Cara Budidaya Jahe Panduan Lengkap Untuk Pemula

530 views

Cara Budidaya Jahe Panduan Lengkap Untuk Pemula. Tanaman jahe sudah terkenal sebagai bahan obat & penghangat. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Beriykut adalah Cara Budidaya Jahe.

Memilih tanaman budi- daya yang tepat memang sangat berpeng- aruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat. Namun jika terlalu larut dalam memilih komoditi/tanaman yang tepat. Bisa jadi keuntungan yang diharapkan akan terlewati karena musim.

Hal ini terjadi akibat harga berkaitan dengan musim panen. Dimana musim yang kurang mendukung menyebabkan harga komoditi tertentu mencapai harga tinggi. Dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka kita tak perlu menunggu musim atau rame- rame menanam sebagaimana sifat latah sebagian besar petani kita. Sehingga tidak lagi terjadi “panen massal/over produksi”. Dengan demikian tak perlu terjadi fluktuasi harga yang berarti dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya jumlah permintaan.

Jahe merupakan tanaman multiguna. Bagian akarnya yang berupa rimpang bisa diolah dan dimanfaatkan hampir di semua jenis industri. Jadi jika Anda hanya memahami jahe sebagai bumbu masakan saja, rasanya Anda patut membaca banyak literatur lainnya seputar jahe. Pasalnya ia juga ternyata bermanfaat dalam dunia kecantikan dan juga kesehatan. Dengan demikian, hampir bisa dipastikan pangsa pasar jahe akan selalu ramai. Nah, artinya, nilai ekonominya tinggi dan menjanjikan jika dijadikan ladang usaha. Tertarik menanam jahe? Jika iya, mengapa tak dimulai dari pekarangan Anda saja? Cara budidaya jahe cukup mudah, semua orang pasti bisa. Termasuk Anda!

cara-budidaya-jahe-panduan-lengkap-untuk-pemula

Cara Budidaya Jahe Di Pekarangan Rumah

Siapkan Bahan Dan Alat

Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam menanam jahe di pekarangan rumah, sebagai berikut:

  1. Plastik polybag dengan kapasitas 5 kg sebanyak yang Anda perlukan. Kenapa kita memakai polybag? Sebab pekarangan biasanya sempit. Polybag bagus digunakan agar tanaman jahe tidak memakan banyak tempat.
  2. Tanah subur berhumus, secukupnya.
  3. Pupuk organik/kandang, secukupnya.
  4. Sekam, secukupnya.

Setelah semua bahan-bahan tersedia, saatnya kita memulai proses penanaman. Adapun cara budidaya jahe, langkah demi langkah, sebagai berikut:

  1. Pertama, campurkan bahan seperti tanah berhumus, sekam dan juga pupuk kandang. Perbandingannya 3 banding 1 banding 1. Artinya jika Anda menggunakan 3 ember tanah, maka campurkanlah dengan 1 ember pupuk kandang dan 1 ember sekam.
  2. Siapkan bibit jahe yang hendak Anda gunakan. Ambil bibit jahe dari indukan dan simpan di tempat yang lembab dan tertutup. Setelah tumbuh tunas, ambil indukan tadi dan mulailah memotongnya menjadi bibit kecil. Per bibit usahakan ada 2 tunas. Setelah itu, rendam bibit di dalam laritan agrimicin 0,1% selama kurang lebih 8 jam. Setelah itu, angkat dan keringkan.
  3. Selanjutnya, mulailah memasukkan tanah yang telah dicampur pupuk kandang dan sekam ke dalam plastik polybag. Isi hingga memenuhi ¾ kantong. Kemudian sisiplah di dalamnya bibit jahe yang telah disediakan pada langkah kedua.
  4. Umumnya jahe akan tumbuh setelah 3 bulan. Nah di minggu awal penanaman bibit, jangan lupa untuk terus menyiram polybag dengan air agar medium tanam dan bibit menyatu dengan baik.
  5. Setelah jahe tumbuh, lakukan proses pemeliharaan standar seperti pemupukan. Gunakan campuran urea dan KCl saat jahe berusia 1 bulan. Perbandingannyannya 3:4. Per polybag mendapat 1 sendok teh. Saat jahe memasuki umur 3 bulan, kurangi takaran menjadi ½ sendok teh per polybag.
  6. Langkah pemeliharaan selanjutnya adalah tindakan preventif dan represif pada hama dan penyakit. Gunakan pestisida dan perhatikan sistem drainase. Jangan sampai air menggenang dan menjadkan rimpang jahe busuk.
  7. Terakhir adalah proses pemanenan. Umumnya di usia 8 bulan, jahe sudah bisa dipanen.

