Tips Perawatan Dan Cara Menanam Bunga Melati

237 views

Bunga melati merupakan suku melati-melatian atau dalam famili disebut Oleaceae.  Diantaranya ada 200 jenis melati yang telah diidentifikasi yang tumbuh pada kawasan yang tropis. Tanaman melati cocok dengan suhu yang hangat seperti di daerah Eurasia, Australasia serta Oceania. Bunga ini banyak dikembangkan sebagai tanaman hias dengan ciri khas keharumananya. Dari berbagai jenis bunga melati yang tumbuh di berbagai wilayah tropis di dunia. Beberapa jenis dari bunga melati tumbuh dan dikembang biakkan di daerah Pulau Jawa. Tanaman bunga melati banyak dikembang biakkan baik dipakai sebagai bunga tabur ataupun tanaman hias. Bisa juga dipakai sebagai bahan industri minyak wangi, kosmetik, parfum. Sampai digunakan untuk campuran ataupun pengharum pada teh serta pada produk-produk farmasi yang lainnya.

tips-perawatan-dan-cara-menanam-bunga-melati

Seperti tanaman yang lainya, untuk bisa bertumbuh secara optimal, bunga melati memerlukan banyak cahaya matahari. Sebab tanaman ini cocok di tanaman pada tempat terbuka, dengan tingkat kelembaban udara 50 hingga 80%. Suhu yang pas untuk pertumbuhan tanaman ini yaitu antara 28 – 36ºC dan pada siang hari, dan 24 sampai 30 ºC pada malam hari. Untuk media pertumbuhannya, tanaman bunga melati sangatlah cocok ditanam untuk jenis tanah latosol serta andosol. Tanah latosol merupakan tanah yang banyak mengandung zat besi serta alluminium. Jenis tanah ini mempunyai tingkat kesuburan yang lebih rendah sebab sudah sangat tua.

Syarat Tumbuh Melati

Tanah ini dikenal juga dengan sebutan tanah merah. Lalu untuk tanah andosol merupakan tanah yang terbuat dari lereng-lereng gunung api. Media tanaman yang cocok adalah yang banyak mengandung bahan organik dan mempunyai sistem drainase yang baik. Berbeda dengan media tanaman anggrek. Derajat keasaman tanah yang paling pas untuk pertumbuhannya yaitu tanah dengan pH 5 sampai dengan 7. Tanaman melati dapat tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan antara 112 hingga 119 mm per bulan. Juga dengan kuantitas hujan selama 6-9 hari hujan pada tiap bulannya. Pembudidayaan tanaman melati diawali dari pembibitan, pengolahan media tanam, penanaman, perawatan & pemeliharaan serta pemberantasan hama dan penyakit dan pemanenan.  Semuanya harus dilakukan dengan telaten.

Cara Menanam Bunga Melati

Bibit semai yang sudah siap & cukup kuat akan dipindahkan ke dalam lahan tanam. Lahan ataupun lokasi penanaman harus terlebih dahulu bebas dari gulma atau istilahnya rumput liar. Dan harus dibebaskan dari pepohonan juga batu-batu jadi pengelolaan tanah mudah untuk dilakukan. Sebelumnya tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 30 sampai 40 cm. Biarkan lahan menjadi kering dengan angin selama sekitar 15 hari lamanya. Sesudah tanah siap, bedengan dibuat dengan lebar ukuran 100 sampai 120 cm.  Serta dengan tinggi 30 hingga 40 cm dengan jarak antara bedeng yaitu adalah sekitar 40 – 60 cm . Dengan panjang bedeng yang disesuaikan dengan panjang lahan tersebut.

Untuk mengkondisikan tanah agar sesuai dengan media yang pas pertumbuhan melati, bisa dilakukan pengasaman pada tanah. Untuk tingkat keasamannya yang cukup tinggi (pH rendah), jadi pH tanah bisa ditingkatkan & menambah unsur-unsur kalsium serta magnesium. Pemupukan media tanam bisa memakai pupuk kandang yang dicampurkan sampai merata dengan lapisan tanah  yang atas. Pupuk kandang dituangkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1 sampai 3 kg. Membuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 40 x 40 x 40 cm dengan jarak dari tiap lubang 100 – 150 cm. Nah untuk tiap lubang ditanami dengan satu bibit bunga melati.

Lakukan perawatan dengan penyiraman serta pemupukan. Untuk membuat tumbuh maksimal, tanaman harus disiram setiap hari terutama saat awal pertumbuhan. Siram hingga tanaman melati cukup basah. Penyiraman terutama sangat diperlukan pada masa awal pertumbuhan. Pengairan juga dilakukan secara bertahap hingga 1 bulan pertumbuhan tanaman melati di lahan saat pagi dan sore hari.