Varietas dan Cara Budidaya Bayam Yang Paling Efektif

Bayam atau Amaranthus spp. adalah merupakan tanaman sayur yang biasa ditanam untuk dimakan daunnya untuk sayuran hijau. Tanaman bayam ini asalnya dari Amerika tropik tapi saat ini tersebar di seluruh dunia. Bayam ini dikenal sebagai sayuran sebagai sumber zat besi yang penting bagi tubuh manusia. Tanaman ini menyukai iklim hangat dengan cahaya yang kuat. Bayam relatif tahan pada pencahayaan secara langsung sebab merupakan tanaman C4. Karakteristik dari bayam adalah batang berair dan kurang berkayu. Untuk daun bayam ini bertangkai, dengan bentuk bulat telur, kurang kuat. Bayam mempunyai warna merah, hijau, atau hijau agak putih. Bunga sayuran bayam ini tersusun majemuk tipe tukal yang tersusun rapat. Di ujung tangkai dan ketiak percabangan terdapat bunga bayam. Biji bayam mempunyai warna hitam, kecil dan bertekstur keras.

varietas-dan-cara-budidaya-bayam-yang-paling-efektif

Bayam disebut dalam bahasa Inggris dengan nama  Chinese amaranth. Karena Bayam adalah sayuran hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, Malaysia dan Indonesia. Pada tingkat konsumen, diketahui ada dua macam bayam sayur yaitu bayam petik dan bayam cabut. Untuk Bayam petik mempunyai ciri berdaun lebar dan tumbuh tegak besar dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan pada gado gado atau pecel. Selain itu bayam juga bisa dibaluri tepung dan dijadikan sebagai rempeyek. Untuk daun bayam cabut ukurannya lebih kecil dan penanamannya dalam waktu singkat maksimal 25 hari. Bayam cabut lebih cocok untuk dibikin sup encer seperti halnya sayur bayam atau sayur bobor. Jenis bayam petik umumnya berasal dari jenis A. hybridus atau bayam kakap. Sedangkan bayam cabut umumnya diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis bayam yang lain juga bisa dimanfaatkan adalah A. spinosusatau bayam duri dan juga A. blitum atau bayam kotok.

Jenis Bayam Budidaya

Diantara macam varietas sayuran yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bayam merupakan salah satunya. Bayam dengan nama ilmiah Amaranthus spp, ini berasal dari wilayah Amerika tropis. Tumbuhan ini dulunya hanya digunakan untuk tanaman hias. Tapi dalam perkembangan zaman, tanaman bayam ini fungsinya beralih menjadi bahan pangan yang mengandung protein dan kandungan zat besi. Tanaman bayam sayur ini kira kira masuk ke Indonesia pada abad XIX pada saat lalu lintas perdagangan internasional. Pada saat itu banyak orang luar negeri yang mendatangi wilayah Indonesia. Untuk Saat ini jumlah keseluruhan lahan yang digunakan untuk budidaya bayam di Indonesia ada sekitar 31.981 hektar. Lahan budidaya itu tersebar di beberapa wilayah, yaitu di Jawa Timur sekitar 3.022 hektar. Dan di Jawa Tengah 3.479 ha sedangkan Jawa Barat 4.273 ha, dan propinsi lainnya kira kira 2.376 ha.

Tanaman sayur dari family Amaranthaceae ini walaupun punya sekitar 800 jenis bayam. Tapi paling sering cuma dibedakan jadi 2 jenis, yaitu bayam budidaya dan bayam liar. Jenis bayam liar ini terdiri atas 2 jenis, yaitu bayam tanah dan bayam berduri. Ciri yang utama dari bayam liar adalah warna batang yang merah disertai daun yang kaku. Nah untuk jenis bayam budidaya ini juga dibedakan jadi 2 macam. Yaitu Bayam cabut yang biasa dikenal dengan sebutan bayam sekul atau bayam putih yang mempunyai ciri warna batang yang kemerah-merahan atau hijau agak putih. Sedangkan bunganya keluar dari ketiak pada bagian cabang. Bayam cabut yang mempunyai batang merah sering disebut bayam merah, lalu yang berbatang putih sering disebut denganbayam putih.