Cara budidaya jahe di pekarangan ini terbilang mudah dan sederhana. Untuk menghemat belanja dapur, langkah ini patut dicoba. Selain menjadikan pekarangan asri,tanaman jahe juga menjadi tanaman obat keluarga. Jadi, selamat menanam jahe ya!

Sejarah Singkat Tanaman Jahe

Jahe berasal dari Asia Pasifik yg tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yg pertama kali memanfaatkan jahe. Terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak & obat-obatan tradisional. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa & Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

uraian-tanaman-jahe

URAIAN TANAMAN JAHE

Klasifikasi

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber
  • Species : Zingiber officinale

Deskripsi Tanaman Jahe

Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m. Rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm. Tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm. Bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu. Seludang agak berbulu.

Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. Berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm.  Gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang. Sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm.

Daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan. Panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm. Kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2

Jenis Tanaman Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk & warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak : Rimpangnya lebih besar & gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit : Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok utk ramuan obat-obatan, atau utk diekstrak oleoresin & minyak atsirinya.
  3. Jahe merah : Rimpangnya berwarna merah & lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, & juga memiliki kandungan minyak atsiri yg sama dengan jahe kecil, sehingga cocok utk ramuan obat-obatan.

MANFAAT TANAMAN JAHE

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma & rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula & berbagai.minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng & sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk & awetan jahe.

Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri & koresin yg diperoleh dengan cara penyulingan yg berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis & lain-lain.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba & parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung & getah empedu.

SENTRA PENANAMAN JAHE

erdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun & di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.

SYARAT PERTUMBUHAN JAHE

Iklim

    1. Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
    2. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yg terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.
    3. Suhu udara optimum utk budidaya tanaman jahe antara 20-35°C.
  1. Media Tanam
    1. Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yg subur, gembur & banyak mengandung humus.
    2. Tekstur tanah yg baik adalah lempung berpasir, liat berpasir & tanah laterik.
    3. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum utk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
  2. Ketinggian Tempat
    1. Jahe tumbuh baik di daerah tropis & subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl..
    2. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 – 600 m dpl.

PEDOMAN BUDIDAYA

Pembibitan Jahe

  1. Persyaratan Bibit Jahe
    1. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
    2. Dipilih bahan bibit dari tanaman yg sudah tua (berumur 9-10 bulan).
    3. Dipilih pula dari tanaman yg sehat & kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
  2. Teknik Penyemaian Bibit
    1. Penyemaian pada peti kayu : Rimpang jahe yg baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida & zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yg paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
    2. Penyemaian pada bedengan : Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m utk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, & di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari & sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah..Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan & setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & beratnya 40-60 gram.
  3. Penyiapan Bibit Jahe : Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung & dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.

Pengolahan Media Tanam

  1. Persiapan Lahan : untuk mendapatkan hasil panen yg optimal harus diperhatikan syarat-syarat tumbuh yg dibutuhkan tanaman jahe.
  2. Pembukaan Lahan : Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm . Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit & hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yg kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam & sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
  3. Pembentukan Bedengan : Untuk mencegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  4. Pengapuran : Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) & calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap.
    1. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.
    2. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.
    3. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.

teknik-penanaman-jahe

 Teknik Penanaman Jahe

  1. Penentuan Pola Tanaman : Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan.
  2. Pembutan Lubang Tanam : utk menghindari pertumbuhan jahe yg jelek, karena kondisi air tanah yg buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm utk menanam bibit.
  3. Cara Penanaman : Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yg sudah disiapkan.
  4. Perioda Tanam : Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September & Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya.

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyulaman : Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan utk melihat rimpang yg mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yg baik serta pemeliharaan yg benar.
  2. Penyiangan : Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yg tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar..
  3. Pembubunan : Tanaman jahe memerlukan tanah yg peredaran udara & air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan utk menimbun rimpang jahe yg kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam & diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan & sekaligus terbentuk sistem pengairan yg berfungsi utk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yg terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah & banyaknya hujan.
  4. Pemupukan :
    1. Pemupukan Organik : Pada pertanian organik yg tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan & obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yg ditebar & dicampur tanah olahan. utk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, & 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
    2. Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yg digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yg berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
  5. Pengairan & Penyiraman : Tanaman Jahe tidak memerlukan air yg terlalu banyak utk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September;
  6. Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yg utk disemai & pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yg mendorong pertumbuhan jahe.
  1. HAMA & PENYAKIT