angin, jantung koroner, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi lainnya. Dari segi manfaat mengkudu yang sangat beragam tersebut membuat budidaya mengkudu ini sangat cocok untuk dijadikan peluang bisnis. Jenis mengkudu yang sering dibudidayakan di Indonesia terdapat 4 jenis. Jenis mengkudu tersebut yaitu M. Citrifolia, M. Latifolia, M. Bracteata, dan M. tinctoria. Dari keempat jenis mengkudu tersebut, M. Citrifolia paling banyak ditanam di Indonesia dengan hasil panen lebih berlimpah. Untuk info lebih jelasnya, anda dapat simak cara budidaya mengkudu atau buah Noni berikut ini.

Cara Budidaya Mengkudu (Buah Noni)

Saat hendak melakukan cara menanam buah mengkudu yang tepat, anda harus memenuhi syarat pertumbuhannya. Lingkungan yang sesuai untuk mengkudu adalah dataran rendah dengan suhu 220 – 300 C. Tanaman mengkudu ini juga harus mendapat sinar matahari yang cukup. Meski begitu, tanaman mengkudu masih dapat tumbuh dalam keadaan teduh atau terdapat naungan di sekitarnya.

Tanah untuk tanaman mengkudu ini sebaiknya juga memiliki pH dan kesuburan yang baik. Tanah yang baik untuk pertumbuhan mengkudu seperti halnya tanah yang banyak mengandung humus, serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Tanaman obat batu ginjal ini harus ditanam di tempat yang memiliki pH sekitar 6-7, ketinggian tanam 0-1,3000 meter dpl, dan juga memiliki curah hujan yang baik berkisar 700-2,400 mm/tahun.

Pembibitan

Budidaya mengkudu dapat diperbanyak dengan mengunakan biji. Untuk mendapatkan biji yang berkualitas tersebut, mengkudu harus berasal dari pohon indukan yang berkualitas dengan kondisi sehat dan pertumbuhan normal. Minimal didapat pohon mengkudu yang sudah berumur 10 tahun. Pemilihan biji mengkudu yang baik ditandai dengan berwarna putih kekuningan merata, kondisi biji sudah cukup tuan, berwarna cokelat tua dan berdaya kecambah tinggi 10-90 %. Selain bibit mengkudu bisa didapatkan melalui cara generatif, yaitu dengan menggunakan biji buah. Bibit mengkudu juga bisa didapat dengan cara vegetatif yaitu dengan menggunakan stek batang atau cabang.

Dalam persemaian bibit mengkudu sebaiknya langsung ditanam dalam bedengan atau polibag. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman setiap harinya. Penanaman mengkudu ini sebaiknya dilakukan pada sore hari. Sementara untuk penyiraman dilakukan setiap hari untuk mempercepat pertumbuhan tanaman mengkudu. Langkah ini anda lakukan selama 4-5 bulan sampai tanaman mengkudu memiliki akar dan daun yang baik. Selanjutnya bisa anda lakukan pencabutan atau pemindahan lahan yang anda inginkan. Jangan sampai pertumbuhan budidaya mengkudu ini besar yang akan menyulitkan pemindahan tanaman.

Persiapan Lahan

Tanaman mengkudu dapat tumbuh di lahan bekas perkebunan, ladang, sawah, hutan. Langkah yang perlu anda lakukan dalam budidaya mengkudu sebagai berikut. Anda harus melakukan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman jika akan ditanam di bekas hutan dan perkebunan. Lahan harus diolah dengan hati-hati agar humus tidak rusak. Jika mengkudu ditanam pada persawahan atau tegalan maka tidak usah dibersihkan. Langsung saja dibuat lubang tanam untuk bibit mengkudu. Sementara jika mengkudu ditanam di lahan yang miring perlu dibuat terasering agar tidak longsor.

Selanjutnya anda harus melakukan pengapuran dengan cara menaburkan kapur dolomite ke tanah dan dibiarkan selama 7-14 hari. Keuntungan dari pengapuran tersebut ialah, tanah menjadi gembur, mengurangi zat-zat beracun, dan mengurangi hilangnya unsure hara. Lubang tanam dalam budidaya mengkudu dapat dibuat dengan masing-masing ukuran panjang, lebar, dan dalam 40 cm. Jarak yang dapat dibuat sebagai lubang tanam mengkudu adalah ukuran 3m x 4m atau 4m x 4m. Namun, jarak tanam budidaya mengkudu dapat diperlebar pada lahan yang miring dan tanah yang lebih subur.

Penanaman

Mengkudu itu sendiri dapat ditanam baik dengan cara tanam sela ataupun tumpangsari. Kedua cara penanaman mengkudu tersebut dapat dilakukan dalam budidaya mengkudu. Meski begitu, anda harus memperhatikan kondisi dan lahan yang cocok dan dengan iklim setempat dan tidak bersaing dengan tanaman pokok. Selan itu, anda juga perlu memotong sebagian atau 1/3 daun yang untuk mengurangi proses kelayuan.

cara-paling-efektif-budidaya-mengkudu-buah-noni

Memotong akar tunggang bibit sampai 20-25 cm. Memasukan media tanam buah mengkudu sampai ½ bagian. Bibit dimasukan pada lubang tanam yang sudah disediakan seminggu sebelumnya. Timbun dengan bagian media tanam budidaya mengkudu. Tekan media tanam mengkudu agar tidak mudah rebah. Siram sampai media tanam mengkudu basah.

