Cara Budidaya Buah Tin yang Benar

1 comment 1814 views

Kebun.net – Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang berasal dari Asia Barat. Pohon tin termasuk jenis pohon beringin, bisa tumbuh besar hingga 10 m dengan batang berwarna abu-abu dan lunak. Buah tin tumbuh di daerah Balkan hingga Afganistan, namun tidak menuntup kemungkinan dibudidayakan di Australia, Cile, Amerika Serikat, Argentina bahkan Indonesia. Umumnya buah tin dipanen pada usia 4-5 bulan setelah waktu tanam. Tetapi buah masa panen buah tin juga dipengaruhi oleh iklim. Jika iklim memasuki musim panas maka buah akan semakin cepat banyak dan cepat tua untuk di panen. Cara budidaya buah tin sebenarnya tidak sulit. Buah tin bisa ditanam di pekarangan rumah, dilahan yang sempit ataupun lahan yang luas. Untuk menanam buah tin perlu mengetahui cara budidaya buah tin yang benar. Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa persiapan, mulai dari persiapan lahan, persiapan bibit/ benih, persiapan penanaman, dan persiapan perawatan. Tentu hal ini dilakukan agar hasil budidaya buah tin berkualitas dan memiliki daya jual, serta daya saing untuk import ke negara lain.

Cara Budidaya Buah Tin Berbuah Lebat

Langkah pertama yang dilakukan untuk budidaya buah tin adalah dengan persiapan lahan. Anda perlu mengetahui lahan yang Anda miliki untuk penanaman pohon tin, apakah di lahan yang sempit seperti di pekarangan rumah atau di lahan luas yang memang khusus untuk perkebunan. Namun sebelum di tanam di area tanam permanen saya sarankan untuk bibit di tanam di pot atau polyback. Anda perlu menyiapkan pot yang telah diisi dengan tanah dan pupuk kandang. Menggunakan tanah yang subur/ gembur dicampur sedikit pasir dan pupuk kandang, setelah itu diamkan selama satu minggi sebelum ditanami bibit. Setelah di tanami bibit dan bibit siap tanam baru dipindahkan ke area tanam permanen. Apabila Anda ingin menanam buah tin di pekarangan rumah, usahakan tempatnya tidak terlindung sinar matahari. Serta buat lubang tanam untuk tempat pupuk kandang dengan kedalaman 50-60cm, biarkan lubang selama 1-2 minggu agar pupuk kandang dapat meresap ke tanah.

Langkah kedua untuk budidaya buah tin adalah pembibitan, untuk pembibitan Anda bisa menggunakan biji. Biji buah tin diperoleh dari buah yang sudah tua kemudian dibelah dan diambil bijinya. Biji dijemur hingga kering, pilih biji yang baik dan siap ditanam. Selanjutnya semai biji yang siap ditanam dengan polybek atau lahan untuk pendederan yang berisi tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:2:1. Kawasan semaian sebaiknya didiamkan terlebih dahulu selama 2 hari sebelum biji disemai. Jika kawasan semaian sudah siap biji disebar merata di tempat tersebut, lalu secukupnya siram setiap pagi dan sore, jangan berlebihan dalam melakukan penyiramkan karena biji justru akan membusuk jika kelebihan air. Biji akan berkecambah selama kurang lebih 3 minggu, setelah mencapai ketinggian 15cm, bibit dapat dipindahkan ke plastik polybag kecil baru kemudian ditanam ke lahan tanam permanen. Untuk perbanyakan benih bisa juga dengan cara mencangkok, caranya sama seperti mencangkok pohon pada umumnya, yaitu dengan memilih batang buah tin yang muda dan berkulit hijau, lalu menyayatkan agar bersih bagian kulitnya panjang sayatan area cangkokan sekitar 10-15cm, kemudian balut dengan plastik yang berisi tanah subur dan pupuk kandang, lubangi plastik untuk peresapan air, lalukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore, tunggu sapai akarnya tumbuh sekitar 30-45 hari, setelah itu lakukan pemotongan lalu pindahkan ke area tanam.

Baca juga:
Berbagai Jenis Buah Tin Termahal
Buah Tin dan Sejuta Manfaatnya Untuk Kesehatan
Mengenal Lebih Dekat Jenis Buah Tin Paling Mahal

Selanjutnya bibit bisa diperoleh dari stek batang, yaitu dengan memotong bagian cababg pohon tin yang sudah tua atau berwarna coklat dengan ukuran 10-15 cm. Sebaiknya dipotong miring agar akar cepat tumbuh. Semai di tempat yang sudah disiapkan berisi tanah, pasir dan kompos, siram secara rutin agar selalu lembab, tunggu sekitar 45 hari sampai stek sudah tumbuh akar dan siap ditanam. Untuk pembibitan diusahakan memilih varian pohon tin yang dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia, diantaranya jenis;  Green Jordania Figs (LN), Purple Jordania Figs (LN), Conadria USA Figs, Brown Turkey Figs, Khurtmani Palestine Figs, Black Ischia Italy Figs, Negronne France Figs.

Langkah ketiga untuk budidaya budaya buah tin adalah penanaman. Sebelum melakukan penanaman hendaknya melakukan pengecekan pada bibit tanaman buah tin. Apakah sudah siap untuk dipindahkan ke pot atau lubang tanam atau belum. Hal ini bisa dilakukan dengan mengkukur ketinggian dan umur bibit, jika sekiranya sudah siap Anda bisa melepas pembungkus polybag secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur lalu tanam di lubang yang telah disiapkan. Jangan lupa siram pohon secara teratur, dengan kadar air yang cukup dan jangan berlebih agar air terserap oleh pohon dan tidak menyebabkan pembusukan. Serta dalam memilih tempat untuk penanaman disarankan untuk memilih tempat yang terbuka dan tidak terlindung dari cahaya matahari agar pohon buah tin bisa tumbuh dan berkembang.

Langkah selanjutnya untuk budidaya buah tin adalah perawatan tanaman buah tin, bisa dilakukan dengan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari dengan kadar air yang cukup. Lalu lakukan pemupukan setelah usia pohon sekitar 4 bulan dari penanaman awal. Bersihkan dari tumbuhan yang mengganggu seperti benalu atau tumbuhan parasit yang lainnya. Cek apakah ada hama yang menyerang pohon dan buah tin atau tidak, jika ada segera lakukan pengobatan dengan vaksinasi (suntik vaksin) yang khusus untuk batang buah tin agar hama tersebut tidak berkembang biak. Sehingga pohon bisa tumbuh, cepat berbuah dan dipanen.