Cara Budidaya Salak Pondoh

720 views

Salak adalah buah manis berkulit sisik berwarna cokelat kehitaman eksotis dengan daging buah berwarna putih susu hingga kekuningan, terbilang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Khususnya salak pondoh merupakan salah satu buah-buahan favorit yang setiap musim berbuahnya, ada di meja makan, ataupun digemari sebagai oleh-oleh. Salak selain dimakan langsung sebagai buah segar, bisa dikonsumsi setelah menjadi buah kalengan, atau sesudah diolah menjadi rujak, manisan, asinan, maupun keripik. Apalagi dengan khasiat salak untuk menyembuhkan penyakit diare. Tetapi tanaman ini bukan tanaman obat keluarga. Pada umumnya salak yang banyak menjadi favorit banyak orang adalah salak pondoh. Buah salak pondoh memiliki rasa yang manis dan daging yang renyah.

Cara Budidaya Salak Pondoh
Salak pondoh adalah salah satu buah khas dari Indonesia, terutama wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah ini cukup digamri oleh banyak orang. Bahkan produk salak ini sudah banyak yang mulai dieksport untuk dijadikan produk olahan dalam bentuk yang lain. Semakin tingginya permintaan akan buah salak ini, tentunya menuntut para petani salak untuk lebih mengefektifkan pembudidayaan salak yang dilakukan.

Cara Mudah Budidaya Salak Pondoh

Bagi orang yang memiliki lahan cukup luas tentunya ingin membudidayakan salak pondoh ini. Budidaya salak yang efektif, akan berimbas kepada hasil panen yang yang jauh lebih berkualitas dan juga lebih banyak. Dalam mengefektifkan budidaya salak ini, ada beberapa faktor yang perlu anda perhatikan, diantaranya adalah Pemilihan bibit yang tepat akan mempengaruhi hasil salak yang didapatkan. Bibit bisa diperoleh dengan memakai biji yang sudah disemai. Namun cara ini akan seringkali membuat hasil panen tanaman salak yang baru berbeda dengan induknya. Pemilihan bibit yang tepat adalah dengan cara vegetatif, sebab anda akan bisa mendapatkan kualitas buah salak sama dengan indukan yang anda pilih. Cara vegetatif ini bisa dilakukan dengan cara menanak bagian batang, akar maupun daun dengan cara cangkok atau okulasi. Dengan memilih induk yang unggul, maka anda pun akan mendapatkan anakan yang unggul pula.

Cara Penanaman Salak Pondoh

Anda juga harus mempersiapkan lahan. Paling baik ditanam di tanah bertekstur lempung dan berpasir yang biasanya gembur, lembap, dan subur. Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air, sehingga dapat tumbuh baik di wilayah dengan curah hujan cukup tinggi, atau setidaknya area dengan sistem pengaliran air (irigasi) yang baik, serta upayakan lahan yang dipersiapkan untuk menanam salak pondoh tersebut dekat dengan sumber air. Sebagai cara menanam salak pondoh, persiapkan lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan jarak tanam 2 x 2 sampai 2,5 x 2,5 meter untuk sistem monokultur, dan jarak 1,5 x 1,5 meter untuk sistem polikultur. Demi mutu yang baik, perhatikan dengan cermat cara tanam, sebelum bibit pohon ditanam, beri pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 10 kg ke dalam masing-masing lubang tanam agar tanah menjadi subur.

Menaman salak pondoh lebih baik disesuaikan dengan musim yang tepat, yaitu pada bulan November, dan salak bisa berbuah pada sekitar bulan Desember hingga Februari. Anda juga harus memperhatikan jumlah dari setiap bibit yang ada di dalam lubang. Saat menanam bibit tersebut, anda juga harus menimbunnya dengan tanah yang sudah mengandung pupuk dan jangan lupa disiram.

Lakukanlah pemeriksaan terhadap produktivitas tanaman setelah 2 sampai 3 minggu penanaman bibit serta mengganti pohon yang mati, serta yang tidak berkembang dan tidak berproduksi dengan baik. Dianjurkan melakukan penyulaman di awal musim hujan. Penyiangan sangat penting agar tanaman budidaya tidak diusik, yaitu rajin untuk membersihkan lahan dan memberantas rumput dan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang merusak pohon seperti daun, dengan mencabutinya, mencangkulnya, atau dengan cara lain.