Perawatan

Perawatan mengkudu dapat dilakukan 5 cara yaitu penyiraman, penyulaman, penyiangan dan pemupukan. Penyiraman pada tanaman mengkudu ini 2 kali dalam satu hari. Penyiraman mengkudu ini bertujuan agar tanah tidak mudah kering. Penyulaman adalah pergantian tanaman mati dengan tanaman yang baru. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan tanaman yang mengangu tanaman mengkudu. Sedangkan pemupukan mengkudu dilakukan sejak awal 3 bulan dan diulangi setiap 6 bulan.

Pupuk yang digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan per pohon 1: 1. Menjaga spesies tanaman mengkudu diklasifikasikan standar seperti jenis tanaman lain. Pemangkasan budidaya mengkudu dilakukan dengan cara pemotongan dengan bantuan alat pemotong daun atau batang bertujuan untuk menghindari hama dan penyakit yang menyerang. Cabang ranting dipotong atau ranting yang padat mengakibatkan tanaman tidak sehat, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit yang menganggu mengkudu.

Panen

Masa panen mengkudu tiba setelah buah mengkudu terlihat tua dan tercium bau khas herbal dari tanaman buah ini. Tapi waktu panen mengkudu tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini karena biasanya hasil buah mengkudu tidak serentak dan masaknya pun otomatis akan bergantian. Pada dasarnya pemanenan mengkudu dilakukan pada umur 3-4 bulan setelah penanaman. Pemanenan buah mengkudu ini dilakukan dengan cara pemetikan dan pemanjatan secara langsung. Hal ini bertujuan agar produksi budidaya mengkudu setiap tahunnya meningkat.

Manfaat Buah Mengkudu Lengkap

Buah mengkudu atau pace kaya akan kandungan zat terpenoid. Nutrisi (protein, mineral, antioksidan, dan sebagainya). Senyawa plants sterois, alizarin, lycine, caprylic acid, sosium, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium. Zat antibakterial (Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Escherichia coli dan Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus). Kandungan anti-kanker (mampu menghambat pertumbuhan sel abnormal). Zat bioaktif, zat iridoid, serat, asetil, metil, morindone, asam kapril, dan masih banyak lagi.

1. Menghilangkan Sakit Kepala

Sakit kepala dapat muncul karena adanya penegangan pada bagian otot dan saraf pusat. Meski hanya sebatas sakit kepala ringan, tetapi jika dibiarkan itu akan sangat berbahaya sekali. Menurut penelitian, manfaat buah mengkudu untuk mengobati sakit kepala terbilang cukup besar. Sebab dalam buah mengkudu mengandung senyawa analgesik sebesar 75%. Tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit kepala saja, tetapi kandungan analgesik dalam buah mengkudu tersebut juga terbukti mampu mengurangi rasa nyeri. Bahkan keampuhan kandungan buah mengkudu melebihi morfin sulfat.

2. Penurun Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Khasiat buah mengkudu dipercaya mengandung senyawa xeronin yang sangat berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Selain membantu menurunkan tekanan darah, kandungan zat fitonutrien yang terdapat dalam mengkudu dipercaya juga mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga akan meringankan kinerja organ jantung anda secara maksimal.

3. Melancarkan Sistem Peredaran Darah

Di dalam buah mengkudu terdapat zat scopoletin yang berkhasiat untuk melancarkan sistem peredaran darah. Zat scopoletin membantu pelebaran saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Disamping itu zat scopoletin ini juga membantu proses pengedaran darah ke seluruh jaringan tubuh menjadi lancar. Sifat dari zat scopoletin ini adalah membunuh bermacam-macam bakteri dan sebagai anti-alergi.

4. Pencegah Kanker

Buah mengkudu kaya akan kandungan anti kanker. Unsur anti-kanker yang mana terbukti dalam mencegah masalah kanker serta mengembalikan fungsi sel-sel yang abnormal. Menurut para ahli herbalis, buah mengkudu juga mengandung senyawa antioksidan yang cukup tinggi. Kandungan antioksidan dalam buah mengkudu inilah yang dipercaya bermanfaat mencegah radikal bebas penyebab munculnya kanker. Dengan rutin mengonsumsi buah mengkudu, anda akan terbebas dari resiko kanker.

cara-paling-efektif-budidaya-mengkudu-buah-noni

5. Meningkatkan Daya Imun

Mengonsumsi mengkudu secara rutin menurut para ahli akan sangat baik untuk meningkatkan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Zat nutrisi yang terkandung dalam buah mengkudu bersifat sebagai antioksidan penting dalam menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit ringan ataupun berat. Selain itu, buah mengkudu juga mengandung berbagai macam mineral alami, peptida, vitamin C, E, dan koenzim Q10 yang baik bagi sistem imun. Dengan meningkatkatnya sistem imun tubuh, maka tubuh anda tidak akan mudah terserang penyakit. Terutama penyakit-penyakit ringan seperti flu, batuk, pilek, pusing, masuk angin, dan sejenisnya.

