Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

No comment 350 views

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula memberi anda petunjuk tepat untuk mendapatkan hasil Panen yang maksimal

Budidaya Ikan Nila 

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula

Habitat artinya lingkungan hidup tertentu sebagai tempat tumbuhan atau hewan hidup dan berkembang biak. Ikan Nila terkenal sebagai ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan hidup. Nila dapat hidup di lingkungan air tawar, air payau dan air asin. Kadar air garam air yang disukai antara 0-35 permil. Ikan Nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan proses adaptasi yang bertahap.

Kadar air garam dinaikkan secara bertahap sedikit demi sedikit. Pemindahan ikan Nila secara mendadak kedalam air yang kadar garamnya sangat berbeda akan mengakibatkan ikan stres dan dapat mati. Ikan Nila yang masih kecil lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dibandingkan dengan ikan yang sudah besar. Nila Ph air tempat hidup ikan Nila berkisar antara 6-8,5. Namun pertumbuhan optimalnya terjadi pada Ph 7-8.

Ikan Nila dapat hidup diperairan yang dalam dan luas maupun dikolam yang sempit dan dangkal. Nila juga dapat hidup disungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, danau, rawa, sawah, tambak air payau, atau dalam jaring terapung di laut. Suhu optimal untuk ikan Nila antara 25-30° C. Oleh karena itu, ikan Nila cocok dipelihara didaratan rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
Pertumbuhan tubuh ikan Nila yang dibudidayakan tergantung dari pengaruh fisik dan kimia perairan dan interaksinya. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan ikan Nila adalah sebagai berikut.

budidaya ikan nila

Kualitas air Kolam Ikan Nila


Kualitas air yang kurang baik menjadikan pertumbuhan ikan Nila terganggu. Pencemaran limbah baik rumah tangga atau pabrik organik maupun anorganik, serta adanya penyemprotan racun pestisida disawah merupakan faktor yang dapat mengurangi kualitas air, sehingga pertumbuhan ikan Nila lambat.
Tingkat kekeruhan air juga mempengaruhi pertumbuhan apalagi dikarenakan lumpur. Selain itu adanya tumpukan plankton dari golongan alga biru dapat mengurangi tingkat kecerahan air, selain itu jika tumpukan plankton tersebut tidak dapat dikendalikan kemudian mati serentak akan membusuk dan air menjadi bau serta kadar oksigen berkurang, sehingga ikan dapat mati.

Makanan Ikan Nila


Ikan Nila bersifat omnivora artinya pemakan segala, sehigga dapat mengkonsumsi hewan atau tumbuhan. Ketika masih benih Nila memangsa zooplankton seperti Rotifera sp, Moina sp, atau Daphnia sp. Selain itu Nila memakan alga atau lumut yang menempel pada benda-benda di habitat hidupnya termasuk pula tumbuhan air lunak seperti Hydrila, gangga sutra, dan kelekap.
Bila persediaan pakan dalam habitat ikan Nila sebanding dengan jumlah ikan maka ikan Nila mampu tumbuh cepat meskipun kadar protein dari pakan yang diberikan 20-25%. Pakan tambahan berupa pelet akan sangat membantu dalam pertumbuhan ikan Nila. Banyaknya pakan tambahan antara 2-3% berat total ikan perhari.

cara Budidaya ikan nila

Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula


Ikan Nila yang dipelihara secara tunggal kelamin (monosex culture) jantan saja akan cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan sistem campur (jantan dan betina). Selain itu pula laju pertumbuhan ikan Nila jantan lebih cepat 40% dari ikan Nila betina. Dengan sistem tunggal kelamin kecenderungan ikan Nila jantan untuk melakukan perkawinan akan hilang, karena ikan Nila jantan sudah siap untuk kawin pada bobot mencapai 150-200 gram. Sehingga hormon serta energi lebih digunakan untuk memacu pertumbuhan.

Simak juga

Pengertian dan Klasifikasi Tanaman Benih Cabai

Padat penebaran Benih Ikan Nila


Pada lokasi kolam dengan kepadatan populasi yang tinggi akan mengurangi laju pertumbuhan. Karena persaingan dalam mencari makanan dan oksigen intens terjadi. Selain itu kualitas air akan berkurang pula karena kotoran (faeces) ikan itu sendiri.

Semoga panduan dasar Budidaya Ikan Nila Sukses Untuk Pemula bisa menjadi petunjuk anda dalam memulai budidaya ikan nila