Bayam Budidaya

Jenis bayam budidaya yang selanjutnya adalah bayam tahun atau sering disebut bayam kakap atau bayam skop. Ciri-ciri dari bayam tahun ini adalah, daunnya yang lebar. Bayam tahun ini mempunyai 2 spesies, yang pertama hybridus caudatus L. Dengan ciri mempunyai daun agak panjang yang mempunyai ujung runcing. Daunnya mempunyai warna hijau agak kemerah-merahan atau merah tua. Dan jenis kedua, hibridus paniculatus L., yang ciri cirinya punya dasar daun yang sangat lebar. Warnanya daunnya hijau, dan memiliki rangkaian bunga bayam yang panjang tersusun secara teratur. Bunganya juga besar-besar yang tumbuh pada ketiak di daun.

Cara Budidaya Bayam

Sebelumnya dibahas tentang cara budidaya buncis. kali ini akan membahas budidaya bayam. Sayuran bayam paling cocok bila ditanam di daerah dataran yang curah hujannya cukup tinggi sehingga mencapai lebih dari 1.500 mm tiap tahunnya. Selain itu, tanaman bayam sayur juga memerlukan sinar matahari yang penuh. Kalau tempat tumbuhnya terlindungi, maka pertumbuhannya tidak akan bisa maksimal. Kalau demikian, untuk tanaman bayam sayur yang pertumbuhannya bisa cukup tinggi, angin kencang bisa menjadi musuh paling utama. Sebab dapat merobohkan tanaman bayam sayur. Suhu yang pas untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman ini kira kira antara 16o hingga 20 derajat Celcius. Disertai dengan kelembaban udara antara 40 Sampai 60%. Dengan lahan yang memenuhi kriteria seperti di atas, budidaya bayam akan bisa menuai hasil yang memuaskan.

Tanaman bayam sayur akan tumbuh dengan baik apabila ditanam pada tanah yang gembur dan tanah yang subur. Dan dalam tanah itu kandungan haranya sudah terpenuhi. Tanaman Bayam tergolong peka pada pH tanah. Apabila pH tanahnya di atas 7 /alkalis, daun-daun muda pada pucuknya akan menjadi pucat putih kekuningan dalam pertumbuhannya. Dan Sebaliknya, apabila pH di bawahnya 6 atau asam, bayam tidak dapat tumbuh sempurna sebab kekurangan beberapa unsur. Oleh Karena itu pH tanah yang ideal untuk tanaman bayam sayur antara 6 sampai 7. Tanaman bayam juga butuh banyak air yang cukup di dalam pertumbuhan bayam itu. Apabila bayam sampai kekurangan air, pertumbuhannya akan menjadi terganggu. Untuk itu, anda bisa menanam bayam pada awal musim hujan atau di akhir musim kemarau.

Penyiapan Benih Bayam

Untuk budidaya bayam harus disiapkan melalui perbanyakan biji bayam sayur. Benih bayam diambil dari tanaman bayam sayur yang dipelihara sampai tua berumur sekitar 3 bulanan. Jika tanaman bayam masih muda sudah diambil biji untuk benih, maka daya simpan bibit tidak tahan lama dan tingkat perkecambahan akan rendah. Bibit bayam yang baik dapat disimpan sampai umur satu tahun. Bibit bayam tidak membutuhkan masa dorman. Jadi, bibit yang baru dipanen sebetulnya sudah siap untuk langsung ditanam pada lahan. Kebutuhan bibit untuk budidaya bayam sayur adalah 5 sampai 10 kg tiap hektar.

Dan semua itu sangat tergantung pada keterampilan dalam menebar benih. Bibit bayam sangat kecil, pada budidaya bayam biasanya bibit disebarkan dengan saringan atau tangan. Usahakan benih dapat tersebar dengan baik. Kepadatan tebar bibit adalah 0,5 sampai 1 gram tiap meter persegi. Nah, Agar penebaran bibit bisa  merata, anda juga bisa mencampurkan bibit dengan tanah atau kompos setelah itu disebar di atas bedengan.

Perawatan Budidaya Bayam

Untuk perawatan yang terpenting dalam budidaya bayam sayur adalah pengaturan air, paling utama saat awal benih disebarkan. Lakukanlah penyiraman pada tanaman bayam sayur sebanyak dua kali sehari pada saat musim kemarau. anda juga perlu menjaga selalu kelembaban tanah lahan hingga bayam sudah berkecambah. Setelah tanaman mulai berkecambah, anda perlu menyiangi gulma atau rumput pengganggu yang tumbuh bersama dengan kecambah bayam. Gulma atau rumput pengganggu akan berebut nutrisi dengan tanaman bayam sayur. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang pada proses budidaya bayam sayur , yaitu ulat daun, tungau, busuk basah , kutu daun dan karat putih. Penanganan hamanya adalah dengan cara menjaga kesehatan tanaman bayam dengan penyiraman teratur.