6. Pereda Batuk dan Pilek

Batuk dan pilek merupakan jenis penyakit ringan. Semua orang pasti pernah mengalami penyakit tersebut. Munculnya batuk dan pilek dapat disebabkan karena adanya pengaruh virus, terutama virus influenza. Anda dapat meredakan batuk dan pilek tersebut dengan mengonsumsi buah mengkudu secara rutin. Buah mengkudu dipercaya memiliki kandungan antibakterial dan antiseptik yang mampu memusnahkan semua virus penyebab batuk dan pilek tersebut. Caranya cukup mudah.

Langkah awal meramu buah mengkudu untuk mengobati batuk dan pilek yaitu merebus satu buah mengkudu masak dan 1/2 genggam daun bujanggut dalam 2 gelas air sampai mendidih. Rebus hingga tersisa hanya 1 gelas. Air rebusan tersebut disaring dua kali. Tunggu hingga dingin. Lalu minum air ini sehari dua kali sampai sembuh. Lakukan penyembuhan batuk dan pilek dengan buah mengkudu ini secara rutin. Dengan cara ini, batuk dan pilek ini akan segera sembuh.

7. Mengatasi Ketombe Rambut

Untuk memberantas ketombe, anda bisa memilih mengkudu sebagai obat alami. Cara mengatasi ketombe rambut dengan buah mengkudu ini pun cukup mudah. Langkah pertama yaitu siapkan 1 hingga 2 buah mengkudu masak yang telah dicuci bersih. Kemudian potong jadi 4 bagian merata, gunakan tiap bagian untuk menggosok kepala secara perlahan. Diamkan sejenak dalam kurun waktu selama 10 hingga 15 menit. Hal ini dilakukan agar kandungan menyerap pada akar rambut, setelah itu cuci kepala dengan shampo sampai zat yang menempel terangkat bersih. Pengobatan ketombe ini bisa anda lakukan seminggu 1 hingga 2 kali, jangan berlebihan.

8. Mengobati Sakit Kuning

Penumpukan bilirubin pada bagian jaringan dan sel tubuh dapat mengakibatkan sakit kuning. Munculnya penyakit kuning ini ditandai dengan kulit menguning, wajah pucat, lemas, dan bahkan berat badan menurun cukup drastis. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat oleh University of Chicago mampu membuktikan bahwa buah mengkudu bermanfaat untuk pengobatan
penyakit kuning. Pasalnya, buah mengkudu kaya akan zat senyawa bioaktif dan mineral alami.

Kandungan senyawa bioaktif dan mineral alami dalam buah mengkudu dipercaya mampu menghancurkan penumpukan bilirubin yang ada pada bagian jaringan atau sel tubuh tersebut. Cara mengobati sakit kuning dengan buah mengkudu cukup mudah. Anda hanya perlu siapkan 2 buah mengkudu matang dari pohon dan madu. Setelah itu, buah mengkudu diambil dahulu airnya dengan cara diperas. Kemudian wadah penampung air perasan dicampur dengan madu hingga merata. Saring air campuran bahan ini lalu minum sehari dua kali. Untuk hasil yang lebih maksimal, anda dapat melakukan cara pengobatan ini secara rutin.

9. Mengatasi Infeksi

Zat anti bakteri dalam buah mengkudu berkhasiat untuk membunuh bakteri pembuat infeksi dalam tubuh serta mengontrol bakteri pathogen sekaligus. Buah mengkudu tersebut dapat mengatasi infeksi peradangan pada usus. Peradangan pada bagian usus dapat disebabkan karena pengaruh kuman dan bakteri dari makanan-makanan yang telah kita konsumsi. Munculnya peradangan usus ditandai dengan rasa nyeri, perih, dan bahkan keluarnya darah saat BAB. Setelah muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda langsung mengatasinya. Salah satunya dengan buah mengkudu tersebut.

Untuk mengobati peradangan usus tersebut, anda dapat mengonsumsi buah mengkudu mentah secara rutin. Sebab menurut para ahli, buah mengkudu mengandung zat scolopetin yang bersifat antibakterial. Dengan sifatnya inilah semua bakteri penyebab peradangan tersebut dapat dimusnahkan. Selain mengatasi usus, mengkudu juga dapat mengobati peradangan pada bagian tenggorokan. Munculnya radang tenggorokan dapat disebabkan karena bagian organ tersebut mengalami luka, baik luka dalam porsi kecil ataupun besar. Dengan senyawa antibakterial dan anti-inflamasinya, buah mengkudu sangatlah bermanfaat untuk mengatasi adanya peradangan pada bagian tenggorokan.

Demikianlah ulasan terupdate mengenai cara paling efektif budidaya mengkudu (buah Noni) selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat. Terlebih lagi dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar trik budidaya tanaman terbaru maupun terpopuler.